Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU No 36 Tahun 1999 Tentang Komunikasi

UU No 36 Tahun 1999 Tentang Komunikasi

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 883 |Likes:
Published by Yayok S. Anggoro

More info:

Published by: Yayok S. Anggoro on Dec 13, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

 
 
UUNNDDAANNGG--UUNNDDAANNGGRREEPPUUBBLLIIKKIINNDDOONNEESSIIAA NNOOMMOORR3366TTAAHHUUNN11999999
 
TTEENNTTAANNGG TTEELLEEKKOOMMUUNNIIKKAASSII 
Menimbang
 
:
 
a.
 
bahwa tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakatadil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila danUndang-Undang Dasar 1945;
 
b. bahwa penyelenggaraan telekomunikasi mempunyai arti strategis dalam upayamemperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, mernperlancar kegiatanpemerintahan, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan danhasil-hasilnya, serta meningkatkan hubungan antarbangsa;
 
c. bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yangsangat pesat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalampenyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi;
 
d.
 
bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan mendasar dalampenyelenggaraan dan cara pandarig terhadap telekomunikasi tersebut, perludilakukan penataan dan pengaturan kembali penyelenggaraan telekomunikasinasional;
 
e
 
bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, maka Undang-undangNomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi dipandang tidak sesuai Iagi,sehingga perlu diganti;
 
Mengingat :
 
Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945;
 
Dengan persetujuan
 
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
 
MEMUTUSKAN :
 
Menetapkan
:
UNDANG-UNDANG TENTANG TELEKOMUNIKASI.
 
 
BAB IKETENTUAN UMUM
 
Pasal 1
 
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan
 
1.
 
Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiapinformasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara, dan bunyi melaluisistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik Iainnya;
 
2.
 
Alat telekomunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang digunakan dalambertelekomunikasi;
 
3.
 
Perangkat telekomunikasi adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkinkanbertelekomunikasi;
 
4.
 
Sarana dan prasarana tetekomunikasi adalah segala sesuatu yang memungkinkan danmendukung berfungsinya telekomunikasi;
 
5. Pemancar radio adalah alat telekomunikasi yang menggunakan dan memancarkangelombang radio;
 
6.
 
Jaringan telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannyayang digunakan dalam bertelekomunikasi;
 
7.
 
Jasa telekomunikasi adalah layanan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhanbertelekomunikasi dengan menggunakan jaringan telekomunikasi;
 
8.
 
Penyelenggara telekomunikasi adalah perseorangan, koperasi, badan usaha milik daerah,badan usaha milik negara, badan usaha swasta, instansi pemerintah, dan instansipertahanan keamanan negara;
 
9.
 
Pelanggan adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah yang menggunakanaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi berdasarkan kontrak;
 
10.
 
Pemakai adalah perseorangan, badan hukum, instansi pemerintah yang menggunakanaringan telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi yang tidak berdasarkan kontrak;
 
11.
 
Pengguna adalah pelanggan dan pemakai;
 
12.
 
Penyelenggaraan telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan pelayanan telekomunikasisehingga memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
 
13.
 
Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan atau pelayananaringan telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
 
14.
 
Penyelenggaraan jasa telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan atau pelayanan jasatelekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
 
15.
 
Penyelenggaraan telekomunikasi khusus adalah penyelenggaraan telekomunikasi yang sifat,peruntukan, dan pengoperasiannya khusus;
 
16.
 
Interkoneksi adalah keterhubungan antarjaringan telekomunikasi dan penyelenggara jaringantelekomunikasi yang berbeda;
 
17.
 
Menteri adalah Menteri yang ruang Iingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidangtelekomunikasi.
 
 
BAB II
 
ASAS DAN TUJUAN
 
Pasal 2
 
Telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum,keamanan, kemitraan, etika, dan kepercayaan pada diri sendiri.
 
Pasal 3
 
Telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuanbangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata,mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubunganantarbangsa.
 
BAB III
 
PEMBINAAN
 
Pasal 4
 
(1)
 
Telekomunikasi dikuasai oleh Negara dan pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah.
 
(2)
 
Pembinaan telekomunikasi diarahkan untuk meningkatkan penyelenggaraan telekomunikasiyang meliputi penetapan kebijakan, pengaturan, pengawasan, dan pengendalian.
 
(3)
 
Dalam penetapan kebijakan, pengaturan, pengawasan, dan pengendalian di bidangtelekomunikasi, sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dilakukan secara menyeluruh danterpadu dengan memperhatikan pemikiran dan pandangan yang berkembang dalammasyarakat serta perkembangan global.
 
Pasal 5
 
(1)
 
Dalam rangka pelaksanaan pembinaan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal4, Pemerintah melibatkan peran serta masyarakat.
 
(2)
 
Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa penyampaianpemikiran dan pandangan yang berkembang dalam masyarakat mengenai arahpengembangan pertelekomunikasian dalam rangka penetapan kebijakan, pengaturan,pengendalian, dan pengawasan di bidang telekomunikasi.
 
(3)
 
Pelaksanaan peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diselenggarakanoleh Iembaga mandiri yang dibentuk untuk maksud tersebut.
 
(4)
 
Lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) keanggotaannya terdiri dan asosiasi yangbergerak di bidang usaha telekomunikasi, asosiasi profesi telekomunikasi, asosiasi produsenperalatan telekomunikasi, asosiasi pengguna jaringan dan jasa telekomunikasi, danmasyarakat intelektual di bidang telekomunikasi.
 
(5)
 
Ketentuan mengenai tata cara peran serta masyarakat dan pembentukan lembagasebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
 
Pasal 6
 
Menteri bertindak sebagai penanggung jawab administrasi telekomunikasi Indonesia.
 

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Amry Cepexerz liked this
Randy Brahmantyo liked this
Widya Lumayo liked this
Dewie Nry liked this
Devy Listyany liked this
Suharto Djakaria liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->