Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep retinoblastoma

Askep retinoblastoma

Ratings: (0)|Views: 226 |Likes:
Published by Laily Aufklarung

More info:

Published by: Laily Aufklarung on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
Askep retinoblastoma -
Askep retinoblastoma
berikut ini adalah askep retinoblastomateman-teman dapat mendowload dan mengcopynya silahkan menuju menu askep-askep untuk  pilihan askep lainnya untuk askep dengan klien retino blastoma silahkan baca di bawah inicek it dotASUHAN KEPERAWATAN PADA GANGGUAN SISTEM PENGLIHATANRETINOBLASTOMAI. ANATOMI FISIOLOGI RETINARetina adalah suatu membran yang tipis dan bening, terdiri atas penyebaran daripada serabut-serabut saraf optik. Letaknya antara badan kaca dan koroid. Bagian anterior berakhir pada oraserata, di bagian retina yang letaknya sesuai dengan sumbu penglihatan terdapat makula lutea(bintik kuning) kira-kira berdiameter 1
 – 
2 mm yang berperan penting untuk tajampenglihatan. Di tengah makula lutea terdapat bercak mengkilap yang merupakan reflek fovea. Kira-kira 3 mm ke arah nasal kutub belakang bola mata terdapat daerah bulat putihkemerah-merahan, disebut papil saraf optik, yang di tengahnya agak melekuk dinamakaneksvakasi foali. Arteri retina sentral bersama venanya masuk ke dalam bola mata di tengahpapil saraf optik.Retina meluas ke depan hampir mencapai badan siliaris. Struktur ini tersusun dalam 10lapisan dan mengandung sel batang (rods) dan sel kerucut (cones), yang merupakan reseptorpenglihatan, ditambah 4 jenis neuron:1. Sel bipolar2. Sel ganglion3. Sel horizontal4. Sel amakrinKarena lapisan saraf pada retina disatukan bersama-sama oleh sel-sel glia yang disebut selmuller. Tonjolan-tonjolan dari sel-sel ini membentuk membran pembatas dalam dipermukaan dalam retina dan membran pembatas luar di lapisan reseptor.Retina berbatas dengan koroid dengan sel pigmen epitel retina, dan terdiri atas lapisan:1. Lapis fotoreseptor, merupakan lapis terluar retina terdiri atas sel batang yang mempunyaibentuk ramping, dan sel kerucut.2. Membran limitan eksterna yang merupakan membran ilusi.3. Lapis nukleus, merupakan susunan lapis nukleus sel kerucut dan batang.Ketiga lapis di atas avaskular dan mendapat metabolisme dari kapiler koroid.4. Lapis pleksiform luar, merupakan lapis aseluler dan merupakan tempat sinapsis selfotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horizontal.5. Lapis nukleus dalam, merupakan tubuh sel bipolar, sel horizontal dan sel muller lapis ini
 
mendapat metabolisme dari arteri retina sentral.6. Lapis pleksiform dalam, merupakan lapis aseluler merupakan tempat sinaps sel tripolar,sel amakrin dengan sel ganglion.7. Lapis sel ganglion yang merupakan lapis badan sel daripada neuron kedua.8. Lapis serabut saraf, merupakan lapis akson sel ganglion menuju ke arah saraf optik. Didalam lapisan-lapisan ini terletak sebagian besar pembuluh darah retina.9. Membran limitan interna, merupakan membran hialin antara retina dan badan kaca.Warna retina biasanya jingga dan kadang-kadang pucat pada anemia dan iskemia danmerah pada hyperemia.Untuk melihat fungsi retina maka dilakukan pemeriksaan subjektif retina seperti: tajampenglihatan, penglihatan warna, dan lapang pandangan. Pemeriksaan objektif adalah:- Elektroretino-gram (ERG)- Elektro-okulogram (EOG)- Visual Evoked Respons (VER)
Fungsi RetinaFungsi retina pada dasarnya adalah menerima bayangan visual yang dikirim ke otak.Bagian sentral retina atau daerah makula mengandung lebih banyak fotoreseptor kerucutdaripada bagian perifer retina.- Sel kerucut (cones) yang berjumlah 7 juta dan paling banyak di region fovea, berfungsiuntuk sensasi yang nyata (penglihatan yang paling tajam) dan penglihatan warna.- Sel batang (rods) untuk sensasi yang sama-samar pada waktu malam atau cahayaremang. Sel ini mengandung pigmen visual ungu yang disebut rhodopsin.
Komponen-komponen RetinaII. PENGERTIANRetinoblastoma adalah tumor retina yang terdiri atas sel neuroblastik yang tidak berdiferensiasi dan merupakan tumor ganas retina pad anak.40 % penderita retinoblastoma merupakan penyakit herediten. Retinoblastomamerupakan tumor yang bersifat autosomal dominan dan merupakan tumor embrional.Sebagian besar penderita dengan retinoblastoma aktif ditemukan pada usia 3 tahun, sedangbila terdapat binokuler biasanya terdapat pada usia lebih muda atau 10 bulan.Retinoblastoma dapat ditemukan dalam bentuk yang regresi terutama pada anak-anak.
 
 Pada saat terakhir ini terlihat kenaikan jumlah anak menderita retinoblastoma di Indonesia.Kenaikan insiden tumor ini mungkin sekali akibat sudah meningkatnya penerangan akantumor pada anak, sehingga prang tua penderita lebih cepat memeriksakan mata anaknya.III. PENYEBABRetinoblastoma terjadi karena kehilangan kedua kromosom dari satu alel dominanprotektif yang berada dalam pita kromosom 13g14. Bisa karena mutasi atau diturunkan.Mutasi terjadi akibat perubahan pada rangkaian basa DNA. Peristiwa ini dapat timbul karenakesalahan replikasi, gerakan, atau perbaikan sel. Mutasi dalam sebuah sel benih akanditransmisikan kepada turunan sel tersebut. Sejumlah faktor, termasuk virus, zat kimia, sinarultraviolet, dan radiasi pengion, akan meningkatkan laju mutasi. Mutasi kerapkali mengenaisel somatic dan kemudian diteruskan kepada generasi sel berikutnya dalam suatu generasi.IV. PATOFISIOLOGIRetinoblastoma merupakan tumor ganas utama intraokuler yang ditemukan pada anak-anak,terutama pada usia di bawah 5 tahun. Tumor berasal dari jaringan retina embrional, dapatterjadi unilateral (70 %) dan bilateral (30 %). Sebagian besar kasus bilateral bersifat hereditenyang diwariskan melalui kromosom.Massa tumor dapat tumbuh ke dalam vitreous (endofilik) dan tumbuh menembus keluarlapisan retina atau ke ruang sub retina (endofilik). Kadang-kadang tumor berkembang difus.Pertumbuhan endofilik lebih umum terjadi. Tumor endofilik timbul dari lapisan intidalam lapisan serabut saraf dan lapisan ganglion retina. Tipe eksofilik timbul dari lapisan intiluar dan dapat terlihat seperti ablasio retina yang solid.Perluasan retina okuler ke dalam tumor vitreous dapat terjadi pada tipe endofilik dandapat timbul sebaran metastase lewat spatium subretina atau melalui tumor vitreous. Selainitu tumor dapat meluas lewat infiltrasi pada lamina cribrosa langsung ke nervus optikusdengan perluasan ke lapisan koroid dapat ditemukan infiltrasi vena-vena pada daerah tersebutdisertai metastasis hematogen ke tulang dan sumsung tulang.Tumor mata ini, terbagi atas IV stadium, masing-masing:
Stadium I: menunjukkan tumor masih terbatas pada retina (stadium tenang)
Stadium II: tumor terbatas pada bola mata.
Stadium III: terdapat perluasan ekstra okuler regional, baik yang melampaui ujung nervusoptikus yang dipotong saat enuklasi.
Stadium IV: ditemukan metastase jauh ke dalam otak.Pada beberapa kasus terjadi penyembuhan secara spontan, sering terjadi perubahan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->