Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TIK

TIK

Ratings:

2.5

(2)
|Views: 1,496 |Likes:
Published by afrizal

More info:

Published by: afrizal on Dec 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

 
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalamPembelajaran di Provinsi Sulawesi Tenggara
(Studi tentang Persepsi terhadap TIK bagi GuruSMPN se Kota Kendaridan se Kabupaten Kolaka)
1
 
Muhammad Anas
2
, Mursidin T.
3
 
dan Firdaus
4
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian bidang teknologi pembelajaran terhadap SekolahMenengah Pertama (SMP) negeri se Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh KotaKendari sebagai ibukota dan Kabupaten Kolaka mewakili daerah. Subyek penelitian adalah sarana dan prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK), guru SMPN. Penelitian ini diarahkan untuk; 1) memperoleh gambarantentang kesiapan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulawesi Tenggara dalampembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan 2)Mendeskripsikan persepsi guru SMP terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran disekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei denganmenggunakan 3 (tiga) instrumen yang meliputi Alat Ungkap Sarana dan PrasaranaTIK di sekolah serta Angket Persepsi terhadap TIK bagi Guru. Angket persepsi
terhadap TIK bagi Guru
terdiri dari 35 item. Hasil penelitian menunjukkanbahwa 11 SMPN atau 64,71% dari 17 SMPN se Kota Kendari yang telahmemiliki
 
laboratorium Komputer dan 11 SMPN atau 39,29% dari 28 SMPN seKabupaten Kolaka yang memiliki laboratorium. Berdasarkan data penelitian untuk skor persepsi terhadap TIK bagi guru SMP negeri Kota Kendari dan KabupatenKolaka dengan rentang teorertis 0 – 140 diperoleh skor empiris 59 – 140.Disitribusi ini memberikan skor rata-rata 107,47, simpangan baku 11,44 danmedian (Me) 107 serta modus (Mo) 104. Dengan nilai tengah teoretis 70, makaguru dengan persepsi positif sebesar 99,78% dari 464 responden. Berdasarkansimpulan di atas direkomendasikan pembangunan laboratorium komputer danpengadaan komputer berbasis jaringan dan internet bagi SMPN khususnya di luarKota Kendari yang belum memiliki laboratorium computer denganmempertimbangkan rasio dan jumlah siswa. Perlu adanya pelatihan bagi guru-guru tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran secara berkala. Disamping itudalam pengembangan media pembelajaran berbasis TIK perlu adanya insentif bagi guru-guru.Kata Kunci : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), media pembelajaran,Persepsi, Guru SMPN, laboratorium komputer, internet
1
Bagian dari Hasil Penelitian Kebijakan Balitbang Depdiknas Tahun 2006
2
Dosen Pendidikan MIPA FKIP Universitas Haluoleo Kendari
3
Dosen Pendidikan IPS FKIP Universitas Haluoleo Kendari
4
Dosen Fisika FMIPA/Kepala UPT PUSTIK Universitas Haluoleo Kendari
Simposium Pendidikan 2008 
1
 
A.
 
PENDAHULUAN1.
 
Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi terutama teknologi komunikasi dan teknologiinformasi (ICT), yang telah memperngaruhi sluruh aspek kehidupan tak terkeculaipendidikan, sesungguhnya bias dimanfaatkan untuk memberikan dukungan terhadapadanya tuntutan reformasi dalam system pendidikan. Pengembangan dan pemanfaatanmedia pembelajaran berbasik TI baik yang bersifat
off-line
maupun
on-line
, bisadimanfaatkan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang berminat.Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), dalam jangka waktu yang relatif singkat, berkembang dengan sangat pesat. Pengguna Internet di Indonesia dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan data perkiraanAPJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) sampai dengan akhir tahun2005 pengguna internet indonesia mencapai 16 juta pengguna, naik hampir 50 %dibandingkan dengan data pengguna internet tahun 2004 yang mencapai 11 jutapengguna (www.wahanakom.com).Dalam kebijakan nasional, TIK menjadi kunci dalam 2 hal yaitu (1) effisiensiproses, dan (2) memenangkan kompetisi. Demikian juga dengan lembaga pendidikan(sekolah). Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi yaitu harusmenyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepatdalam masyarakat kita. Hal ini menyebabkan sekolah dituntut untuk mampumenghasilkan SDM-SDM unggul yang mampu bersaing dalam kompetisi global ini.Peningkatan kualitas dan kemampuan siswa dapat dilakukan dengan mudah, yaknidengan memanfaatkan internet sebagai lahan untuk mengakses ilmu pengetahuanseluas-luasnya. Upaya ini dapat dilakukan dengan memasukkan TIK sebagaipendekatan dalam proses pembelajaran pada Lembaga Pendidikan (Sekolah).Dinas Pendidikan Nasional sebagai induk dari sekolah, memiliki beberapaprogram yang berguna bagi peningkatan kualitas siswa dan sekolah denganmemanfaatkan TIK, misalnya Jaringan Informasi sekolah (www.jis.or.id
 
), portal bahanbelajar dan jaringan komunikasi sekolah (www.edukasi.net), media
sharing
ilmupengetahuan (Open Knowledge & Education,www.oke.or.id).
Simposium Pendidikan 2008 
2
 
Dari pernyataan di atas menunjukan bahwa TIK sangat diperlukan dalamproses pembelajaran pada lembaga pendidikan (Sekolah), namun beberapa sekolah diPropinsi Sulawesi Tenggara belum siap melaksanakan pembelajaran TIK. Hal initerungkap pada sosialisasi Undang-Undang No. 19 Tahun 2005, tentang StandarisasiPendidikan Nasional di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Kendari, padaakhir tahun 2005, beberapa kepala sekolah dan guru mempertanyakan tentang matapelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Mata pelajaran ini dianggapsulit diajarkan karena sebagian besar guru belum memiliki kemampuan yang memadaiuntuk mengajarkan mata pelajaran TIK tersebut, beragamnya persepsi dan sikap gurutentang TIK. Di samping itu beberapa sekolah belum dilengkapi komputer yang dapatdimanfaatkan sebagai media pembelajaran guna menunjang peningkatan mutupendidikan.Kemampuan dan pemahaman guru terhadap TIK dipengaruhi antara lain olehpersepsi. Presepsi guru sebagai hasil proses mental menghasilkan bayangan sehingga iadapat mengenal obyek dengan jalan asosisiasi pada suatu ingatan lebih lama. Prosesmental yang dikembangkan merupakan hal posisitif sehingga guru menyadarikeberadaan dan fungsinya sebagai pentransfer nilai, ide dan konsep kepada siswanya.Dalam rangka sosialisasi Kurikulum Berbasis Kompetensi yang digulirkanmulai tahun 2004/2005, maka TIK merupakan suatu matapelajaran tersendiri yangseharusnya diajarkan sejak Kelas VII pada sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP).Namun dengan segala keterbatasan yang ada yang meliputi fasilitas komputer dan gurumatapelajaran, maka setiap sekolah membuat kebijakan sendiri dalam pelaksanaanpembelajaran TIK ini, ada sekolah yang hanya menawarkan matapelakaran ini di KelasVII, ada nanti di Kelas VIII, bahkan ada yang tidak sama sekali
2.
 
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas tentang pentingnya TIK dalam upayapeningkatan mutu di sekolah, maka masalah yang dikaji dalam penelitian inidirumuskan sebagai berikut :a.
 
Bagaimana kesiapan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulawesi Tenggaradalam pembelajaran berbasis TIK?
Simposium Pendidikan 2008 
3

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sukisno Ambirowo liked this
Dwi Ristanto liked this
Sulsul Gets liked this
Budi Supriyanto liked this
Evi Andri liked this
rowjaylee liked this
penthoel liked this
Didi Wibisono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->