Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Visi Dan Misi

Visi Dan Misi

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,893 |Likes:
Published by anon-967672

More info:

Published by: anon-967672 on Dec 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

 
VisidanMisiVISI Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagaipenyelenggara Pemilihan Umum yang memilikiintegritas, profesional, mandiri, transparan danakuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesiayang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD1945 dalam wadah Negara Kesatuan RepublikIndonesia.MISIMembangun lembaga penyelenggara PemilihanUmum yang memiliki kompetensi, kredibilitas dankapabilitas dalam menyelenggarakan pemilihanumum;Menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memilihAnggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah, Presiden dan Wakil Presiden serta KepalaDaerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung,umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel,edukatif dan beradab;Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihanumum yang bersih, efisien dan efektif.Melayani dan memperlakukan setiap pesertaPemilihan Umum secara adil dan setara, sertamenegakkan peraturan Pemilihan Umum secarakonsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;Meningkatkan kesadaran politik rakyat untukberpartisipasi aktif dalam pemilihan umum demiterwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yangdemokratis. TATA CARA SELEKSI DAN PENETAPANKEANGGOTAAN KOMISI PEMILIHAN UMUMPROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA I. PENGERTIAN UMUM 1. Undang-undang adalah Undang-undangNomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan UmumAnggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah. 2. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota adalahKomisi Pemilihan Umum Provinsi dan KomisiPemilihan Umum Kabupaten/Kota yang merupakanbagian dari Komisi Pemilihan Umum sebagaimanadimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) Undang-undang. II. JUMLAH ANGGOTA KPU PROVINSI DAN KPUKABUPATEN/KOTA 1. Jumlah Anggota KPU Provinsi sebanyak 5(lima) orang. 2. Jumlah Anggota KPU Kabupaten/Kotasebanyak 5 (lima) orang. III. SYARAT ANGGOTA KPU PROVINSI DAN KPUKABUPATEN/KOTA Syarat untuk menjadi Anggota KPU Provinsi danKPU Kabupaten/Kota adalah: 1. warga negara Republik Indonesia; 2. setia kepada Pancasila sebagai dasar negara,Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus1945; 3. mempunyai integritas pribadi yang kuat, jujur, dan adil; 4. mempunyai komitmen dan dedikasi terhadapsuksesnya Pemilu, tegaknya demokrasi dankeadilan; 5. memiliki pengetahuan yang memadaitentang sistem kepartaian, sistem pemilihanumum, sistem perwakilan rakyat, serta memilikikemampuan kepemimpinan; 6. berhak memilih dan dipilih; 7. berdomisili dalam wilayah Provinsi atauKabupaten/Kota yang bersangkutan yangdibuktikan dengan KTP; 8. sehat jasmani dan rohani berdasarkan hasilpemeriksaan kesehatan menyeluruh dari rumahsakit; 9. tidak menjadi anggota atau pengurus partaipolitik; 10. tidak pernah dihukum penjara berdasarkanputusan pengadilan yang telah mempunyaikekuatan hukum tetap karena melakukan tindakpidana yang diancam dengan pidana penjara 5(lima) tahun atau lebih; 11. tidak sedang menduduki jabatan politik, jabatan struktural, dan jabatan fungsional dalam jabatan negeri; 12. bersedia bekerja sepenuh waktu.IV. PENGAJUAN CALON ANGGOTA KPUPROVINSI DAN KPU KABUPATEN/ KOTA 1. Calon Anggota KPU Provinsi diusulkan olehGubernur untuk mendapat persetujuan KPU.2. Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota diusulkanoleh Bupati/Walikota untuk mendapat persetujuanKPU Provinsi.3. Jumlah Calon Anggota KPU Provinsi dan CalonAnggota KPU Kabupaten/Kota yang diusulkansebanyak 10 (sepuluh) orang.V. MEKANISME SELEKSI CALON ANGGOTAKPU PROVINSI DAN KPU KABUPATEN/KOTA Mekanisme seleksi pengusulan Calon Anggota KPUProvinsi oleh Gubernur dan Calon Anggota KPUKabupaten/Kota oleh Bupati/Walikota melalui tahapkegiatan sebagai berikut : 1. Gubernur membentuk Tim Seleksi CalonAnggota KPU Provinsi yang bersifat independendengan jumlah Anggota Tim sebanyak 5 (lima)orang dan seorang Sekretaris Tim dengankomposisi : a. Seorang Ketua dari unsur tokoh masyarakatmerangkap Anggota;
 
b. Seorang Wakil Ketua dari unsur PemerintahDaerah merangkap Anggota;c. 3 (tiga) orang anggota dari unsurmasyarakat seperti akademisi, organisasi profesi,dan tokoh masyarakat;d. Sekretaris Perwakilan Sekretariat Umum KPUProvinsi karena jabatannya sebagai Sekretarisbukan anggota. 2. Bupati/Walikota membentuk Tim Seleksi CalonAnggota KPU Kabupaten/Kota yang bersifatindependen dengan jumlah Anggota Tim sebanyak5 (lima) orang dan seorang Sekretaris Tim dengankomposisi : a. Seorang Ketua dari unsur tokoh masyarakatmerangkap Anggota;b. Seorang Wakil Ketua dari unsur PemerintahDaerah merangkap Anggota;c. 3 (tiga) orang anggota dari unsurmasyarakat seperti akademisi, organisasi profesi,dan tokoh masyarakat;d. Sekretaris Perwakilan Sekretariat Umum KPUKabupaten/Kota karena jabatannya sebagaiSekretaris bukan anggota. 3. Anggota Tim seleksi sebagaimana dimaksudpada angka 1 dan angka 2, tidak dibenarkan untukmenjadi calon Anggota KPU Provinsi dan KPUKabupaten/Kota. 4. Tugas Tim Seleksi calon Anggota KPU Provinsidan Kabupaten/Kota : a. Mengumumkan kepada masyarakatmengenai pengisian calon Anggota KPU Provinsidan Kabupaten/Kota;b. Membuka dan menerima pendaftaran calon;c. Meneliti berkas syarat calon;d. Mengumumkan calon Anggota KPU Provinsidan Kabupaten/Kota yang memenuhi persyaratanadministratif kepada masyarakat;e. Menampung dan menindaklanjuti tanggapanmasyarakat ;f. Melakukan wawancara dengan calon;g. Memilih 10 (sepuluh) orang calon yangdituangkan dalam Berita Acara; 5. Dalam melaksanakan tugas sebagaimanadimaksud dalam angka 4 huruf g, Tim Seleksimemperhatikan aspirasi masyarakat, antara lainusul dari organisasi kemasyarakatan, LembagaSwadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi,organisasi profesi, atau organisasi lain yang diakuikeberadaannya sebagai badan hukum serta telahmenjalankan kegiatan sekurang-kurangnya 12 (duabelas) bulan terakhir serta dengan memperhatikanketerwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%(tiga puluh persen). 6. Tim Seleksi calon Anggota KPU Provinsimenyampaikan daftar 10 (sepuluh) orang calonyang disusun menurut urutan abjad kepadaGubernur. 7. Tim Seleksi calon Anggota KPUKabupaten/Kota menyampaikan daftar 10(sepuluh) orang calon yang disusun menuruturutan abjad kepada Bupati/Walikota. 8. Gubernur menyampaikan usul calonsebagaimana dimaksud pada angka 6 besertakelengkapan administrasi syarat calon kepada KPUuntuk mendapatkan persetujuan sebanyak 5 (lima)orang. 9. Bupati/Walikota menyampaikan usul calonsebagaimana dimaksud pada angka 7 besertakelengkapan administrasi syarat calon kepada KPUProvinsi untuk mendapatkan persetujuan sebanyak5 (lima) orang. Selanjutnya KPU Provinsimenyampaikan 5 (lima) orang kepada KPU untukditetapkan sebagai anggota KPU Kabupaten/Kota. VI. PERSETUJUAN DAN PENETAPAN ANGGOTAKPU PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA 1. Persetujuan KPU terhadap Anggota KPUProvinsi dilakukan dengan cara uji kepatutan dankelayakan. 2. Persetujuan KPU Provinsi terhadap AnggotaKPU Kabupaten/Kota dilakukan dengan cara ujikepatutan dan kelayakan. 3. Uji kepatutan dan kelayakan dilakukandengan wawancara/tatap muka. 4. Dalam mengambil keputusan, KPU dapatmendengar pendapat dan saran Pimpinan DPRDProvinsi dan KPU Provinsi dapat mendengarpendapat dan saran Pimpinan DPRDKabupaten/Kota. 5. Waktu, tempat dan teknis pelaksanaanwawancara/tatap muka ditentukan kemudian olehKPU dan KPU Provinsi. 6. Penetapan Anggota KPU Provinsi dan AnggotaKPU Kabupaten/Kota dilakukan oleh KPU. 7. Pelantikan dan pengucapan sumpah/janjiAnggota KPU Provinsi oleh KPU dilaksanakan di Jakarta. 8. Pelantikan dan pengucapan sumpah/janjiAnggota KPU Kabupaten/Kota oleh KPU Provinsidilaksanakan di Ibukota Provinsi. VII. KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN JADWALKEGIATAN SELEKSI CALON ANGGOTA KPU PROVINSIDAN KPU KABUPATEN/KOTA 1. Untuk pemenuhan ketentuan syarat CalonAnggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kotamenggunakan formulir surat pernyataan dan suratketerangan sebagaimana contoh terlampir padaKeputusan ini. 2. Jadwal Seleksi dan Penetapan KeanggotaanKPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kotasebagaimana terlampir pada Keputusan ini. VIII. ANGGARAN Biaya pelaksanaan seleksi dan penetapankeanggotaan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kotadibebankan kepada Anggaran KPU.http://afatih.wordpress.com/2008/01/22/downloads/APA ITU KPU ? Komisi Pemilihan Umum atau KPU adalah LembagaPenyelenggara Pemilihan Umum(Pemilu)yangbersifat Nasional,Tetap dan MandiriKomisi Pemilihan Umum Propinsi dan KomisiPemilihan Umum Kabupaten/Kota,selanjutnya disebut KPU Propinsi Dan KPU
 
Kabupaten/Kota,adalah penyelenggara Pemilu diPropinsi dan Kabupaten/Kota(Ketentuan Umum Pasal I(6,7)UU PenyelenggaraPemilu/UU RI No.22 Tahun 2007)PROFIL KOMISI PEMILIHAN UMUMSecara institusional, KPU yang ada sekarangmerupakan KPU ketiga yang dibentuk setelahPemilu demokratis sejak reformasi 1998. KPUpertama (1999-2001) dibentuk dengan Keppres No16 Tahun 1999 yang berisikan 53 orang anggotayang berasal dari unsur pemerintah dan PartaiPolitik dan dilantik oleh Presiden BJ Habibie. KPUkedua (2001-2007) dibentuk dengan Keppres No10 Tahun 2001 yang berisikan 11 orang anggotayang berasal dari unsur akademis dan LSM dandilantik oleh Presiden Abdurrahman Wahid (GusDur) pada tanggal 11 April 2001. KPU ketiga (2007-2012) dibentuk berdasarkan Keppres No101/P/2007 yang berisikan 7 orang anggota yangberasal dari anggota KPU Provinsi, akademisi,peneliti dan birokrat dilantik tanggal 23 Oktober2007 minus Syamsulbahri yang urung dilantikPresiden karena masalah hukumUntuk menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum2009, image KPU harus diubah sehingga KPU dapatberfungsi secara efektif dan mampu memfasilitasipelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil. Terlaksananya Pemilu yang jujur dan adil tersebutmerupakan faktor penting bagi terpilihnya wakilrakyat yang lebih berkualitas, dan mampumenyuarakan aspirasi rakyat. Sebagai anggotaKPU, integritas moral sebagai pelaksana pemilusangat penting, selain menjadi motor penggerakKPU juga membuat KPU lebih kredibel di matamasyarakat karena didukung oleh personal yang jujur dan adil. Tepat 3 (tiga) tahun setelah berakhirnyapenyelenggaraan Pemilu 2004, muncul pemikirandi kalangan pemerintah dan DPR untukmeningkatkan kualitas pemilihan umum, salahsatunya kualitas penyelenggara Pemilu. Sebagaipenyelenggara pemilu, KPU dituntut independendan non-partisan.Untuk itu atas usul insiatif DPR-RI menyusun danbersama pemerintah mensyahkan Undang-undangNomor 22 Tahun 2007 Tentang PenyelenggaraPemilu. Sebelumnya keberadaan penyelenggaraPemilu terdapat dalam Pasal 22-E Undang-undangDasar Tahun 1945 dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD,Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 TentangPemilu Presiden dan Wakil Presiden.Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenaipenyelenggara Pemilihan Umum yangdilaksanakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum(KPU) yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.Sifat nasional mencerminkan bahwa wilayah kerjadan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggaraPemilihan Umum mencakup seluruh wilayahNegara Kesatuan Republik Indonesia. Sifat tetapmenunjukkan KPU sebagai lembaga yangmenjalankan tugas secara berkesinambunganmeskipun dibatasi oleh masa jabatan tertentu.Sifat mandiri menegaskan KPU dalammenyelenggarakan Pemilihan Umum bebas daripengaruh pihak mana pun.Perubahan penting dalam undang-undang Nomor22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu,meliputi pengaturan mengenai lembagapenyelenggara Pemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah; PemilihanUmum Presiden dan Wakil Presiden; sertaPemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil KepalaDaerah yang sebelumnya diatur dalam beberapaperaturan perundang-undangan kemudiandisempurnakan dalam 1 (satu) undang-undangsecara lebih komprehensif.Dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenaiKPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kotasebagai lembaga penyelenggara pemilihan umumyang permanen dan Bawaslu sebagai lembagapengawas Pemilu. KPU dalam menjalankantugasnya bertanggung jawab sesuai denganperaturan perundang-undangan serta dalam halpenyelenggaraan seluruh tahapan pemilihanumum dan tugas lainnya. KPU memberikan laporanPresiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat.Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 TentangPenyelenggara Pemilu juga mengatur kedudukanpanitia pemilihan yang meliputi PPK, PPS, KPPS danPPLN serta KPPSLN yang merupakanpenyelenggara Pemilihan Umum yang bersifat adhoc. Panitia tersebut mempunyai peranan pentingdalam pelaksanaan semua tahapanpenyelenggaraan Pemilihan Umum dalam rangkamengawal terwujudnya Pemilihan Umum secaralangsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.Dalam rangka mewujudkan KPU dan Bawaslu yangmemiliki integritas dan kredibilitas sebagaiPenyelenggara Pemilu, disusun dan ditetapkanKode Etik Penyelenggara Pemilu. Agar Kode EtikPenyelenggara Pemilu dapat diterapkan dalampenyelenggaraan Pemilihan Umum, dibentukDewan Kehormatan KPU, KPU Provinsi, danBawaslu.Di dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, jumlahanggota KPU adalah 11 orang. Dengandiundangkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun2007 Tentang Penyelenggara Pemilu, jumlahanggota KPU berkurang menjadi 7 orang.Pengurangan jumlah anggota KPU dari 11 orangmenjadi 7 orang tidak mengubah secara mendasarpembagian tugas, fungsi, wewenang dankewajiban KPU dalam merencanakan danmelaksanakan tahap-tahap, jadwal dan mekanismePemilu DPR, DPD, DPRD, Pemilu Presiden/WakilPresiden dan Pemilu Kepala Daerah Dan WakilKepala Daerah.Menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu, komposisikeanggotaan KPU harus memperhatikanketerwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%(tiga puluh persen). Masa keanggotaan KPU 5(lima) tahun terhitung sejak pengucapansumpah/janji.Penyelenggara Pemilu berpedoman kepada asas :mandiri; jujur; adil; kepastian hukum; tertibpenyelenggara Pemilu; kepentingan umum;keterbukaan; proporsionalitas; profesionalitas;akuntabilitas; efisiensi dan efektivitas.Cara pemilihan calon anggota KPU-menurutUndang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sesrima Afdal liked this
Mamnoen Penting liked this
Rhizhuny Aza liked this
Fahrun Nisa liked this
cumak liked this
Dwi Purwanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->