Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Komunikasi Budaya-Sumadi

Komunikasi Budaya-Sumadi

Ratings:

4.8

(10)
|Views: 2,190 |Likes:
Published by sumadi
"Peace Resolution for POSO Pendekatan Budaya"
Oleh : Sumadi and A.Benekdiktus.simangungsong
"Peace Resolution for POSO Pendekatan Budaya"
Oleh : Sumadi and A.Benekdiktus.simangungsong

More info:

Published by: sumadi on Dec 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
Peace Resolution for POSO
by Sumadi (Pesantren Darussalam Ciamis) and B. Arnold Simangungson (Universitas Pelita Harapan Jakarta)
Latar Belakang Konflik Poso
Konflik di Indonesia sudah seperti dinamika yang tiada henti. Pemicu konflik mungkinpersoalan yang sangat kecil tetapi rasa etnosentris, dominasi, dan kekuasaan telah membuatkonflik menjadi besar. Kadangkala makin besarnya konflik bukan karena ketiadaan kesadaranmasyarakat yang berkonflik untuk hidup harmonis, tetapi ada faktor-faktor kepentingan yang ikutbermain dalam rangka melanggengkan kekuasaan yang sudah dimilikinya.Di Indonesia, misalnya kita ambil contoh adalah konflik di Poso. Poso yang merupakansalah satu kota dari Sulawesi Tengah terdiri dari 8 wilayah yang kebanyakan adalah beragamaIslam di Kota dan pesisir pantai dan Protestan di daerah dataran tinggi. Tapi semenjak tahun1990-an, sektor ekonomi dikuasai oleh orang-orang pendatang, dimana etnis Cina dan pedagangBugis mendominasi pedagangan kakao, cengkeh dan kopra yang merupakan sumber penghasilan terbesar bagi penduduk Poso. Karena dominasi inilah yang akhirnya menjadipemicu, ketika seorang Pemuda Protestan membunuh pemua Islam karena persoalan jual belihingga akhirnya konflik merambat menjadi konflik agama.Konflik Poso merupakan konflik horizontal antar agama, meskipun sebenarnya konfliktersebut tidaklah sesederhana itu, karena melibatkan juga persilangan antar etnik, baik lokalmaupun pendatang dan kepentingan politik sipil maupun militer serta masuknya kekuatan luar,baik seperti laskar jihad maupun militer seperti satuan-satuan TNI dan Polri yang di-BKO-kan.Konflik Poso dimulai pada tahun 1998 awalnya dipicu oleh tindakan-tindakan kriminalyang tidak mendapatkan proses yang menindakan perilaku kriminal tersebut secara penuh olehaparat keamanan. Lalu konflik tersebut menyebar menjadi konflik horizontal antara komunitasMuslim dan Kristen sehingga memicu para elit politik dan agama, dimana agama dibagi lagimenjadi kelompok-kelompok etnis yang dibedakan oleh agama mereka, terjebak dalammemandang konflik sebagai dikotomi konflik agama.Berlanjutnya konflik ini akhirnya menuntut Pemerintah untuk turun tangan menanganimasalah ini dengan melakukan rencana rekonsialiasi untuk pihak-pihak yang bermusuhanmelalui 10 poin persetujuan yang dikenal sebagai Deklarasi Malino 1, yang ditandatangani pada20 desember 2001. Tetapi dari persetujuan Deklarasi Malino 1, tidak mengalami penurunan
 
tingkat konflik, malah terus berlanjut hingga tahun 2004 masih terdapat 129 peristiwa kekerasaanyang terjadi.Kejadian kekerasaan ini pada tingkat akar rumput telah membentuk individu menjadilebih mudah ’terprovokasi’ oleh pernyataan-pernyataan elit yang memecah belah sehinggamembuat kondisi yang sudah aman menjadi bergejolak lagi. Kejadian ini memperlihatkanbagaimana komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga membuat individu masyarakatmenjadi rentan terhadap isu-isu yang dapat memperbesar konflik sehingga aturan-aturan sosialtidak mampu dibentuk dengan baik.Kondisi lain yang memperlihatkan bahwa kekerasaan tidak menurun adalahketidakpercayaan masyarakat, dikedua belah pihak terhadap aparat keamanan. Kaum muslimakhirnya lebih percaya dengan Laskar Jihad yang datang dari Jawa untuk menjaga rasa amanmereka. Kejadian ini akhirnya membuat ’aturan sosial’ bukan dibuat oleh sistem yang ada, tetapimenurut persepsi masing-masing pihak.
Penyebab Konflik Poso
Konflik poso dimulai bukan hanya dari sudut pandang agama, tetapi hal pertama yangdilihat adalah konflik ini bermula dari kesenjangan sosial ekonomi, terutama mengenaipergeseran pemegang tampuk kekuasaan, dari etnis asli (pamona) ke pendatang baru.Pergeseran kesenjangan ini menyebabkan perubahan pola rekrutmen dan pusat perekonomianyang pindah wilayah. Pola rekrutmen dan pusat perekonomian yang berubah telah menuntutmasyarakat asli lokal untuk berbagi peran dengan kaum pendatang. Berbagi peran mungkin tidakakan membuat konflik berkepanjangan, tetapi yang terjadi adalah terbentuknya polapendominasian oleh kaum pendatang kepada kaum asli lokal, sehingga kaum asli lokal terjepitdan bahkan termarginalisasi. Akibat dari marginalisasi, terutama berkurangnya pemasukanpendapatan untuk kebutuhan sehari-hari mengakibatkan kaum asli lokal berusaha untukmeraihnya kembali posisi sebelumnya. Ketika terjadi perebutan posisi secara sosial ekonomiinilah terjadi perbenturan kepentingan antara kedua kelompok etnis.Kondisi lain yang perlu kita ketahui mengenai konflik Poso yang melibatkan 2 kelompokbesar, yaitu asli lokal dengan pendatang dalam hal pembagian peran dan penerimaan sumber daya sosial dan ekonomi, maka dapat terlihat bahwa "konflik" sebenarnya bukan hanya masalahsosial ekonomi, tetapi karena 'keserakahan' manusia yang tidak mau masuk ke area untuk cukupterhadap pendapatan atau pemasukannya. Kondisi konflik ini terjadi karena tidak adanyapembagian yang seimbang, komunikasi untuk berbagi peran yang tidak seimbang, dan power 
 
salah satu pihak yang terlalu besar sehingga keterlibatan masyarakat asli lokal tidak terjangkaudengan baik.Penyebab lain terjadinya konflik adalah adanya dominasi salah satu agama terhadap structuralPemerintahan. Sebelumnya sudah ada konsesus antara tingkatan masyarakat di Poso bahwa jabatan structural dibagi antara 2 kelompok, yaitu Islam dan Protestan. Karena jabatan palingtinggi adalah Bupati dan Sekwilda, maka apabila Bupatinya adalah Muslim, maka Sekwildanyaadalah Protestan. Tetapi konsesus ini terputus ketika tahun 1999 kelompok Muslim menguasaikedudukan structural ini.
Hipotetikal
Konflik adalah sebuah gabungan antara krisis ekonomi dan kesempatan karenamelibatkan perubahan-perubahan konfigurasi kekuaran dan alokasi sumber daya sebagaitantangan dari suatu kepentingan, aspirasi, kesempatan dan persepsi yang ada. Jadi konflik bisadikatakan bukan hanya sebagai krisis tetapi juga sebagai kesempatan untuk perubahan (Barron,2004) --
working paper social development paper : conflict prevention and reconstruction
, paper no.19/dec 2004).Konflik di Poso sebenarnya memperlihatkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap orang lainyang hidup berdampingan tidak berjalan baik. Mereka masih menilai diri mereka lebih berhargadibandingkan orang lain dan selalu mengganggap bahwa dominasi mereka lebih kuatdibandingkan orang lain terutama mereka yang pendatang dan minoritas. Peristiwa sebelum dansetelah Perjanjian Malino 1 tidak membuat individu yang ada dalam masyarakat peduli danperhatian terhadap nilai, norma, dan kebiasaan hidup yang harmonis sebelum terjadi konflik.Dalam mempelajari konflik apalagi konflik di Indonesia, maka kita tidak akan terlepasatau saling kait mengkait dengan indikator budaya. Indikator untuk menganalisis konflik denganmenggunakan pendekatan budaya dapat dilakukan dengan 3 (tiga) pendekatan, seperti yangdikatakan oleh Martin dan Nakayama (2004, 47), yaitu : 1) pendekatan ilmu sosial ataupendekatan fungsionalis; 2) pendekatan interpretif; 3) pendekatan kritis. Ketiga pendekatan iniberbeda dalam cara memandang perilaku manusia, cara melakukan penelitiannya, metodologi,serta pemikiran dalam melakukan konseptualisasi mengenai budaya dan komunikasi.
Pendekatan sosial atau fungsionalis
Pendekatan fungsionalis mengatakan bahwa perilaku manusia bisa diprediksi dan tujuan daripeneliti adalah untuk menggambarkan dan memprediksi perilaku manusia. Karena itu peneliti

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
AngGhie Mraz liked this
fariz misbah liked this
emaleeya liked this
Junjun Mulyana liked this
BanditCyber liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->