Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERANAN MIKROORGANISME DALAM MENGURANGI EFEK TOKSIK PADA TANAH TERKONTAMINASI LOGAM BERAT

PERANAN MIKROORGANISME DALAM MENGURANGI EFEK TOKSIK PADA TANAH TERKONTAMINASI LOGAM BERAT

Ratings: (0)|Views: 96|Likes:
Published by Farid

More info:

Published by: Farid on Apr 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
TUGAS MIKROBIOLGI
PERANAN MIKROORGANISMEDALAM MENGURANGI EFEK TOKSIK PADA TANAH TERKONTAMINASI LOGAM BERAT
Oleh :NAMA: PUJI NUR PARIDINIM: C1K 008 063PRODI: PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS MATARAM2009
 
PERANAN MIKROORGANISMEDALAM MENGURANGI EFEK TOKSIK PADA TANAH TERKONTAMINASI LOGAM BERAT1.PENDAHULUAN
Kasus tanah-tanah terkontaminasi logam-logam berat akibat aktifitasmanusia dalam industri-industri penambangan adalah sudah mulai terasadampaknya bagi lingkungan ekologi tanah. Lingkungan tanah yang terkontaminasilogam berat merupakan salah satu kendala utama, karena adanya saling interaksisecara langsung maupun tidak langsung dengan organisme di atas permukaan tanah(manusia, tumbuhan, binatang) maupun di dalam tanah (mikroorganisme). Sumber antropogenik dari tanah terkontaminasi terbagi dalam 5 kelompok, yaitu : (1).Penambangan logam Fe dan peleburan (As, Cd, Hg); (2). Industri (As, Cd, Cu, Pb,Sm, U, Zn); (3). Deposisi atmosfir (As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg, U); (4). Pertanian (As,Cd, Cu, Pb, Sm, U, Zn); (5). Pembuangan sampah/limbah (As, Cd, Cr, Cu, Pb, Hg,Zn) (Turpeinan, 2002).Pada beberapa daerah di Indonesia, kasus tanah terkontaminasi logam beratsebagian besar disebabkan oleh kondisi lingkungan alam yang sejak awalnya telahdidominasi oleh unsur logam hasil pelapukan batuan mineral, misalnya : tanah-tanah sulfat masam dan hasil penambangan yang melibatkan aktivitas manusia. Namun permasalahan utama saat ini yang muncul pada tanah-tanah terkontaminasilogam berat adalah akibat aktifitas manusia melalui industri-industri penambanganyang menghasilkan limbah (misalnya : pertambangan tembaga & emas, dan batubara), sehingga mencemari lingkungan tanah di sekitarnya. Permasalahan padalingkungan tanah terkontaminasi logam berat adalah tidak mudah untuk ditanganidengan cepat, karena melibatkan masyarakat yang ada di sekitarnya. Limbah yangdihasilkan dalam bentuk padat mungkin tidak berdampak luas, tetapi bila buangandalam 3 bentuk limbah cair atau menguap berpengaruh lebih luas, karena penyebarannya dapat melalui air atau atmosfer (udara), sehingga bahayakontaminasinya tidak mudah untuk diatasi. Logam-logam non-esensial dapat pula
 
menggantikan posisi logam esensial yang terjerap dalam kompleks koloid ataumelalui interaksi ligan. Bila kondisi ini terjadi, dapat merugikan mikroorganismemaupun tumbuhan yang menyerap unsur hara nonesensial tersebut. Namundemikian pemanfaatan mikroorganisme akhir-akhir ini dalam mengurangi efetoksik logam pada tanah terkontaminasi telah menjadi perhatian para peneliti karenalebih bersifat ramah lingkungan. Secara alami, suatu ekosistem alam mempunyaimekanisme dalam mengurangi bahaya kontaminasi logam berat. Bila kontaminasilogam berat berlebihan, terjadi akumulasi dan bersifat toksik, sehingga akan terjadiketidakseimbangan di dalam suatu ekosistem. Dalam hal ini perananmikroorganisme dalam mengatasi permasalahan lingkungan terkontaminasi logam berat akan sangat membatu (Puradyatmika, 1999).
2.PERANAN MIKROORGANISME
Mikroorganisme memainkan peranan penting di banyak bidang industry danteknologi, terutama di tanah-tanah bekas penambangan, pertanian, dan juga sebagai pengontrol sampah/limbah buangan. Di daerah pertambangan, bakteri
Thiobacillus ferrooxidans
merupakan salah satu mikroorganisme penting. Bakteri ini termasuk  pelarut (
leaching 
) logam-logam dari bijih tambang, ditemukan pada daerahtambang yang telah didrainase dengan pH lingkungan masam.
Thiobacillus ferrooxidans
merupakan kelompok 
acidophilik kemolithotropik 
yang toleranterhadap logam-logam toksik (Clausen, 2000) dan hidup pada lingkungan masamdengan temperatur panas, retakan bahan volkanik, dan deposit bijih sulfida dengankonsentrasi asam sulfurik tinggi (Brierley, 1982). Bakteri
Thiobacillus ferrooxidans
memperoleh energi untuk pertumbuhannya dari oksidasi zat inorganik besi atausulfur. Sebagian besar bersifat autotropik, mengambil karbon untuk sintesissenyawa selular bukandari bahan organik, tetapi dari CO 2 di atmosfer (Brierley,1982). Bakteri ini berfungsi sebagai katalis dalam mengoksidasi logam sulfida yanglarut seperti : Cu2S à 2Cu+ + SO42-. Secara alami Cu2S akan teroksidasi di alamdengan adanya udara (O2) dalam lingkungan masam, tetapi sangat lambat. Namundengan adanya
T. ferrooxidans
, proses ini akan berlangsung 100 kali lebih cepatdari proses alami. Selain berfungsi sebagai katalisor dalam oksidasi logam sulfida,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->