Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Tentang Proposal

Teori Tentang Proposal

Ratings: (0)|Views: 116 |Likes:
Published by RanaAttiqah

More info:

Published by: RanaAttiqah on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2012

pdf

text

original

 
 A. Abstrak Penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk penelaahan atau inkuiri melaluirefleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu seperti gurudan atau kepala sekolah dalam situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran serta keabsahan dari praktik sosial ataukependidikan; pemahaman mengenai praktik tersebut; dan situasi kelembagaantempat praktik dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menanggulangi masalahatau kesulitan dalam pendidikan dan pengajaran, melaksanakan program pelatihan,memberikan pedoman bagi guru, untuk perbaikan suasana sistem keseluruhansekolah, dan juga memasukkan unsur-unsur pembaharuan dalam sistem pendidikandan pengajaran.Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara antaralain: melalui peningkatan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya,pelatihan dan pendidikan, atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran dan non pembelajaran secara profesionallewat penelitian tindakan secara terkendali. Upaya peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi saatmenjalankan tugasnya akan memberi dampak positif. Pertama, kemampuan dalammenyelesaikan masalah pendidikan yang nyata akan semakin meningkat. Kedua,penyelesaian masalah pendidikan dan pembelajaran melalui sebuah investigasiterkendali akan dapat meningkatkan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil belajar.Ketiga, peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.B. PendahuluanUpaya peningkatan kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang denganpendekatan research development dissemination (RDD). Pendekatan ini lebihmenekankan perencanaan penelitian yang bersifat top-down dan bersifat teoretisakademik. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai lagi dengan perkembanganpemikiran baru, khususnya Manajemen Mutu Berbasis Sekolah (MMBS).Pendekatan ini menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu yang inisiatifnya berasal dari motivasi internal pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri (aneffort to internally initiate endeavors for quality improvement) dan bersifatpragmatis naturalistik.Manajemen Mutu Berbasis Sekolah mengisyaratkan pula adanya kemitraan antar jenjang dan jenis pendidikan, baik yang bersifat praktis maupun dalam tatarankonsep. Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif, yang dikembangkanatas prinsip kesetaraan di antara pihak terkait sudah sangat mendesak. Kemitraan yang sehat antara LPTK dan sekolah adalah sesuatu yang penting, lebih-lebih lagidalam era otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan. Penelitianpun hendaknya
 
dikelola berdasarkan atas dasar kemitraan yang sehat (kolaboratif), sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits).Melalui penelitian tindakan kelas (PTK) masalah pendidikan dan pembelajarandapat dikaji, ditingkatkan dan dituntaskan, sehingga proses pendidikan danpembelajaran yang inovatif dan ketercapaian tujuan pendidikan dapatdiaktualisasikan secara sistematis. Upaya PTK diharapkan dapat menciptakansebuah budaya belajar (learning culture) di kalangan guru-guru di sekolah. PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja, sebab pendekatanpenelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya sebagaipeneliti, sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif (collaborative).Guru yang profesional adalah guru yang memiliki sejumlah kompetensi yang harusdimiliki oleh seorang guru, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikanprofesi. (UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat 2).Profesionalisme guru merupakan kondisi, arah, nilai, tujuan dan kualitas suatukeahlian dan kewenangan dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang berkaitandengan pekerjaan seseorang yang menjadi mata pencaharian. Dengan demikian bahwa, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yangdipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran. Kompetensi disini meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan profesional, baik yang bersifatpribadi, sosial maupun akademis. Dengan perkataan lain bahwa guru profesionaladalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidangkeguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengankemampuan maksimal. Guru yang profesional adalah orang yang terdidik danterlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.Suatu pekerjaan profesional menurut Moh. Ali (Kunandar, 2007:47) memerlukanpersyaratan khusus, yakni (1) menuntut adanya keterampilan berdasarkan konsepdan teori ilmu pengetahuan yang mendalam; (2) menekankan pada suatu keahliandalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya; (3) menuntut adanyatingkat pendidikan yang memadai; (4) adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya; (5) memungkinkan sejalandengan dinamika kehidupan. Selain itu juga Moh. Uzer Usman (2005:85)menambahkan bahwa pekerjaan profesional dituntut: (1) memiliki kode etik, sebagaiacuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya; (2) memiliki klien/objek layanan yang tetap, seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan muridnya; (3) diakui olehmasyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat.Guru yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas
 
 yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Selain itu jugaditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruhpengabdiannya. Guru yang profesional hendaknya mampu memikul danmelaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua,masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual. Tanggung jawab pribadi yangmandiri yang mampu memahami dirinya, mengelola dirinya, mengendalikandirinya, dan menghargai serta mengembangkan dirinya. Tanggung jawab sosialdiwujudkan melalui kompetensi guru dari lingkungan sosial serta memilikikemampuan interaktif yang efektif. Tanggung jawab intelektual diwujudkan melaluipenguasaan berbagai perangkat pengetahuan dan keterampilan yang diperlukanuntuk menunjang tugasnya. Tanggung jawab spiritual dan moral diwujudkan melaluipenampilan guru sebagai makhluk beragama yang perilakunya senantiasa tidak menyimpang dari norma agama dan moral.C. Pembahasan1. Peran Penelitian Tindakan KelasPenelitian Tindakan Kelas atau Class Action Research dikenal dan ramai dibicarakandalam dunia pendidikan. Pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yangselanjutnya dikembangkan oleh para ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTanggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya. PTK di Indonesia baru dikenalpada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya sebagaisalah satu jenis penelitian masih sering menjadi perdebatan jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya.Jenis penelitian ini dapat dilakukan di dalam bidang pengembangan organisasi,manajemen, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Di dalam bidang pendidikanpenelitian ini dapat dilakukan dalam skala makro ataupun mikro. Dalam skala mikromisalnya dilakukan di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata pelajaran.Menurut Aqib (2007:13), ada beberapa alasan mengapa PTK merupakan suatukebutuhan bagi guru untuk meningkatkan profesionalisme guru antara lain:a. PTK sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadapdinamika pembelajaran di kelasnya. Para guru menjadi reflektif dan kritis terhadapapa yang ia dan muridnya lakukan. b. PTK dapat meningkatkan kinerja guru sehingga menjadi profesional. Guru tidak lagi sebagai seorang praktisi, yang sudah merasa puas terhadap apa yang dikerjakanselama bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan dan inovasi, namun juga sebagai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->