Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Materi Tattwa Dharma Pasraman

Materi Tattwa Dharma Pasraman

Ratings: (0)|Views: 884 |Likes:
Published by Miswanto
Makalah tentang Tattwa Hindu pada saat Dharma Pasraman
Makalah tentang Tattwa Hindu pada saat Dharma Pasraman

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Miswanto on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2012

pdf

text

original

 
PENGANTAR TATTWA HINDU
*
 
Oleh : Miswanto
**
 
Pengertian Tattwa
Tattwa berasal dari kata Sanskerta “Tat” yang berarti “itu” dan “twa” yang berarti engkau.
Katatattwa dapat diartikan sebagai tentang keituan. Keituan yang dimaksud adalah tentang kebenaran atauTuhan. Tattwa sendiri merupakan salah satu bagian dari Tri Kerangka Agama Hindu di samping Suúìladan Upacara.Ada beberapa istilah terkait tattwa, yakni : filsafat dan darúana. Filsafat merupakan dasar untuk 
memahami hakekat. Kata “Filsafat” termasuk kata Arab yang berasal dari kata Yunani “
 phillo
 
dan
 sophia
” (Poedjawijatna, 2005 : 1
-2)
.
 
Kata “
 phillo
 
artinya “cinta”, dan “
 sophia
” berarti“kebijaksanaan”. Jadi filsafat pada hakekatnya adalah cinta kebijaksanaan. Kecintaan akan
kebijaksanaan ini membuat seorang filsuf (ahli filsafat) selalu ingin tahu lebih mendalam.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia selanjutnya disingkat KBBI (1995 : 277), disebutkan bahwa istilah filsafat mempunyai kesamaan makna dengan istilah falsafah. Terkait dengan hal tersebut, penulis akan menggunakan kedua istilah tersebut pada tulisan ini secara bergantian.Selanjutnya dijelaskan bahwa falsafah adalah anggapan, gagasan dan sikap batin paling dasar yang dimiliki oleh seseorang atau masyarakat. Falsafah juga dapat diartikan sebagai pandangan hidup(KBBI, 1995 : 274). Pengertian ini senada dengan terminologi filsafat yang diidentikkan dengan istilah
way of life, weltanschaung, wereldbeschowing 
atau
wareld en levens beschouwing.
Kesemua istilahtersebut merujuk pada pengertian pandangan, pegangan dan petunjuk hidup (Sudarto, 1997 : 39).Selain itu, filsafat juga dikenal sebagai induk ilmu pengetahuan. Secara keilmuan, filsafat akan bertalian dengan masalah tentang keberadaan atau kenyataan (ontologi), teori pengetahuan(epistemologi) dan nilai-nilai (aksiologi). Batasan ini mengikuti pembagian filsafat atas bidang induk yang menyangkut tentang pengetahuan, kenyataan, tindakan dan sejarah (Hemersma, 1986: 14).
Darúana berasal dari akar kata Sanskerta “dåû (
d*Za( 
)” yang artinya melihat (ke dalam), atau
mengalami. Oleh karena itu Darúana merupakan sebuah pandangan tentang realitas. Istilah filsafatsesungguhnya tidak dikenal dalam tradisi intelektual India yang mendapat benih benih subur didalamkitab upaniûad. Dan istilah yang mendekati istilah filsafat dalam filsafat barat adalah Darúana. Dan juga Darúana ini merupakan sebuah pikiran yang diperoleh secara intuituf dan dipertahankan secaralogis (Radhakhrisnan).
Sumber dan Pokok Ajaran Tattwa
Sumber-sumber ajaran Tattwa adalah Lontar-lontar kuno tentang tattwa. Lontar-lontar tersebutumumnya berbahasa Jawa Kuno. Adapun beberapa contoh sumber ajaran tattwa adalah : Lontar Bhuwana Koûa, Lontar Wåhaspatti Tattwa, Lontar Tattwa Jñàna, Gaóapati Tattwa, Màha Jñàna, JñànaÚiddhànta dan sebagainya. Walaupun tidak tepat sekali, istilah Tattwa dalam agama Hindu dapatdisejajarkan dengan pengertian Filsafat Ketuhanan yang mencakup Teologi dan Metafisika (Pudja dkk,1982 : 39). Sebagaimana filsafat pada umumnya tattwa mencakup tiga aspek yakni : ontologi,epistemologi dan aksiologi.
a.
 
Ontologi
Ontologi berasal
dari kata Yunani “
on
” yang berarti “ada” dan “
logos
” yang artinya “ilmu atauteori” (Noorsyam, 1984 : 32). Jadi, ontologi dapat didefinisikan sebagai te
ori tentang ada (
the theory of being qua being 
). Ditambahkan juga oleh Noorsyam (1984 : 28-31), bahwa kadang-
kadang “ontologi”disamakan dengan “metafisika” yang dapat diartikan sebagai “dibalik fisika” (
meta
= di belakang).Metafisika juga dikenal sebagai filsafat pertama (
 prote filosifia
).Terkait
dengan masalah ontologi tersebut, tattwa memandang yang “ada” dari segi pengalaman
dan penghayatan manusia. Kemudian, dari sini diperoleh kompilasi yang sistematis mengenai konsep
“ada”. Konsep ini pun secara um
um dapat diklasifikasikan ke dalam rumusan-rumusan tentangkeberadaan Tuhan, manusia dan alam semesta.Menurut Punyatmaja (1976) keberadaan dalam tattwa Hindu dirumuskan menjadi 5 yakni :Widdhitattwa, Àtmatattwa, Karmaphalatattwa, Punarbhavatattwa dan Mokûatattwa. Kelimanya seringdikenal sebagai
 Pa
ñ
ca Tattwa
atau
 Pa
ñ
ca Úraddha
. Berikut penjelasannya.
*
Disampaikan pada acara Dharma Pasraman tingkat SMP/SMA se-Kabupaten Banyuwangi di Pura Agung Blambanganpada tanggal 24-25 Desember 2010
**
Penulis adalah Dosen STHD Klaten, Guru Agama Hindu di SMAN 2 dan SMP 4 Batu, Wartawan Media Hindu, Aktif sebagai Duta Dharma di wilayah Propinsi Jawa Timur, Wakil Sekretaris II PHDI Kabupaten Banyuwangi, Penulis buku-buku bernuansa Hindu dan Budaya Jawa, Kini sedang menempuh S2 Pendidikan Agama Hindu di Unhi Denpasar
 
2
Widdhitattwa
Widdhitattwa
adalah filsafat tentang keberadaan Tuhan dan Alam Semesta. Umat Hindu percaya bahwa keberadaan Brahman/Tuhan itu satu/esa. Tetapi umat Hindu tidak memungkiri bahwamanifestasi Tuhan itu banyak sebagaimana disebutkan dalam Ågveda I.64.46 :
Wk-a&-SaiÜPa[-bhuda-vdiNTa 
Terjemahan :Tuhan itu satu, tetapi orang bijak menyebutkan-Nya dengan banyak Nama (Titib,1998).Itu semua semata-mata karena kemahakuasaan-Nya. Salah satu sifat kemakuasaan-Nyadimanifestasikan dalam wujud-
 Nya yang disebut Nawa Dewata. Kata “Nawa” berarti “sembilan” dan
dewata sendiri adalah manifestasi Tuhan. Nawa Dewata berarti manifestasi Tuhan sebagai Penguasa 9 penjuru alam/dunia.Bagian-bagian dari Nawa Dewata tersebut adalah : Dewa Ìúwara, Dewa Mahesora, DewaBrahma, Dewa Rudra, Dewa Mahàdewa, Dewa Úaòkara, Dewa Wiûóu, Dewa Sambhu, dan DewaÚiwa. Untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut :Dewa SaòkaraPenguasa arah Barat LautSenjata : AngkusWarna : HijauAksara Suci : ÚingDewa WiûóuPenguasa arah UtaraSenjata : CakraWarna : HitamAksara Suci : AngDewa SambhuPenguasa arah Timur LautSenjata : TriúulaWarna : BiruAksara Suci : WangDewa MahàdewaPenguasa arah BaratSenjata : NagapasaWarna : KuningAksara Suci : TangDewa ÚiwaPenguasa arah TengahSenjata : PadmaWarna : Pañca WaróaAksara Suci : Ing atau YangDewa ÌúwaraPenguasa arah Timur Senjata : BajraWarna : PutihAksara Suci : SangDewa RudraPenguasa arah Barat DayaSenjata : MokûalaWarna : JinggaAksara Suci : MangDewa BrahmaPenguasa arah SelatanSenjata : GadaWarna : MerahAksara Suci : BangDewa MahesoraPenguasa arah TenggaraSenjata : DupaWarna : DaduAksara Suci : NangDi samping itu Tuhan atau Brahman adalah Saguóa (Immanent) dan sekaligus Nirguóa(Transendent) atau disebutkan dalam konsep :
Úiwa
 – 
Sadà Úiwa
 – 
Parama Úiwa
.
Úiwa
dan
Sadà 
 
Úiwa
 masih bersifat
Saguóa
, sementara
 Parama Úiwa
sudah bersifat
 Nirguóa
. Tuhan tidak terbatassebagaimana sifat kemahakuasaan Tuhan dalam
Cadu Úaktì 
(
Wibhù, Prabhu, J 
ñ
àna
dan
 Kriya Úakti
).Salah satu aspek 
Cadu Úakti
yang dimiliki oleh
Sadà Úiwa
seperti disebutkan dalam Wåhaspati Tattwa65-66 adalah 8 kekuasaan-Nya yang disebut
 Aûþaiswarya
, terbagi atas :
aóimà 
(sangat halus),
laghimà 
 (maha ringan),
mahimà 
(maha besar),
 pràpti
(bisa menjangkau mana saja),
 pràkàmya
(apapun yangmenjadi kehendakNya akan terlaksana),
ìúitwa
(maha mulia),
waúitwa
(maha kuasa) dan
 yatrakàmàwasayitwa
(bisa berbentuk apa saja).Tentang alam semesta dalam tattwa Hindu disebut sebagai
bhuwana agung 
. Kata “
bhuwanaagung 
” terdiri dari dua suku kata “
bhuwana
(Sanskerta) yang berarti jagad atau dunia dan
 göng 
(Kawi) yang menunjuk pada sesuatu yang besar.
 Bhuwana agung 
diartikan sebagai jagad raya ataualam semesta (makrokosmos) ini.
 
3
Alam semesta ini dahulu kala pernah tidak ada, lalu menjadi ada, kemudian tidak ada lagi,
demikianlah seterusnya. Pada saat alam ini meng“ada” disebut “
 såûþi
yang terjadi pada siang hariBrahma atau
 Brahmadiwa
. Sedangkan ketika alam ini “meniada” disebut “
 pralàya
yang terjadi padamalam hari Brahma atau
 Brahmanakta
. Jika digabungkan siang hari dan malam hari Brahma inidisebut satu hari Brahma yang lama sama dengan satu
 Kalpa
.
 Bhuwana agung 
terdiri atas lima unsur yang disebut
 Pa
ñ
ca Mahàbhùta
. Adapun unsur-unsur 
 Pa
ñ
ca Mahàbhùta
itu terdiri atas :
 
 Påthivi
, yaitu unsur zat padat terdiri dari benda-benda seperti batu, tanah dan lain-lain.
 
 Àpaá
, yaitu unsur zat cair atau benda-benda cair seperti air sungai, laut dan sebagainya.
 
Tejo
, yaitu unsur panas atau cahaya yang memberikan penerangan pada alam ini.
 
 Bayu
, yaitu unsur gas atau udara yang ada di sekitar manusia.
 
 Àkàúa
, yaitu unsur ether.Proses terjadinya
 Bhuwana
 
agung 
menurut Hindu berawal dari
 Brahmaóða
(Telur Brahma). Daritelur Brahma inilah keluar semua unsur-unsur alam semseta. Oleh karena itu Brahman dikatakan
sebagai “
urna nabhwat 
” yaitu makhluk yang mengeluarkan sutra dari pusat perutnya.
Di samping itu dalam tattwa samkhya disebutkan bahwa awalnya alam semesta merupakansesuatu yang hampa/kosong (
 Parama Úiwa/Nirguóa Brahman
). Kemudian atas pengaruh
 Màyà 
,
 Parama Úiwa
berevolusi menjadi
Sada Úiwa
dengan berwujudkan
 Puruûa
(unsur kejiwaan) dan
 Prakåti
 (unsur kebendaan). Sebagai unsur kebendaan
 Prakåti
mempunyai ketiga
 guóa
yang disebut
Tri Guóa
 (
Sattwam, Rajas
dan
Tamas
). Akibat pengaruh
 guóa
tersebut maka reaksi antara
 Puruûa
dan
 Prakåti
 menghasilkan
 Mahat, Buddhi, Ahaýkàra
. Kemudian dari
 Ahaýkàra
sebagai prinsip kepribadianmucullah
 Manas. Buddhi, Ahaýkàra
dan
 Manas
ini secara bersama-sama disebut tiga unsur batin (
Tri Antaákaraóa Úarira
). Pada perkembangan kejiwaan selanjutnya muncullah indra persepsi yang disebut
 Pa
ñ
ca Buddhendriya
atau
 Pa
ñ
ca J 
ñ
ànendriya
dan
 Pa
ñ
ca Karmendriya
.Sedangkan pada perkembangan fisik menghasilkan asas dunia luar yang terjadi pada dua tahap.Tahap pertama yaitu diawali dengan munculnya
 Pa
ñ
ca Tanmàtra
sebagai unsur halus dari sari-sarisuara (
 úabda tanmàtra
), raba (
 sparúa tanmàtra
), warna (
rùpa tanmàtra
), rasa (
rasa tanmàtra
) dan bau(
 gandha tanmàtra
). Tahap kedua terjadi kombinasi unsur-unsur halus yang menghasilkan unsur-unsur kasar yang disebut
 Pa
ñ
ca Mahàbhùta
. Adapun unsur-unsur 
 Pa
ñ
ca Mahàbhùta
inilah yang selanjutnyamenjadi alam semesta dengan segala isinya.Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa proses penciptaan alam menurut Hindu didahului proses evolusi secara metafisik kemudian dilanjutkan dengan evolusi secara biokimia (Bandingkandengan teori kosmologi seperti : Teori Big Bang, Evolusi Darwin, atau pun Teori Stainley Miller).Menurut Lontar Jñàna Úiddhànta alam semesta terdiri atas
Sapta Loka
(dunia atas) dan
Sapta Pàtàla
(dunia bawah). Bagian-bagian dari
Sapta Loka
adalah :
 Bhurloka, Bhuwarloka, Swarloka, Maharloka, Janaloka, Tapaloka
dan
Satyaloka
. Semestara bagian-bagian
Sapta Pàtàla
adalah :
Tàla,Sutàla, Nitàla, Atàla, Santàla, Vaitàla
dan
 Pàtàla
.
Àtmatattwa
 
 Àtmatattwa
adalah filsafat tentang
 Àtman
atau
 Bhuwana Alit 
. Sesuai asal katanya
bhuwana alit 
  berarti dunia kecil yang unsur-unsurnya sama dengan
bhuwana agung 
.
 Bhuwana alit 
adalah tubuhmanusia itu sendiri.
 Bhuwana alit 
juga dikenal dengan istilah mikrokosmos. Apa yang ada dalam bhuwana agung juga ada dalam
bhuwana alit 
. Unsur 
 Puruûa
dalam bhuawa alit menjadi
 Jiwàtma
.Sedangkan unsur 
 Prakåtinya
menjadi badan manusia yang terdiri atas
Úukûma Úarìra
(sebagai
 LiògaÚarìra
) dan
Sthulà Úarìra
.
Úukûma Úarìra
dalam badan manusia berupa
Tri Antaá Karaóa Úarìra
yangterdiri atas
buddhi
(sebagai penentu keputusan),
manas
(berpikir) dan
ahaýkàra
(merasakan dan bertindak). Sedangkan
Sthulà Úarira
/raga manusia terjadi dari
 Pa
ñ
ca
 
Tanmàtra
dan
 Pa
ñ
ca Mahàbhùta
. Berikut evolusi
 Pa
ñ
ca Mahàbhùta
dalam tubuh manusia.
 
 Påthiwi : menjadi tulang, daging, dan segala yang padat (gandha tanmàtra)
 
 Àpaá : darah, lemak, kelenjar, empedu, air badan (rasa tanmàtra)
 
Tejo : panas badan, sinar mata, dan segala yang panas/bercahaya (rùpa tanmàtra)
 
 Bàyu : nafas atau udara dalam badan/praóa (sparúa tanmàtra)
 
 Àkaûa : rongga
dada, rongga mulut dan segala rongga lainnya (úabda tanmàtra)Terkait dengan badan kasar manusia tersebut ada 6 pembungkus badan yang disebut
Saðkosa
 dan 10 macam udara yang disebut
 Daúa Bàyu
.
Saðkoúa
terdiri atas :
aûþi
(tulang),
odwad 
(otot),
 sumsum
(sumsum),
màýúa
(daging),
rudhira
(darah) dan
carma
(kulit). Sesuai letaknya Dasa Bàyuterdiri atas :
 pràóa
(di paru-paru),
 samàna
(di pencernaan),
apàna
(di pantat),
udàna
(dikerongkongan),
byana
(menyebar ke seluruh tubuh),
nàga
(di perut),
kumara
(keluar dari tangan dan

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Gthey Astawa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->