Document Information
593 Reads | 0 Comments
Description
“Cinta tidak menyadari kedalamanya,
Sampai ada saat perpisahan.”
-Khalil Gibran
Dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau
Resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian
Raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian
Mauku maukau mautahu mausampai maukalian
Maukenal maugapai
Sisaku siasakau siasiasia siarisau siakalian
Sia-sia….!
INI nikmat ataukah azab?
“harus dengan dia, tak ada pilihan lain!”tegas ibu.
Beliau memaksaku untuk menikah dengan gadis itu. gadis yang sama sekali tak kukenal. Sedihya, aku tiada berdaya sama sekali untuk melawanya. Aku tak punya kekuatan apa-apa untuk memberontaknya. Sebab setelah ayah tiada, bagiku ibu adalah segalanya.
Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada didalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal itu. kok bisa-bisanya ibunya berbuat begitu. Pikiran orang dulu terkadang memang aneh.
“Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di Mankuyudan Solo dulu,” kata ibu.
“ kami pernah berjanji,jika dikaruniai anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu Anakku,ibu yang telah hadir jauh sebelum kau lahir!” ucap beliau dengan nada mengiba.
“dan percayalah pada ibu, Anakku. Ibu selalu memilihkan yang terbaik untukmu. Ibu tahu persis garis keturunan Raihana. Ibu tahu persis kesalehan kedua orang tuanya,” tambahanya untuk menyakinkan diriku.
“Mbak Raihana itu orangnya baik kok, kak. Dia ramah halus budi, sarjana pendidikan, penyabar, berjilbabdan hafal Al-Quran lagi. Pokoknya cocok deh buat kakak,” komentar adikku,si Aida tentang calon istriku.
Mau tau cerita selanjutnya baca aja dibuku aslinya karya kang abik novelnya yang berjudul pudarnya pesona cleopatra...ingat dilarang keras untuk dicopy dan diperbanyakkan. terimakasih..selamat membaca novelnya
atau klo yang mau kritik dan saran kami silahkan di email www.jakoin_jag05@yahoo.co.id
52 Pages