Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ruptura Uteri Final

Ruptura Uteri Final

Ratings: (0)|Views: 409 |Likes:
Published by Anggri Septyan

More info:

Published by: Anggri Septyan on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

text

original

 
RUPTUR UTERI
BAB IPENDAHULUAN
Rupture uteri atau robekan uterus merupakan peristiwa yang sangat berbahaya,yang umumnya terjadi pada persalinan, kadang-kadang juga pada kehamilan tua. Robekan pada uterus dapat ditemukan pada sebagian besar dibagian bawah uterus. Pada robekan inikadang-kadang vagina atas ikut serta. Apabila robekan tidak terjadi pada uterus melainkan pada vagina bagian atas, hal itu dinamakan kolpaporeksis. Kadang-kadang sukar membedakannya antara rupture uteri dan kolpaporeksis. Apabila pada upturn uteri peritoneum pada permukaan uterus ikut robek, hal itu dinamakan rupture uteri kompleta, jika tidak dinamakan rupture uteri inkompleta. Pinggir rupture biasanya tidak rata, letaknya pada uterus melintang, atau membujur, atau miring dan bisa agak ke kiri dan kanan. Adakemungkinan pula terdapat robekan kandung kencing. Frekuensi ruptur uteri di Indonesia berkisar antara 1:92 sampai 1:294 persalinan. Angka ini sangat tinggi jika dibandingkandengan Negara-negara maju antara 1: 1250 dan 1: 2000 persalinan. Hal ini disebabkankarena rumah sakit diIndonesia menampung banyak-banyak kasus dari luar. Menurutcaraterjadinya rupture uteri diadakan perbedaan antara : 1. Rupture uteri spontan 2. Ruptureuteri traumatic 3. Rupture uteri pada parut uterus.Insiden ruptura uteri sangat bervariasi di antara berbagai institusi. Walaupunfrekuensi ruptura uteri dari berbagai penyebab mungkin tidak menurun selama tujuh decadeterakhir, namun etiologi ruptur telah berubah secara nyata dan outcome telah membaik secara nyata pula. Dua puluh persen kematian ibu akibat perdarahan disebabkan rupturauteri (Nagaya dkk, 2000).Ruptur uteri merupakan salah satu bentuk perdarahan yang terjadi pada kehamilanlanjut dan persalinan, selain plasenta previa, solusio plasenta, dan gangguan pembekuandarah. Batasan perdarahan pada kehamilan lanjut berarti perdarahan pada kehamilansetelah 22 minggu sampai sebelum bayi dilahirkan, sedangkan perdarahan pada persalinanadalah perdarahan intrapartum sebelum kelahiran.SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD TASIKMALAYA1
 
RUPTUR UTERISebuah kajian deskriptif tentang profil kematian janin dalam rahim di RS Hasan Sa-dikin, Bandung periode 2000-2002 mendapatkan 168 kasus kematian janin dalam rahimdari 2974 persalinan. Penyebab kematian janin dalam rahim paling tinggi oleh karenafaktor ibu yaitu ibu dengan penyulit kehamilan ruptur uteri dan penyulit medis diabetesmelitus.Lebih lanjut, dilakukan pula evaluasi kasus ruptur uteri di RS Hasan Sadikin dan 3rumah sakit disekitarnya pada periode 1999-2003. Hasilnya, insiden kasus ruptur uteri diRS Hasan Sadikin 0,09% (1 : 1074). Insiden di rumah sakit sekitarnya sedikit lebih tinggiyaitu 0,1% (1:996). Di RSHS, tidak didapatkan kematian ibu, sedangkan di 3 rumah sakit jejaring didapatkan sebesar 0,4%. Sebaliknya, kematian perinatal di RSHS mencapai 90%sedangkan di rumah sakit sekitarnya 100%. Maka dari itu dapat disimpulkan, kasus ruptur uteri memberi dampak yang negatif baik pada kematian ibu maupun bayi.
BAB II
SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD TASIKMALAYA2
 
RUPTUR UTERI
PEMBAHASAN
DEFINISI
Ruptur uteri adalah Robeknya dinding rahim pada saat kehamilan atau persalinandengan atau tanpa robeknya peritoneum.
ETIOLOGI
Ruptur uteri dapat terjadi akibat cedera atau anomaly yang sudah ada sebelumnya,atau dapat menjadi komplikasi dalam persalinan yang sebelumnya tanpa parut.Klasifikasi etiologi uteri secara luas terdiri dari :A.Cedera atau anomali uterus yang terjadi sebelum kehamilan sekarang1.Pembedahan yang melibatkan miometrium
Seksio sesarea atau histerektomi
Riwayat reparasi ruptur uteri
Insisi miomektomi melalui atau sampai endometrium
Reseksi kornu dalam pada tuba fallopi interstisial2.Trauma uterus yang terjadi tanpa disengaja
Abortus dengan instrumentasi curretage, sondase
Trauma tajam atau tumpul ( kecelakaan, peluru, pisau )
Ruptur asimtomatik ( silent rupture) pada kehamilansebelumnya.3.Anomali kongenital
Kehamilan di kornu uterus yang tidak berkembangB.Cedera atau kelainan uterus selama kehamilan sekarang1.Sebelum persalinan
Kontraksi persisten, intens,spontan
Stimulasi persalinan :oksitosin atau prostaglandin
Trauma eksternal tajam atau
Versi luar SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RSUD TASIKMALAYA3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->