Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gerakan Islam Radikan Sebagai Gerakan Sosial

Gerakan Islam Radikan Sebagai Gerakan Sosial

Ratings: (0)|Views: 564|Likes:
Published by abdul_kholek

More info:

Published by: abdul_kholek on Apr 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
[Mata Kuliah Gerakan Sosial : Abdul Kholek]Page 1
Pertemuan Ke-10GERAKAN ISLAM RADIKAL SEBAGAI GERAKAN SOSIAL
1
1.Suatu Pengantar
Sejak tahun 2000, dunia menyaksikan kebangkitan radikalisme Islam di AsiaTenggara. Selain kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan dan Kumpulan
Mujahidin 
Malaysia (KMM) yang terlibat dalam penyanderaan sejumlah warga asing, radikalismeini hampir identik dengan kemunculan sejumlah organisasi Islam di Indonesia sepertiForum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah (FKASWJ), Front Pembela Islam (FPI)dan Majelis
Mujahidin 
Indonesia (MMI). Jamaah Islamiyah (JI) menyita paling banyakperhatian berkat keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror di Indonesia yangmenimbulkan banyak korban jiwa.Dalam tulisan ini
Eric Hiariej
, melihat radikalisme Islam sebagai gerakan sosial.Dari sisi gerakan sosial, dua pertanyaan relevan yang menjadi fokus perhatian adalah:(1) apa bentuk-bentuk aksi kolektif radikalisme Islam, dan (2) bagaimana aksi kolektiftersebut dipahami.Kedua pertanyaan mendasar inilah yang akan diuraiankan lebihlanjut dalam perkuliahan ini.
2.Pembingkaian Teoritik
Dalam tradisi studi gerakan sosial aksi selalu dipahami sebagai alatuntukmencapai tujuan. V.I. Lenin di awal abad ke-20, aksi kerap dikaitkan dengan soalbagaimana paraaktivis menginvestasikan sebagian besar tenaga dan pikirannyauntukmempertimbangkan dan memilih strategi yang paling menguntungkandalammencapai apa yang mereka cita-citakan.Radikalisme Islam di Asia Tenggara jugamemahami aksi para aktivisMuslim garis keras sebagai upaya mewujudkan tujuan,yakni penerapan
Shari’a 
, pendirian sebuah negara Islam atau pendirian sebuahkhilafah(Barton 2004; Wright-Neville 2004; Bubalo dan Fealy 2005; Fealey 2005;vanBruinessen 2002a; 2002b; Abuza 2002; 2004; Eliraz 2004).
1
Elaborasi Tulisan Eric Hiariej. Aksi dan Identitas Kolektif Gerakan Islam Radikal di IndonesiaSumber : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Volume 14, Nomor 2, November 2010 (131-168)
 
[Mata Kuliah Gerakan Sosial : Abdul Kholek]Page 2
Wright-Neville, mengklasifi kasikan aktivis Muslim diMalaysia dan Indonesiamenjadi
activist 
,
militant 
, dan
terrorist 
. Wright-Neville menggunakan kategori iniuntuk membedakan tiga macamagenda aksi; antara aksi yang bertujuan sekadarmerubah kebijakanpolitik agar bernuansa Islami, yang bertujuan bukan saja untukmerubahkebijakan tapi juga untuk mengganti hierarki politik yang lebih berpihakpada umat Islam, dan yang bertujuan melakukan perubahan radikanterhadap tatanansosial yang ada dengan menggunakan kekerasan.Kelemahanmodel instrumentalis sudah dibahas di banyak tempat(lihat,misalnya, Melucci 1985; 1989; 1996; Buechler 2000). Apa yang relevanbagi studi iniadalah cara aksi kolektif dipahami telah mengabaikan arti penting aspek kulturaldalam gerakan sosial. Sebelum sebuah aksidilakukan para aktivis, pada dasarnya,perlu merasa beberapa aspekkehidupannya terganggu dan merasa yakin denganbertindak bersamamereka bisa mengatasi persoalannya.Tanpa perasaan bersama, yangmenjadi basis kolektivitas gerakan, yangdibentuk oleh proses
framing 
,ideologi dan identitas, sulit dibayangkan aksi kolektifbisa terwujud.Model instrumentalis, terutama yang terpengaruh teori aksirasionalyang dikembangkan Mancur Olson (1965), selalu melihat aksikolektif dalam kontekskalkulasi untung-rugi. Yang terlupakan adalahpertimbangan rasional hanya bisadilakukan jika para aktivis telah memilikikesepakatan tentang ukuran sebuahrasionalitas (lihat Melucci 1989; 1996).Ukuran rasionalitas merupakan hasil konstruksi sosial yang tergantungpadabagaimana para aktivis mengenal dirinya sendiri, mengetahuiapa yang sedangdilakukan dan mengenali lingkungan di luar dirinya.Proses internal sebuah gerakanyang berlangsung sebelum aksi kolektifini adalah proses pembentukan identitaskolektif, yang mengambil jalannon-rasional, yakni jalan identifi kasi dengan ‘kawan’dan ‘lawan’. Dalamteori-teori gerakan sosial baru (GSB), identitas kolektif yangmelahirkanrasa senasib sepenanggungan, rasa menghadapi musuh bersama danrasa memiliki tujuan bersama—yang membentuk ‘ke-kita-an’ dari setiapgerakansosial—bukan saja menentukan bentuk dan berhasil tidaknyasebuah aksi, tapi jugabisa dipandang sebagai tujuan gerakan itu sendiri.Menurut teori GSBaksi bukan lagi sebuah ‘awal’ dari sebuah ziarah untukmenuju tujuantertentu, melainkan ‘akhir’ dari sebuah proses pembentukan
 
[Mata Kuliah Gerakan Sosial : Abdul Kholek]Page 3
kolektivitassebuah gerakan.Tulisan ini tidak akan menjelaskan bentuk-bentuk aksiyangdilakukan kelompok-kelompok Islam radikal sebagai instrumen untukmencapaitujuan. Setelah uraian tentang format aksi kolektif yang pernahdipraktikkan paraaktivisnya dalam kurang lebih delapan tahun terakhir,tulisan ini akan mengajakpembaca memahami logika gerakan tersebutdengan mencermati prosespembentukan identitas kolektif.
3.Perkembangan Radikalisme Islam di Indonesia
Radikalisme Islam dalam tulisan ini mengacu pada limaorganisasi Islam gariskeras di Indonesia yang muncul terutama setelahpengunduran diri Soeharto, yaituForum Komunikasi Ahlus Sunnahwal Jamaah (FKASWJ) beserta sayap militernyaLaskar Jihad (LJ), FrontPembela Islam (FPI), Majelis
Mujahidin 
Indonesia (MMI),Hizbut TahrirIndonesia (HTI) dan Jamaah Islamiyah (JI).Memperjelas mengenaikelima organisasi tersebut dapat lihat dalam tabel 1. Berikut ini :Tabel. 1Organisasi IslamGaris Keras di Indonesia
Sumber: Fealey (2004); Barton (2004); Batley (2003); Singh (2003); Jamhari dan Jahroni (2004)
OrganisasiWaktuPendirianTokohutamaLatar belakang pendirian
HTIPertengahan1980-anIsmailYusanto,MuhammadKhatahBerkembang bersamaandenganmeningkatnyaaktivisme Islam dikampuskampusbesar di Jawa diera 1980-an.JIAwal 1990-anAbdullahSungkar,RiduanIsamudin,Abdul AzizKetidakpuasan terhadaprepresi politikOrdeBaru dan meningkatnyapenindasanatas umat Islamdi berbagai belahan duniaFPI17 Agustus1998HabibRizieqReaksi terhadapmeningkatnyademonstrasimahasiswa yangmenentangHabibieFKASWJdan LJ14 Februari1998; April2000Jafar UmarThalib, AyipSafruddinRespon terhadap kesulitanumat Islamakibat krisisekonomi dan politik 1997-1998; respon terhadapkonfl ik antar-agama diMalukuMMI7 Agustus2000Abu BakarBa’asyir,IrfanAwwas,MuhammadThalibMenyediakan wadahgerakan bagi semuaaktivisMuslim pro penegakkan
Shari’a 
yang masihterfragmentasi

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
tinfuse liked this
Wahyu Adi P liked this
endry02 liked this
teuku_fadeli liked this
teuku_fadeli liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->