You are on page 1of 17

TUGAS PENGGANTI UTS MATA KULIAH PENGANTAR SOSIOLOGI

Tema : Perampokan / Pencurian Judul : Perampokan Mini Market Yang Terorganisir

Disusun oleh Muhammad Rafsanjani 41711015 Zulfahri 41711022

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang bejudul Perampokan Toko EmasSkala Besar & Terorganisir sebagai salah satu pengganti UTS ( Ujian Tengah Semester) Mata Kuliah Pengantar Sosiologi. Dan tidak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua kalangan yang telah berpartisipasi dan memberikan bantuan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Terutama kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing kami Ibu Nia Kurniawati,SIP Msiyang telah mengarahkan dan membimbing kami dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan,sehingga di butuhkan kritik dan saran yang konstruktif dari berbagai kalangan demi perbaikan dan sekaligus memperbesar manfaat tulisan ini sebagai sebuah referensi.
Akhirnya,Semoga makalah yang telah penulis susun dapat bermanfaat dan

berguna bagi semua kalangan.

Bandung, Maret 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 2 DAFTAR ISI ........................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 4 BAB II TINJAUAN TEORITIS ............................................................................. 6 2.1 Tema .............................................................................................................. 6 2.2 Judul ............................................................................................................. 9 BAB III TINJAUAN KASUS............................................................................... 10 BAB IV PEMBAHASAN ..................................................................................... 12 1. 2. 3. Motif Perampokan Minimarket .................................................................. 12 Mekanisme Perampokan Minimarket dan Dampak yang Di timbulkan .... 13 Langkah Pencegahan Perampokan Minimarket ......................................... 14

BAB V PENUTUP ................................................................................................ 16 A. Kesimpulan ................................................................................................ 16 B. Saran ........................................................................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 17

BAB I

PENDAHULUAN
Dimensi kehidupan masyarakat sangatlah kompleks. Berbagai macam bentuk interaksidan komunikasi, hidup didalamnya. Bidang sosial, ekonomi,

politik, dan budaya menjadi ruang lingkup yang paling banyak dibahas dan diberitakan. Tak jarang antara berbagai bidang tersebut saling sikutmenyikutperihal prioritas dan bahkan masing-masing dalam bidang tersebut sendiri terjadi kesenjangan dan dapat berakibat pada timbulnya konfik horizontal. Secara khusus, permasalahan di bidang sosial dalam kehidupan bermasyarakat sangatlah banyak. Masalah tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor dan gejala sosial, yaitu semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidariatas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal. Faktor dan gejala tersebut disebut dengan Patologi Sosial.1 Dengan kata lain, Patologi Sosial adalah Kriminalitas. Patologi sosial berisi tentang berbagai macam bentuk kejahatan atau penyimpangan sosial, dari waktu ke waktu berkembang secara dinamis dan membentuk pola baru, baik dari segi cara betindaknya maupun akibat yang ditimbulkanya. Secara umum tindakan penyimpangan tersebut dapat menggangu stabilitas sebuah kelompok masyarakat, bahkan lebih luas lagi dapat menimbulkan gangguan dan ancaman bagi stabilitas dan keamanan nasional. Penyimpangan sosial dapat terjadi dalam hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lain, individu dengan masyarakat, maupun masyarakat dengan masyarakat yang lain. Salah satu contohnya adalah permasalahan mengenai tingkah laku yang bertentangan dengan hak kepemilikan seseorang.
1

http://id.wikipedia.org/wiki/Patologi_sosial diakses tanggal 31/03/201 jam 12:33 WIB

Ada berbagai macam motif yang melatarbelakangi terjadinya penyimpangan ini. Salah satunya, motif ekonomi. Ketika seseorang cenderung merasakan kekurangan dan keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari sementara segala hal positif telah diusahakan namun tidak berbuah hasil, beberapa orang cenderung melakukan tindakan menyimpang. Tindakan tersebut dilakukan sebagai wujud pemenuhan kebutuhan secara instant tanpa memikirkan akibat yang di timbulkan. Tindakan dapat berupa pengambilan atau perampasan hak kepemilikan seseorang secara illegal. Bentuk, jenis dan cara yang digunakan pun relatif beraneka ragam sesuai dengan perkembangan dan mobilitas di dalam masyarakat. Secara umum, tindakan tersebut sering kita asumsikan sebagai tindakan Pencurian dan atau Perampokan. Tindakan semacam ini secara generalis dapat terjadi dan ditemukan melalui pemberitaan dari berbagai media massa. Mengingat perilaku menyimpang ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, dapat terjadi kapan saja, diamana saja dan tanpa mengenal siapa korbanya. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penulis melakukan pembahasan dan analisis yang disuguhkan dalam sebuah studi kasus yang berjudul Perampokan Minimarket Yang Terorganisir. Judul dipilh sesuai dengan dinamika dan permasalahan yang akhir-akhir ini berkembang di masyarakat. Motif apa yang mendasari, mekanisme yang lakukan, dampak yang ditimbulkan bagi korbanya, dan langkah apa yang harus di ambil oleh aparat keamanan, serta cara atau kiat menanggulangi bahkan mencegah kejadian tersebut agar tidak terjadi. Rumusan masalah tersebut akan dibahas secara intensif dalam makalah ini.

BAB II TINJAUAN TEORITIS


Sebelum kita melakukan pembahasan atau analisis terkait permasalahan yang dipaparkan dalam makalah ini, ada baiknya kita mengetahui atau melakukan tinjauan terhadap pengertian baik secara etimologi (asal kata), maupun berdasarkan terminologi kejadian kata. Tinjauan ini didasarkan atas berbagai sumber dan referensi yang dirangkum secara konseptual dan selekta. Pada tataran tinjauannya, dilakukan pembagian atas dua pembahasan. Yang pertama membahas secara garis besar mengenai tema dari patologi sosial yang kita bahas, dan yang kedua mengenai judul makalah yang bersesuaian (agreement) dengan tema. 2.1 Tema Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pencurian adalah proses atau cara, perbuatan mencuri. Sedangkan Menurut Wikipedia Indonesia, bahwasanya yang dimaksud dengan pencurian,adalah pengambilan properti milik orang lain secara tidak sah tanpa seizin pemilik.2 Kata ini jugasecara umum digunakan untuk menyebutkan tindakan kriminal sejenisnya terhadap sejumlah kejahatan seperti perampokan, penggelapan, penjarahan, dan penipuan dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud dengan Perampokan adalah suatu tindak kriminal di mana sang pelaku perampokan mengambil kepemilikan

seseorang/sesuatu melalui tindakan kasar dan intimidasi. Karena sering melibatkan kekasaran, perampokan dapat menyebabkan jatuhnya korban3. Seseorang yang melakukan tindakan pencurian disebut dengan pencuri atau dalam bahasa lumrahnya yaitu maling, seperti maling ayam, maling motor, maling perhiasan dan lain-lain. Sedangkan pelaku perampokan disebut dengan
2 3

http://id.wikipedia.org/wiki/Pencurian diakses tanggal 29/03/2012 jam 14:33 WIB http://id.wikipedia.org/wiki/Perampokan diadaptasi tanggal 30/03/2012 jam 14:53 WIB

perampok. Perbedaan yang mendasar dari kedua tindakan kejahatan ini adalah bahwa perampokan adalah tindakan pencurian yang berlangsung saat diketahui sang korban, sedangkan pencurian biasanya dianggap dilakukan saat tidak diketahui korban.Selain itu, pencurian biasanya hanya menyebabkan kehilangan harta
benda bagi sang korban, sedangkan kejahatan perampokan selain menyebabkan kehilangan harta benda, si korban juga dapat mengalami gangguan fisik kekerasan yang ditimbulkan oleh si pelaku. Berikut beberapa macam bentuk tindak pidana pencurian, yang sering meresahkan masyarakat : melalui

1. Pemalsuan 2. Penipuan kartu kredit 3. Pencucian uang 4. Pencopetan 5. Pencurian data 6. Pencurian laptop 7. Pencurian logam 8. Pencurian pulsa 9. Pencurian kendaraan bermotor 10. Plagiarisme 11. Pencurian jasa 12. Pencurian papan jalan 13. Pelanggaran hak cipta Dalam Islam, di jelaskan pula macam- macam tindakan pidana pencurian. Sebagaimana yang terdapat pada al-Quran surat Al-Maidah, macam-macam tindak pidana pencurian dapat dibagi berdasarkan dari segi hukumannya, yaitu: a. Pencurian yang diancam dengan hukuman hadd Pencurian yang diancam dengan hukuman hadd ini adalahpencurian yang hukumannya telah dinashkan dalam al-Quran, yaknidengan hukuman potong tangan. Ada dua macam dalam pencurian ini,yakni:

1) Sariqah Sughra (pencurian kecil atau biasa), adalah pengambilanharta orang lain secara diam-diam, dan wajib dikenakan hukumanpotong tangan. 2) Sariqah Kubra (pencurian besar atau pembegalan), adalahpengambilan harta orang lain secara terang-terangan atau dengankekerasan atau biasa disebut dengan hirabah. b. Pencurian yang diancam dengan hukuman tazir (sanksi)

Pencurian yang harus dikenai sanksi adalah pencurian yangapabila syarat-syarat penjatuhan haddnya tidak lengkap. Pencuriandengan model ini pun ada dua macam, yaitu: 1) Pencurian yang diancam dengan hadd namun tidak memenuhi syaratuntuk dapat dilaksanakan hadd karena terdapat syubhat di dalamnya.Misalnya mengambil harta milik anak sendiri atau harta bersama. 2) Mengambil harta dengan sepengetahuan pemiliknya, namun tidakatas dasar kerelaan pemiliknya dan juga tidak menggunakankekerasan. Misalnya mengambil jam tangan yang berada di tangan pemiliknya dengan sepengetahuan pemiliknya dan membawanya lari atau me nggelapkan uang titipan.4 Beikut beberapa macam tindakan perampokan :

1) Perampokan bank 2) Perampokan mobil 3) Perampokan di laut (dilakukan oleh bajak laut)
4) Kejahatan toko terorganisir 5) Kejahatan terorganisir

http://id.shvoong.com/law-and-politics/criminal-law/2171059-macam-macam-tindak-pidanapencurian/ di akses tanggal 16 April 2012 Jam 09.00 WIB

2.2 Judul Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwasanya yang dimaksud dengan Minimarket adalah salah satu bentuk waralaba yang menjual kebutuhan sehari-hari dengan menawarkan sistem penjualan yang telah terkomputerisasi, efisien, dan efektif.Contoh dari beberapa minimarket yang ada disekitar kita seperti, Indomaret, Alfa mart, Circle K, Pamella, dan lain-lain. Menurut Wikipedia Indonesia, bahwasanya yang dimaksud dengan Kejahatan Terorganisir(organized crime:Inggris) Adalah istilah yang berarti dimana kejahatan tersebut dipimpin oleh seseorang / kelompok mempunyai rancangan terlebih dahulu berbeda dari kejahatan spontan.Dan mempunyai tujuantujuan tertentu dimana kejahatan terorganisir mempunyai spesialisasi sendiri dalam melaksanakan tugasnya.Biasanya kejahatan teroganisir seperti : 1. Kejahatan terorganisir akan narkotika dan obat-obatan terlarang (drug crime) 2. Kejahatan terorganisir akan suatu organisasi rahasia yang mempunyai tujuan untuk membunuh/merampok/memperkosa/menciptakan suatu situasi chaos(kekacauan masal)ataupun bisa dikatakan organisasi rahasia ini mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan kejahatan yang tidak diorganisir 3. Kejahatan terorganisir akan suatu organisasi jalanan (gangster) dimana dalam tujuannya hanya untuk ugal-ugalan menciptakan kekacauan sesaat dan meganggu ketentraman umum dalam waktu yang lama hal ini akan menjadi situasi yang tidak meng-enakkan jika tidak ditindak secepatnya.5

http://id.wikipedia.org/wiki/kejahatan_terorganisir di akses tanggal 29/03/2012 Jam 12.08 WIB

BAB III TINJAUAN KASUS


Dalam bab ini, akan siguhkan salah satu kasus yang beberapa minggu lalu terjadi. Kasus yang dipilih, adalah kasus yang sesuai dengan judul dari makalah ini sehingga ruang lingkup cakupan pembahasanya, sesuai dengan tema dari makalah ini. Kasus yang suguhkan, di dapatkan dari salah satu media berita online yang ada di Indonesia yaitu media Pikiran Rakyat. Kasus atau berita ini terjadi di Soreang, Jawa Barat yang diberi judul Perampok Indomaret Sindikat Terorganisir. Berikut Kutipan beritanya : SOREANG, (PRLM).- Kepolisian Sektor Rancaekek menduga perampok mini market Indomaret Cipasir 2 di Jln. Raya Bandung-Garut, Kampung Cipasir, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, pada Selasa (27/3/12) lalu merupakan sindikat terorganisir. Hal tersebut diketahui dari hasil rekaman CCTV yang menunjukkan ketenangan dan kecepatan mereka saat beraksi. Kepala Polres Bandung Ajun Komisaris Besar Sandi Nugroho melalui Kapolsek Rancaekek Ajun Komisaris Hartomo mengatakan sindikat tersebut nampaknya sudah terbiasa dalam membobol mini market. Karena, sebelum menggelar aksinya mereka telah memata-matai sasarannya. "Mereka sudah tahu di mana minimarket tersebut terbiasa menyimpan brankas dan uangnya. Selain itu, jaringan tersebut sudah hafal betul kapan uang akan dikeluarkan dari toko," ucap Hartomo saat ditemui di Mapolsek, Rabu (4/4/12). Berdasarkan hasil penyelidikan, kata dia, jumlah tersangka dalam aksi perampokan tersebut pun bertambah. "Awalnya kita tetapkan tiga tersangka yang saat itu terekam CCTV. Namun, ternyata ada tiga orang lagi sedang menunggu di dalam mobil," ucapnya.

10

Ia menuturkan, pelaku tersebut memang sudah menyiapkan diri apabila terjadi sesuatu saat ketiga temannya sedang menguras brangkas. Selain itu, mereka juga sudah mengincar kendaraan milik kedua pegawai toko tersebut. Ia pun menyarankan agar minimarket tersebut merubah jadwal saat akan mengeluarkan uang dari brankas. Selain itu, diharapkan juga mengubah lokasi penyimpanan brankas.(A-194/A-88)***6.

http://www.pikiran-rakyat.com/node/183263 di akses 05/04/2012 Jam 14.02 WIB

11

BAB IV PEMBAHASAN

Perampokan dan pencurian merupakan penyimpangan sosial yang berkaitan dengan kejahatan yang merugikan orang banyak atau khalayak banyak. Penyimpangan sosial dapat terjadi dimanapun dan dilakukan oleh siapapun. Sejauh mana penyimpangan itu terjadi, besar atau kecil, dalam skala luas atau sempit tentu akan berakibat terganggunya keseimbangan kehidupan dalam masyarakat. Suatu perilaku dianggap menyimpang apabila tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat atau dengan kata lain penyimpangan adalah segala macam pola perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri terhadap kehendak masyarakat. Minimarket merupakan sebuah bentuk usaha dagang secara swadaya menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Dengan menawarkan cara berjualan yang efisien, efektif dan teorganisir, serta tempatnya yang strategis, membuat bentuk usaha ini banyak di kunjungi oleh para konsumen yang ingin membeli berbagai kebutuhan. Dengan sistem buka 24 Jam pengunjung atau para konsumen dapat dengan leluasa melakukan transaksi pembelian. Dengan efisiensi dan segala kemudahan yang di tawarkanya, tak ayal menimbulkan sisi positif dan negatifnya. 1. Motif Perampokan Minimarket Pada intinya, tingkat kejahatan di suatu negara berbanding lurus dengan kondisi ekonomi, sosial, politik, budaya, dan hukumnya. Khusus untuk kejahatan seperti perampokan dan pencurian. Menurut sosiolog Budi Radjab, faktor ekonomi memegang peranan dominan sebagai motivasinya. Motif yang perlu digaris bawahi yaitu adanya peluang yang bisa mendukung atau menghambat motif calon perampok. Peluang tersebut tercipta lantaran kondisi masyarakat berupa ketimpangan sosial dan ekonomi.

12

Ada 2 kenyataan yang berkembang, mengapa minimarket sangat rentan terhadap tindakan perampokan. 1) Tidak adanya aparat keamanan atau satpam yang dilibatkan. Seperti yang telah diketahui bahwasanya sebuah minimarket mempunyai jam kerja 24 jam, dengan tidak adanya aparat keamanan yang dilibatkan maka para pelaku tindakan perampokan dapat dengan leluasa menggondol hasil

rampokanya, mengingat karyawan atau kasir penjaga minimarket tidak dibekali dengan kemampuan bela diri. 2) Hanya ada CCTV Sebagai sarana untuk memonitoring aktivitas transaksi jual beli, tentunya CCTV tidak bisa terlalu diandalkan. Sudah barang tentu penggunaan CCTV mempunyai kelemahan. 2. Mekanisme Perampokan Minimarket dan Dampak yang Di timbulkan Seperti yang dilansir dalam tinjauan kasus bahwasanya perampokan minimarket dilakukan oleh sindikat terorganisir, artinya sindikat tersebut telah melakukan perencanaan secara matang. Dalam aksinya, pertama mereka mematamatai minimarket yang menjadi sasarannya. Modus yang digunakan bisa saja mereka berpura-pura mengunjungi minimarket tersebut sebagai pembeli. Mencatat aktivitas, misalnya keluar masuknya uang dari brangkas penyimpanan, tempat penyimpanan brangkas, karyawan yang menjaga atau bekerja di minimarket tersebut dan melihat suasana lingkungan sekitar. Apakah cukup aman untuk melakukan aksinya. Kedua, menentukkan kapan mereka akan melakukan aksi perampokanya. Sehingga pada akhirnya para pelaku perampokan akan kelihatan tenang dalam melakukan aksinya. Dalam aksinya, biasanya mereka menyembunyikan identitas

menggunakan penutup seperti masker, atau helm. Ini dilakukan agar tindakan mereka susah dilacak oleh pihak keamanan.

13

Tindakan Perampokan merupakan kejahatan merampas hak milik seseorang yang biasanya di sertai dengan tindakan kekerasan bagi korbanya. Selain menjarah isi minimarket seperti barang-barang kebutuhan sehari-hari bahkan membobol brangkas uang minimarket, para pelaku tindakan perampokan biasanya tidak segan-segan melukai korbanya apabila melawan. Setelah korbannya ditundukkan dan disekap, maka para pelaku tindakan perampokan leluasa menjarah isi minimarket. Tentunya hal ini menimbulkan kerugian dari pihak pemilik minimarket. Seperti yang dilansir beberapa media massa, bahwasanya tindakan perampokan minimarket menimbulkan kerugian skala besar, mengingat adanya brangkas penyimpanan uang yang terbilang jumlahnya banyak. 3. Langkah Pencegahan Perampokan Minimarket Dengan maraknya tindakan perampokan minimarket akhir-akhir ini, tentunya dibutuhkan langkah penegakkan hukum sebagai bentuk meminimalisir terulangnya kejadian yang sama. Perlu adanya kerja sama antara polisi, masyarakat dan pihak minimarket. Sehingga dengan adanya sinergitas yang dibangun, diharapkan jika suatu ketika tindakan perampokan dapat dengan sigap dapat digagalkan. Pihak Kepolisian bertindak sebagai satuan keamanan. Tindakan nyata yang dilakukan pihak kepolisian adalah dengan melakukan patroli selama 24 jam di berbagai tempat. Masyarakat sebagai katalisator harus dapat menjaga stabilitas lingkunganya. Langkah nyata yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan jaga malam. Adapun tips-tips yang dapat dilakukan oleh pihak minimarket sebagai bentuk antisipasi terhadap tindakan perampokan : 1. Adanya Aparat Keamanan Satpam Hal pertama yang membuat sebagian minimarket rentan menjadi korban perampokan adalah karena tidak adanya aparat keamanan yang

14

dipersiapkan. Jadi pihak minimarket harus dapat merekrut aparat keamanan seperti satpam atau penjaga malam. 2. Melakukan pemasangan CCTV disetiap sudut minimarket. 3. Memasang Alarm Dengan memasang alarm, setidaknya dapat membuat para perampok kelabakkan. Suara Alarm yang keras diharapkan dapat memancing masyarakat sekitar lingkungan minimarket tersebut tahu bahwa terjadi tindakan perampokan. 4. Menghubungi pihak keamanan terdekat.

Kejahatan tindakan perampokan bermula karena sistem buka 24 jam minimarket. Maka hal yang harus dilakukan adalah mengurangi jam buka dari sebuah minimarket. Misalnya di kota Depok. Pada pasal 5 Perda Kota Depok Nomor 3 Tahun 2011 tentang Waktu Operasional Pusat Belanja dan Toko Moderen, melarang minimarket di Depok buka 24 jam per April 2012, lantaran maraknya aksi perampokan.

15

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Setelah dilakukan pembahasan mengenai Perampokan Minimarket Sindikat Terorganisir maka dapat disimpulakan : 1. Tindakan Perampokan muncul karena adanya berbagai faktor dan latar belakang dan biasanya didasari oleh motif ekonomi. 2. Tindakan Perampokan minimarket dilakukan secara terorganisir, artinya dilakukan dengan perencanaan yang matang. 3. Seperti yang telah diketahui bahwasanya tindakan perampokan selain menimbulkan kerugian secara material, maupun dapat menyebabkan korban jiwa karena disertai dengan aksi kekerasan. 4. Perampokan Minimarket dapat di cegah apabila antara pihak polisi, masyarakat dan pihak minimarket terjalin sinergitas yang bagus sehingga dapat menjaga keamanan dan stabilitas lingkungan.

B. Saran Perampokan minimarket adalah satu dari sekian banyak tindakan penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Tingkat pendidikan, ekonomi dan spiritualitas yang rendah kerap melatarbelakangi tindakan-tindakan menyimpang tersebut. Sebagai Insan Kamil (manusia yang sempurna dalam prespektif Islam) hendaknya kita memiliki modal akhlak dan pengetahuan yang baik, sehingga kita tidak mudah terjerembab dalam lubang keniscayaan dan kebodohan yang berakibat pada hancurnya moral kita. Dan selalu senantiasa mendekatkan diri kepada tuhan Yang Maha Esa.

16

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku
Indonesia [Undang - Undang, P. d. (2007). KUHP dan KUHAP. Bandung: Citra Umbara. Sutedjo, D. (2001). Kamus Bahasa Indonesia. JAKARTA: PT ANGKASA PROSEMENU. Yasyin, D. S. (1998). KAMUS LENGKAP BAHASA INDONESIA. AMANAH SURABAYA.

Sumber Internet
http://id.wikipedia.org/wiki/Patologi_sosial http://id.wikipedia.org/wiki/Pencurian http://id.wikipedia.org/wiki/Perampokan http://id.shvoong.com/law-and-politics/criminal-law/2171059-macam-macam-tindakpidana-pencurian/ http://id.wikipedia.org/wiki/kejahatan_terorganisir http://www.pikiran-rakyat.com/node/183263

17

You might also like