Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
36Activity
P. 1
TBC Extra Paru Rodo

TBC Extra Paru Rodo

Ratings: (0)|Views: 1,045 |Likes:
Published by Anggri Septyan

More info:

Published by: Anggri Septyan on Apr 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Insidensi Tuberculosis (TBC) dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia termasuk juga di Indonesia. Penyakit ini biasanya banyak terjadi padanegara berkembang atau yang mempunyai tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah.Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit infeksi penyebab kematian dengan urutan atas atauangka kematian (
mortalitas
) tinggi, angka kejadian penyakit (
morbiditas
), diagnosis dan terapiyang cukup lama. Di Indonesia TBC merupakan penyebab kematian utama dan angkakesakitan dengan urutan teratas setelah ISPA. Indonesia menduduki urutan ketiga setelah Indiadan China dalam jumlah penderita TBC di dunia. Jumlah penderita TBC paru dari tahun ketahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru,dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empatmenit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia. Mengingat besarnya masalah TBCserta luasnya masalah semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri
 Mycobacterium tuberculosis
. TBC terutamamenyerang paru-paru sebagai tempat infeksi primer. Selain itu, TBC dapat juga menyerangkulit, kelenjar limfe, tulang, dan selaput otak. TBC menular melalui droplet infeksius yangterinhalasi oleh orang sehat. Pada sedikit kasus, TBC juga ditularkan melalui susu. Padakeadaan yang terakhir ini, bakteri yang berperan adalah
 Mycobacterium bovis.
Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalahkesehatan Masyarakat. Di Indonesia maupun diberbagai belahan dunia. Penyakit tuberculosismerupakan penyakit menular yang kejadiannya paling tinggi dijumpai di India sebanyak 1.5 juta orang, urutan kedua dijumpai di Cina yang mencapai 2 juta orang dan Indonesiamenduduki urutan ketiga dengan penderita 583.000 orang. Tuberkulosis adalah suatu penyakitinfeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan namaMycobacterium tuberkulosis. Penularan penyakit ini melalui perantaraan ludah atau dahak  penderita yang mengandung basil tuberkulosis paru. Pada waktu penderita batuk butir-butir air ludah beterbangan diudara dan terhisap oleh orang yang sehat dan masuk kedalam parunyayang kemudian menyebabkan penyakit tuberkulosis paru. Menurut WHO (1999), di Indonesiasetiap tahun terjadi 583 kasus baru dengan kematian 130 penderita dengan tuberkulosis positif 
1
 
 pada dahaknya. Sedangkan menurut hasil penelitian kusnindar 1990, Jumlah kematian yangdisebabkan karena tuberkulosis diperkirakan 105,952 orang pertahun. Kejadian kasustuberkulosa paru yang tinggi ini paling banyak terjadi pada kelompok masyarakat dengan sosioekonomi lemah.Terjadinya peningkatan kasus ini disebabkan dipengaruhi oleh daya tahan tubuh, statusgizi dan kebersihan diri individu dan kepadatan hunian lingkungan tempat tinggal. Penyakittuberkulosis ini dijumpai disemua bagian penjuru dunia. Dibeberapa Negara telah terjadi penurunan angka kesakitan dan kematiannya. Angka kematian berkisar dari kurang 5 - 100kematian per 100.000 penduduk pertahun. Angka kesakitan dan kematian meningkat 100.000 penduduk.Penyakit tuberculosis dapat dibagi menjadi dua bagian besar. Pertama yaitu tuberculosis paru dimana penyakit tuberculosis ini yang menyerang jaringan paru, tidak termasuk pleura(selaput paru). Kedua yaitu tuberculosis ekstra paru dimana Tuberculosis ini adalahtuberculosis yang menyerang organ tubuh selain jaringan paru,, misalnya pleura (selaput paru),selaput otak, selaput jantung, kelejar limfe, tulang, persendian, kulit, usus, ginjal, salurankencing, alat kelamin dan lain-lain. Di makalah ini penulis akan membahas tuberculosis ekstra paru mulai dari definisi, organ –organ apa saja yang terkena dan bagaimana penanganannya.Tuberkulosis paling sering menyerang paru tapi TB juga sangat berbahaya karena dapatmenyerang organ selain paru. TB bisa menclok di kelenjar getah bening, usus, tulang, otak danselaputnya, laring, ginjal, rahim, bahkan payudara. Tuberkulosis bisa mengenai setiap organ pada tubuh manusia, walaupun sebagian besar tuberkulosis mengenai paru, tapi kejadian ekstra paru atau penyakit TB di luar paru dilaporkan mencapai 5 hingga 30 persen. Penampakan TBekstra paru ini biasanya tidak khas, muncul perlahan dan diagnosis terkadang tidak terpikirkandan cenderung terlambat. Ini suatu fenomena yang penting, karena akibat lambatnya diagnosisakan berakibat lambatnya pengobatan sehingga terjadi cacat atau keadaan mengancam nyawa.Dikira kista di rahim tak tahunya malah TB dirahim. Dikira rematik tak tahunya TBC tulang.Salah satu mekanisme timbulnya TB ekstra paru ini adalah reaktifasi fokus TB lama. Reaktifasiini meningkat sejalan peningkatan kasus, seperti manula (usia lanjut), pemakaian obatimunosupresif atau steroid, malnutrisi, plavelensi AIDS dan adanya penyakit penyerta sepertiliver dan ginjal.Lokasi lesi TB paru dan ekstra paru pada saat infeksi primer dipengaruhi oleh derasnyaaliran darah dan tingginya tekanan oksigen seperti di apeks paru, korteks ginjal dan daerah pertumbuhan pada tulang panjang. TB ekstra paru dapat menular, tapi penularannya tidak 
2
 
seperti TB paru yang melalui kontak langsung lewat udara yang tercemar bakteri tuberkulosis.TB ekstra paru menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi bakteri tuberkulosis.Biasanya penularan terjadi melalui transfusi darah.
BAB IITUBERCULOSIS EXTRA PULMONAL
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->