Paper
“Sifilis Sebabkan Kelainan Gigi dan Mulut” RSUD WALED 2010
3
insidensnya meningkat dan mencapai puncaknya pada tahun 1946, kemudian makinmenurun.Insidens sifilis di berbagai negeri di seluruh dunia pada tahun 1996 berkisar antara 0,04-0,52%. Insidens yang terendah di Cina, sedangkan yang tertinggi di Amerika Selatan. DiIndonesia insidensnya 0,61%.Gejala dan tanda dari sifilis banyak dan berlainan, sebelum perkembangan tes serologikal,
diagnosis sulit dilakukan dan penyakit ini sering disebut “Peniru Besar” karena sering dikira
penyakit lainnya. Data yang dilansir Departemen Kesehatan menunjukkan penderita sifilismencapai 5.000
–
10.000 kasus per tahun. Sementara di Cina, laporan menunjukkan jumlahkasus yang dilaporkan naik dari 0,2 per 100.000 jiwa pada tahun 1993 menjadi 5,7 kasus per100.000 jiwa pada tahun 2005. Di Amerika Serikat, dilaporkan sekitar 36.000 kasus sifilistiap tahunnya, dan angka sebenarnya diperkiran lebih tinggi. Sekitar tiga per lima kasusterjadi kepada lelaki.
II.4 Etiologi
Pada tahun 1905 penyebab sifilis ditemukan oleh Schaudinn dan Hoffman ialah
Treponema pallidum
yang termasuk dlam ordo
Spirochaetales,
familia
Spirochaetaceae
, dan genus
Treponema.
Bentuknya sebagai spiral teratur, panjangnya antara 6,15um, lebar 0,15um,terdiri atas delapan sampai dua puluh empat lekukan. Gerakannya berupa rotasi sepanjangaksis dan maju seperti gerakan pembuka botol. Membiak secara pembelahan melintang, padastadium aktif terjadi setiap 30 jam. Pembiakan pada umumnya tidak dapat dilakukan di luarbadan. Di luar badan kuman tersebut cepat mati, sedangkan dalam darah untuk transfusidapat hidup 72 jam.
II.5 Klasifikasi
Klasifikasi menurut WHO berdasarkan faktor epidemiologi :
Sifilis dini
Sifilis lanjut