Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Juknis_Ekstrakurikuler

Juknis_Ekstrakurikuler

Ratings: (0)|Views: 145 |Likes:
Published by smpnesco

More info:

Published by: smpnesco on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

 
JUKNISPENYUSUNAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA ©2010-Direktorat Pembinaan SMA
0
 
DAFTAR ISI
A.
 
LATAR BELAKANG
73
 
B.
 
TUJUAN
73
 
C.
 
RUANG LINGKUP KEGIATAN
74
 
D.
 
UNSUR YANG TERLIBAT
74
 
E.
 
REFERENSI
74
 
F.
 
PENGERTIAN DAN KONSEP
75
 
G.
 
URAIAN PROSEDUR KERJA
76
 
L
AMPIRAN
1
 
:
 
A
LUR
P
ROSEDUR
K
ERJA
P
ENYUSUNAN
P
ROGRAM
P
ENGEMBANGAN
D
IRI UNTUK
K
EGIATAN
E
KSTRAKURIKULER
 
79
 
L
AMPIRAN
2
 
:
 
I
NSTRUKSI
K
ERJA
A
NALISIS
K
EBUTUHAN DAN
K
ESESUAIAN UNTUK
P
ENYUSUNAN
P
ROGRAM
P
ENGEMBANGAN
D
IRI UNTUK
K
EGIATAN
E
KSTRAKURIKULER
 
80
 
L
AMPIRAN
3
 
:
 
C
ONTOH
F
ORMAT
A
NALISIS
K
EBUTUHAN
,
 
B
AKAT DAN
M
INAT
P
ESERTA
D
IDIK PADA
P
ENGEMBANGAN
D
IRI UNTUK
K
EGIATAN
E
KSTRAKURIKULER
 
81
 
L
AMPIRAN
4
 
:
 
C
ONTOH
F
ORMAT
A
NALISIS
K
ESESUAIAN
K
ONDISI
S
ATUAN
P
ENDIDIKAN DENGAN
P
ELAKSANAAN
P
ENGEMBANGAN
D
IRI UNTUK
K
EGIATAN
E
KSTRAKURIKULER
 
82
 
L
AMPIRAN
5
 
:
 
C
ONTOH
O
UTLINE
P
ROGRAM
P
ENGEMBANGAN
D
IRI UNTUK
K
EGIATAN
E
KSTRAKURIKULER
 
84
 
L
AMPIRAN
6
 
:
 
P
ENYEBARAN
K
EGIATAN
K
ESISWAAN
B
ERDASARKAN
P
ERMENDIKNAS
N
O
.
 
38
 
T
AHUN
2008
 
86
 
L
AMPIRAN
7
 
:
 
C
ONTOH
P
ROGRAM
T
AHUNAN
K
EGIATAN
E
KSTRAKURIKULER
 
95
 
L
AMPIRAN
8
 
:
 
C
ONTOH
J
ADWAL
L
ATIHAN
K
EGIATAN
E
KSTRAKURIKULER
 
97
 
 
JUKNISPENYUSUNAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA ©2010-Direktorat Pembinaan SMA
73
A.
 
Latar Belakang
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusunoleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang berfungsi sebagaipedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikantertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaiandengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Olehsebab itu, KTSP harus disusun sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan potensi satuanpendidikan (internal) serta lingkungan di daerah setempat.Salah satu komponen utama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah strukturdan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Muatan KTSP meliputi sejumlah matapelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik,muatan lokal, dan kegiatan pengembangan diri pada satuan pendidikan.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaransebagai bagian integral dari isi kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan dirimerupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukanmelalui kegiatan layanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikulermerupakan wadah yang disediakan oleh satuan pendidikan untuk menyalurkan minat,bakat, hobi, kepribadian, dan kreativitas peserta didik yang dapat dijadikan sebagai alatuntuk mendeteksi talenta peserta didik.Penyelenggaraan kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan oleh satuan pendidikanmemang banyak kendala, di antaranya:
§
 
Seluruh sekolah telah melaksanakan program pengembangan diri, namun belumsemuanya menyusun program/panduan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yangdiatur dalam Standar Pengelolaan;
§
 
Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pengembangan diri di sejumlah sekolah belumdiberdayakan secara optimal;
§
 
Pelaksanaan layanan konseling di sekolah pada umumnya masih terbatas pada hal-halyang berkaitan dengan masalah individual di bidang sosial, belum megarah padalayanan akademik yang terstruktur;
§
 
Belum semua sekolah mampu mengembangkan penilaian program pengembangan diri,sehingga penilaian sering hanya dilakukan berdasarkan intuisi saja;
§
 
Masih terdapat guru BK yang menganggap bahwa pengembangan diri adalah matapelajaran, sehingga harus ada Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD),silabus, dan wajib masuk kelas.Berkaitan dengan permasalahan/kendala dan masukan tersebut, Direktorat PembinaanSMA melengkapi panduan pengembangan diri yang telah ada dengan “Petunjuk TeknisPenyusunan Program Pengembangan Diri Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA”.
B.
 
Tujuan
Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan bagi pendidik dansatuan pendidikan dalam merancang program pengembangan diri dalam bentuk kegiatanektrakurikuler sesuai ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga hasilnyadapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi, danperkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah. Petunjuk teknispengembangan diri untuk kegiatan ekstra kurikuler dapat dikembangkan sesuai dengankebutuhan dan daya dukung masing-masing satuan pendidikan.
 
JUKNISPENYUSUNAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA ©2010-Direktorat Pembinaan SMA
74
C.
 
Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan penyusunan program pengembangan diri dalam bentuk kegiatanekstrakurikuler meliputi:1.
 
Penugasan pada wakasek bidang akademik/kurikulum dan wakasek bidangkesiswaan;2.
 
Pemberian arahan teknis;3.
 
Pembuatan perencanaan kegiatan untuk penyusunan program pengembangan diriuntuk kegiatan ekstrakurikuler;4.
 
Penyusunan rambu-rambu tentang mekanisme program pengembangan diri untukkegiatan ekstrakurikuler;5.
 
Analisis kebutuhan dan kesesuaian yang meliputi analisis kebutuhan, bakat danminat peserta didik, dan analisis kesesuaian kondisi satuan pendidikan;6.
 
Penyusunan draf program pengembangan diri untuk kegiatan ekstrakurikuler;7.
 
Reviu dan revisi draf program pengembangan diri untuk kegiatan ekstrakurikuler;8.
 
Penentuan kelayakan hasil reviu dan revisi program pengembangan diri untukkegiatan ekstrakurikuler;9.
 
Finalisasi program pengembangan diri untuk kegiatan ekstrakurikuler;10.
 
Pengesahan program pengembangan diri untuk kegiatan ekstrakurikuler;11.
 
Penggandaan dan pendistribusian program pengembangan diri untuk kegiatanekstrakurikuler.
D.
 
Unsur yang Terlibat
1.
 
Kepala SMA,2.
 
Wakil Kepala SMA bidang Akademik/Kurikulum,3.
 
Wakil Kepala SMA bidang Kesiswaan,4.
 
Guru,5.
 
Pembina, dan6.
 
Pelatih.
E.
 
Referensi
1.
 
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
,
Pasal 1,4, dan 12;
2.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3.
 
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isiuntuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
4.
 
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang StandarPengelolaan;
5.
 
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang StandarPenilaian;
6.
 
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Kualifikasi danKompetensi Konselor;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->