Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jaringan Informasi Di Perguruan Tinggi

Jaringan Informasi Di Perguruan Tinggi

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 1,851|Likes:
Published by afrizal

More info:

Published by: afrizal on Dec 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/11/2010

pdf

text

original

 
PENGEMBANGAN JARINGAN INFORMASI DI PERGURUANTINGGI, POTENSI, KENDALA, DAN KENDALA TAHAPANPEMANFAATANNYA
Onno W. PurboComputer Network Research GroupPusat Antar Universitas bidang MikroelektronikaInstitut Teknologi BandungBandung 40132Tel: 022 250-6280FAX: 022 214-417E-mail: yc1dav@itbgtw.itb.ac.id
ABSTRAK
Sebuah pengalaman selama delapan (8) tahun membangun jaringan komputer diIndonesia akan diketengahkan. Pembangunan jaringan komputer secara swadayamasyarakat memacu terjadinya link & match yang kompetitif. Hal ini menjaga kesinambungan pembangunan yang ada. Projeksi ke masa depan aplikasi jaringankomputer, khususnya di dunia perguruan tinggi, akan memberikan alternatif danperubahan konsep mendasar dalam pendidikan khususnya:Proses link & match antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, bisnis danmasyarakat umum.Universitas Terbuka.Kemungkinan penggunaan bersama sumber daya yang sangat terbatas.Pengembangan masyarakat.Peningkatan profesionalisme & kemampuan untuk 
self-supporting
.Kerjasama internasional (globalisasi).Pada akhirnya akan memacu perguruan tinggi untuk:Bekerja secara profesional.Memungkinkan
self-financing & self-supporting
.Kecepatan perkembangan jaringan komputer di Indonesia sekitar 700% per tahundimungkinkan karena sebagian besar komponen yang dibutuhkan dapat dibuatsendiri di Indonesia; bahkan sebagian tersedia secara cuma-cuma. Di balik kemajuanitu, peran perguruan tinggi sangat dominan dibandingkan lembaga pemerintah,swasta, industri dll. Tampak sekali bahwa perguruan tinggi adalah katalisator
 
pembangunan.
PENDAHULUAN
Awal sejarah kebangkitan nasional Indonesia berakar pada pentingnya rasa kebangsaan danpemerataan pendidikan. Hal ini tercermin dari berbagai pemikiran banyak tokoh utama dimasa itumaupun orientasi organisasi massa yang ada. Ternyata bahwa pada awal kebangkitan nasionalIndonesia issue pengembangan sumber daya manusia Indonesia menjadi salah satu faktor utama.Hal ini menarik jika kita telaah dari autobiography tokoh-tokoh utama masa itu, seperti dr. Soetomo(pendiri Boedi Oetomo), Kartini, dll. beliau melihat bahwa faktor pemerataan pendidikan khususnyamelalui media tulisan menjadi sangat strategis. Langkah ini sangat menguntungkan ditinjau darieffisiensi proses pemerataan informasi untuk menunjang proses belajar mengajar terutamamengingat sumber daya pengajar / guru yang terbatas.Walaupun pada masa perang kemerdekaan dan awal pembangunan, Indonesia telah banyak mengalihkan fokus pada pembangunan fisik dengan mengeksploitasi sumber daya alam, tampak bahwa saat ini dengan didasari GBHN 93 pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar 9tahun pada hari pendidikan nasional tanggal 2 Mei 1994 yang lalu dengan fokus utamapembangunan sumber daya manusia. Pemerintah bahkan tidak tanggung-tanggung dalammelaksanakan hal ini dengan mengambil sebagian besar formasi pegawai negeri yang ada untuk membuka peluang untuk menjadi guru. Jelas bahwa tenaga pengajar / guru yang ada jumlahnyasangat terbatas dibandingkan jumlah siswa / calon siswa yang membutuhkan bimbingan di seluruhIndonesia. Untuk mengatasi kelangkaan guru, media tulisan menjadi sangat strategis untumendampingi guru dalam proses belajar-mengajar, hal ini tertuang dalam autobiography dr.Soetomo.Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas yang pentingdan strategis dalam PJP II. Keberhasilan pengembangkan SDM seperti yang dicanangkan dalamGBHN hanya mungkin terlaksana jika ditunjang sebuah sistem informasi yang dapat di akses dan didukung keberadaannya oleh SDM ybs. Sistem informasi tsb. dapat meliputi integrasi berbagaiperpustakaan, jurnal ilmiah, majalah ilmiah dan media elektronik. Dengan pesatnya perkembangandunia komputer, keberadaan sebuah sistem informasi elektronik berbasis komputer / jaringankomputer yang mengkaitkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia sifatnyasangat stategis dalam menumpu pembangunan SDM maupun perkembangan ilmu pengetahuan &teknologi Indonesia [1][2][3][4].Dalam era globalisasi dan komputerisasi, sistem informasi elektronik tidak hanya memegangperanan yang sangat strategis dalam membentuk SDM akan tetapi juga berbagai unsur pembangun.Integrasi berbagai informasi yang ada dilapangan akan menjadi sangat strategis sekali sifatnyadalam melakukan perencanaan / antisipasi dan pengendalian. Hal ini sangat diperlukan untuk melakukan melakukan justifikasi kebijakan-kebijakan pada tingkat nasional maupun regional. Tanpadidukung sistem informasi yang integral akan sulit sekali bagi berbagai unsur pembangun untuk melakukan antisipasi maupun perencanaan pembangunan untuk jangka panjang [1][2][3][4].
 
Mengapa justru media tulis menulis menjadi strategis untuk membantu proses belajarmengajar? jika kita bandingkan dengan media informasi elektronik televisi dan radio, perbedaanutama yang ada pada media tulis menulis - pembaca dapat dengan mudah membalik-balik bukunyadan membaca dengan kecepatan si pembaca. Hal ini sangat menguntungkan dalam memperlancarproses penyerapan isi pengetahuan yang ada dalam buku tersebut. Keuntungan ini tidak terdapatpada media elektronik media broadcast televisi maupun radio yang sangat sulit disesuaikankecepatan pengiriman informasinya dengan kemampuan menerima si penerima informasi (siswa).Akan tetapi keuntungan utama media televisi dan radio memungkinkan para siswa untuk melakukaninteraksi dua arah antara guru yang berada di studio dengan murid-muridnya di seluruh pelosok nusantara. Jadi kita perlu mencari alternatif media yang memungkinkan untuk memperolehkeuntungan yang ada pada media tulis buku maupun media interaktif televisi dan radio.Dengan berkembangnya dunia, faktor kecepatan pemindahan informasi dalam jumlah yangbesar menjadi sangat penting. Adakah alternatif teknologi informasi yang memungkinkanpemindahan informasi secara cepat akan tetapi juga dapat mempertahankan sifatnya sebagai mediatulisan supaya memudahkan para siswa untuk mencerna informasi dengan kecepatannya sendiri?Tantangan ini tampaknya terjawab dengan keberadaan teknologi komputer yang dapat kita gunakanbukan hanya untuk mengirimkan media tulisan tapi juga gambar. Bahkan dengan peralatankomputer dengan mudah para siswa membuka berkas-berkas yang ada untuk memahami isinyadengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan penerimaan para siswa tsb.Mari kita bayangkan jika komputer-komputer yang ada di seluruh pelosok Indonesia dikaitkan satu dengan lainnya, hal ini akan sangat memudahkan pengiriman berkas-berkas elektronik dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal ini berarti pula pelajaran-pelajaran dapat disebarkan secaracepat. Bahkan tidak terbatas pada aplikasi pengiriman berkas saja, para siswa dapat berinteraksilangsung dengan para guru yang mungkin berada di tempat yang jauh cukup dengan caramengirimkan berkas yang berisi pertanyaan-pertanyaan kepada guru-gurunya. Hal inimemungkinkan interaksi antara guru dan murid dapat dilangsungkan tanpa perlu terlalu tergantungpada jumlah guru yang ada di lapangan sehingga effisiensi penggunaan tenaga guru dapat lebihditingkatkan. Aplikasi jaringan komputer ini tidak hanya terbatas pada hubungan antara para gurudan siswa tapi dapat berkembang menjadi hubungan antara para siswa di seluruh Indonesia yangsecara keseluruhan terlibat dalam berbagai diskusi / konferensi elektronik berbasis teknologiinformasi komputer yang membuka terjadinya
Global Brain
yang memungkinkan percepatanmengembangan SDM yang diinginkan. Teknologi jaringan komputer membuka kemungkinanpembangunan SDM secara effisien tanpa perlu terikat pada dimensi ruang dan waktu.Bayangkan jika jaringan komputer antara para siswa sekolah dasar dan menengah inidikaitkan pada jaringan komputer yang saat ini telah beroperasi antara berbagai universitas diIndonesia. Para siswa tidak hanya berinteraksi dengan para guru tapi juga dapat langsung secarapersonal berinteraksi para mahasiswa dan dosen perguruan tinggi. Apa yang akan diperoleh darihubungan ini? jelas bahwa wawasan berfikir para siswa akan dibuka lebar-lebar dengan adanyaketerbukaan ini. Para siswa menjadi tahu mengapa mereka harus bersusah payah mempelajari

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
tianstudioinc liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->