Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah filsafat

makalah filsafat

Ratings: (0)|Views: 558|Likes:
Published by Gus Widi

More info:

Published by: Gus Widi on Apr 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/17/2012

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Dalam mengahadapi seluruh kenyataan dalam hidupnya, manusia senantiasa terkagumatas apa yang dilihatnya. Manusia ragu-ragu apakah ia tidak ditipu oleh panca inderanya, danmulai menyadari keterbtasannya. Dalam situasi itu banyak yang berpaling kepada agama ataukepercayaan Ilahiah. Manusia ingin memperoleh keterangan mengenai asal-usul alam semesta.Manusia bahkan ingin mengenali dirinya sendiri, mengenai eksistensinya, hakikatnya, tujuanhidupnya, dsb.Menurut Rindjin (1987:11) ada tiga faktor yang mendorong dan menjadi sumbertimbulnya filsafat dan ilmu yaitu akal-budi, thauma, dan aporia. Sudah sejak awal sejarah,ternyata sikap iman penuh taqwa itu tidak menahan manusia menggunakan akal-budi danpikirannya untuk mencari tahu apa sebenarnya yang ada di balik segala kenyataan (realitas) itu.Proses itu mencari tahu itu menghasilkan kesadaran, yang disebut pencerahan. Jika prose situmemiliki ciri-ciri metodis, sistematis dan koheren, dan cara mendapatkannya dapatdipertanggungjawabkan, maka lahirlah ilmu pengetahuan. Selain itu, rasa ingin tahu manusiayang sangat besar dan didorong rasa kagum (thauma) mempengaruhi manusia untuk mempelajarifilsafat dan ilmu. Selanjutnya terkait dengan masalah yang dihadapi oleh manusia (aporia),manusia tidak bisa lepas dari masalah dalam perjalanan hidupnya. Masalah yang dihadapimanusia bukan hanya dari segi praktis dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga dari segi teoritis.Masalah itu juga dapat dibedakan menjadi masalah mendasar dan mendesak. Munculnyamasalah ini akan membawa manusia kealam filsafat dan ilmu.Namun, tidak dapat kita pungkiri bahwa perkembangan peradaban manusia yang adapada saat ini merupakan bentuk desakan dari pengaruh berkembangnya aspek-aspek kehidupandi masa lalu. Manusia dengan alam pikirannya selalu melahirkan inovasi baru yang padaakhirnya memberikan efek saling tular serta membentuk sikap tertentu pada lingkungannya.Fenomena ini akan membawa kita kepada masa depan manusia yang berbeda dan lebihkompleks. Prediksi pada ilmuwan Barat yang menyatakan bahwa agama formal (organizedreligion) akan lenyap, atau setidaknya akan menjadi urusan pribadi, ketika iptek dan filsafat
 
semakin berkembang, ternyata tidak terbukti. Sebaliknya, dewasa ini sedang terjadi prosesartikulasi peran agama (formal) dalam berbagai jalur sosial, politik, ekonomi, bahkan dalamteknologi. Manusia yang berpikir filsafati, diharapkan bisa memahami filosofi kehidupan,mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga lebih arif dalam memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang ditekuninya, termasuk pemanfaatannya bagi masyarakat.Penulis tertarik dengan judul kenapa
1.2
 
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:1)
 
Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya kecemasan dalam belajarsiswa?2)
 
Bagaimanakah cara dan manfaat menaggulangi kecemasan belajar siswa biladitinjau dari perspektif psikologi bihavioristik?
1.3 Tujuan Pembuatan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang ingin dicapai adalah:1)
 
Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnyakecemasan dalam belajar siswa.2)
 
Untuk mengetahui bagaimanakah cara dan manfaat menaggulangi kecemasanbelajar siswa bila ditinjau dari perspektif psikologi bihavioristik.
 
BAB IIPEMBAHASAN2.1
 
Agama2.1.1
 
Definisi Agama
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsipkepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnyadengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan
tersebut. Kata “agama” berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti “tradisi”.
Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasaLatin religio dan berakar pada kata kerja re-
ligare yang berarti “mengikat kembali”.
Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan (wikipedia.com).Untuk memberikan batasan tentang makna agama memang agak sulit dan sangatsubyektif. Karena pandangan orang terhadap agama berbeda-beda. Ada yangmemandangnya sebagai suatu institusi yang diwahyukan oleh Tuhan kepada orang yangdipilihnya sebagai nabi atau rasulnya, dengan ketentuan-ketentuan yang telah pasti. Adayang memandangnya sebagai hasil kebudayaan, hasil pemikiran manusia, dan ada pulayang memandangnya sebagai hasil dari pemikiran orang orang yang jenius, tetapi ada
 pula yang menganggapnya sebagai hasil lamunan, fantasi, ilustrasi (Syafa‟at,1965).
 Menurut Mukti Ali minimal ada tiga alasan berkaitan dengan hal ini, yakni :1. Karena pengalaman agama adalah soal batini dan subyektif, juga sangat individualistis,tiap orang mengartikan agama itu sesuai dengan pengalamannya sendiri, atau sesuaidengan pengalaman agama sendiri. Oleh karena itu tidak ada orang yang bertukar pikirantentang pengalaman agamanya dapat membicarakan satu soal yang sama.2. Bahwa barangkali tidak ada orang yang begitu bersemangat dan emosional lebih daripada membicarakan agama, karena agama merupakan hal yang sakti dan luhur.3. Bahwa konsepsi tentang agama akan dipengaruhi oleh tujuan orang yang memberikanpengertian agama itu. Orang yang giat pergi ke Mesjid atau Gereja, ahli tasawuf ataumistik akan condong untuk menekankan kebatinannya. Sedangkan ahli antropologi yangmempelajari agama condong untuk mengartikannya sebagai kegiatan-kegiatan dankebiasaan-kebiasaan yang dapat diamati (Manaf, 2000).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->