Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cairan pada Anak

Cairan pada Anak

Ratings: (0)|Views: 119 |Likes:
Published by Azis Kaze

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Azis Kaze on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuhmembutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis danlingkungan. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Dengan kemampuannyayang sangat besar untuk menyesuaikan diri, tubuh mempertahankan keseimbangan, biasanyadengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungansel yang relatif konstan tapi dinamis.Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuhtotal dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya, jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh padayang lainnya.Kemampuan dari seluruh organisme untuk berfungsi normal tergantung pada terpeliharanyasuatu lingkungan interna yang stabil. Ini merujuk pada kandungan cairan dan elektrolit dalamtubuh. Agar setiap individu sehat, tubuh harus mengandung konsentrasi cairan dan elektrolityang semestinya.Berbeda dengan dewasa, anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairandan elektrolit sehingga diperlukan pemahaman prinsip - prinsip fisiologis tubuh. Dikatakan bahwa perburukan maupun perbaikan keadaan klinis penderita berjalan paralel dengan perubahan - perubahan pada variabel fisiologisAnak mempunyai kerentanan khusus terhadap keseimbangan cairan, terutama BBLR,neonatus, obesitas, atau dalam keadaan sakit. Pertukaran cairan pada bayi hamper mencapai25% dari seluruh cairan tubuh, sedangkan pada orang dewasa hanya sekitar 6%. Dengan begitu pengaruh penyakit yang mengurangi masukan cairan misalnya : muntah atau penyakit yangmeningkatkan pengeluaran cairan misalnya : panas dan diare, lebih cepat timbul pada bayidibandingkan dengan orang dewasa.Secara umum penatalaksanaan cairan bisa secara
enteral 
maupun
 parenteral 
. Dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan anak maka pembahasan terutama pada penatalaksanaansecara
 parenteral 
. Berbicara mengenai terapi cairan tidak bisa lepas dari elektrolit, karena inimerupakan satu kesatuan pembahasan.1
 
I.Tujuan.
Tujuan terapi cairan adalah :1.Untuk mengganti kekurangan air, elektrolit dan vitamin agar tetap normal.2.Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi (KH,lemak,protein)3.Untuk mengatasi syok dengan menjamin tersedianya akses intravena.4.Untuk mengatasi kelainan yang ditimbulkan karena terapi yang diberikan.Terapi cairan perioperatif meliputi tindakan yang dilakukan pada masa pra-bedah,selama pembedahan dan pasca bedah.Tabel 1. Tujuan terapi cairan.TUJUANMengatur cairan tubuhMenjaga keseimbanga air danelektrolitMenjaga keseimbangan asam dan basaDukungan nutrisiSumber energiKomposisi tubuhAkses intravena Menjamin vena tetap terbuka untuk  bisa memberikan obatSalah satu tujuan terapi cairan adalah menyediakan elektrolit dan air untumempertahankan cairan dalam keadaan normal. Salah satu tujuan lainnya adalah memnuhikebutuhan nutrisi. Terapi cairan parenteral juga digunakan untuk menjamin tersedianya aksesintravena bila terjadi keadaan darurat, misalnya pada korban kecelakaan atau bencana alam.
BAB IIPEMBAHASAN
2
 
I.Kebutuhan Cairan Tubuh.A.Pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh diatur oleh ginjal, kulit, paru- paru dan gastrointestinal.1.GinjalGinjal merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam pengaturan kebutuhancairan dan elektrolit. Hal ini pada fungsi ginjal yakni sebagai pengatur air, pengatur konsentrasigaram dalam darah, pengatur keseimbangan asam basa darah, dan pengaturan eksresi bahan buangan atau kelebihan garam.Proses pengaturan kebutuhn keseimbangan air ini diawali oleh kemampuan bagian ginjalseperti glomerulus sebagai penyaring cairan. Rata-rata setiap satu liter darah mengandung 500cc plasma yang mengalir melalui glomerulus, 10 persennya disaring keluarg. Cairan yangtersaring (filtrate glomerulus), kemudian mengalir melalui tubuli renalisyang sel-selnyamenyerap semau bahan yang dibutuhkan. Jumlah urine yang diproduksi ginjal dapatdipengaruhi oleh ADH dan aldosteron dengan rata-rata 1 ml/kg/bb/jam.2.KulitKulit merupakan bagian penting dalam pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas. Proses ini diatur oleh pusat pengatur panas yang disarafi oleh vasomotorik dengan kemampuanmengendalikan arteriolakutan dengan cara vasodilatasi dan vasokontriksi.Banyak darah yang mengalir melalui pembuluh darah dalam kulit mempengaruhi jumlahkeringat yang dikleluarkan. Proses pelepasan panas kemudian dapat dilakukan dengan cara penguapan.Keringat merupakan sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pengendalian sarasimpatis. Melalui kelenjar keringat ini suhu dapat diturunkan dengan melepaskan air yang jumlahnya kurang lebih setengah liter sehari. Perangsangan kelenjar keringat dapat diperolehdari aktivitas otot, suhu lingkungan dan melalui kondisi tubuh yang panas.Proses pelepasan panas lainnya dilakukan melalui cara pemancaran yaitu denganmelepaskan panas ke udara sekitarnya. Cara tersebut beupa cara konduksi dan konveksi, carakonduksi yaitu pengalihan panas ke benda yang disentuh, sedangkan cara konveksi yaituemngalirkan udara yang panas ke permukaan yang lebih dingin.3.Paru-paru3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->