Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
421Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Kasus Preeklampsia Berat Nas

Laporan Kasus Preeklampsia Berat Nas

Ratings:

4.61

(33)
|Views: 25,602 |Likes:
Published by nas_fk
Preeklampsia berat
ilmu kebidanan
PEB
Preeklampsia berat
ilmu kebidanan
PEB

More info:

Published by: nas_fk on Dec 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2014

pdf

text

original

 
LAPORAN KASUSPREEKLAMPSIA BERAT
OLEH :
 
Nasrullah
H1A 004 039PEMBIMBING :dr. H. Doddy Ario Kumboyo, SpOG (K)
Dalam Rangka Mengikuti Kepaniteraan Klinik MadyaDi Lab/SMF Kebidanan dan Penyakit KandunganFakultas Kedokteran Universitas Mataram/RSU Mataram
 
2008
 
KATA PENGANTAR 
Puji sukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNyalahsehingga laporan kasus ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.Laporan kasus ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan dari Lab/SMF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, Fakultas Kedokteran Universitas Mataram/RSU Mataram. Dalam penyusunan laporan yang berjudul “Preeklampsia Berat” ini penulismemperoleh bimbingan, petunjuk serta bantuan moral dari berbagai pihak.Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnyakepada semua pihak yang telah banyak memberikan bimbingan kepada penulis:1.Dr. H. Doddy Ario Kumboyo, SpOG (K), selaku Dosen Pembimbing laporan kasus ini.2.Dr. Edi P. Wibowo, SpOG, selaku kepala SMF Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUMataram3.Dr. Agus Thoriq, Sp.OG, selaku Koordinator Pendidikan Bagian/ SMF Kebidanan danKandungan RSU Mataram4.Dr. A. Rusdhy H. Hamid, SpOG selaku superviso5.Dr. Gede Made Punarbawa, SpOG selaku supervisor 6.Rekan-rekan dokter muda7.Pihak-pihak lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah memberikanmasukan, bantuan dan informasi dalam pengumpulan bahan tinjauan pustaka.Menyadari masih terdapat banyak kekurangan, penulis mengharapkan kritik dan saranyang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan laporan kasus ini. Semoga laporankasus ini dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan khususnya kepada penulisdan kepada pembaca dalam menjalankan praktek sehari-hari sebagai dokter.Mataram, November 2008Penulis2
 
BAB IPENDAHULUAN
Di dunia ini setiap menit seorang perempuan meninggal karena komplikasi yangterkait dengan kehamilan dan persalinan. Dengan kata lain, 1.400 perempuan meninggalsetiap hari atau lebih dari 500.000 perempuan meninggal setiap tahun karena kehamilan dan persalinan. Di Indonesia, 2 orang ibu meninggal setiap jam karena kehamilan, persalinan dannifas. Begitu juga dengan kematian anak, di Indonesia setiap 20 menit anak usia di bawah 5tahun meninggal. Dengan kata lain 30.000 anak balita meninggal setiap hari dan 10,6 jutaanak balita meninggal setiap tahun. Sekitar 99 % dari kematian ibu dan balita terjadi di negaramiskin, terutama di Afrika dan Asia Selatan. Di Indonesia angka kematian anak balitamenurun 15 % dalam 15 tahun, dari 79 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1988menjadi 46 per 1.000 kelahiran hidup pada kurun waktu 1998-2002 (Survei DemografiKesehatan Indonesia 2002/2003). Sebagai perbandingan, angka kematian bayi di negara majuseperti di Inggris saat ini sekitar 5 per 1.000 kelahiran hidup (WHO, 2005). Sebagian besar kematian perempuan disebabkan komplikasi karena kehamilan dan persalinan, termasuk  perdarahan, infeksi, aborsi tidak aman, tekanan darah tinggi dan persalinan lama (Anonim,2005).Preeklampsia-eklampsia merupakan kesatuan penyakit yang masih merupakan penyebab utama kematian ibu dan penyebab kematian perinatal tertinggi di Indonesia. Wahdi,dkk (2000) mendapatkan angka kematian ibu akibat preeklampsia/ eklampsia di RSUP Dr.Kariadi Semarang selama tahun 1996-1998 sebanyak 10 kasus (48%). Data ini sebandingdengan dokumen WHO (18 September 1989) yang menyatakan bahwa penyebab langsungkematian terbanyak adalah preeklampsia/eklampsia, perdarahan, infeksi dan penyebab tak langsung adalah anemia, penyakit jantung. Sehingga diagnosis dini preeklampsia yang3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->