Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah korupsi

makalah korupsi

Ratings: (0)|Views: 299 |Likes:
Published by Nova Dila
Haneda_net
Haneda_net

More info:

Published by: Nova Dila on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Sering kita mendengar kata yang satu ini, yaitu “KORUPSI”, korupsi
adadisekeliling kita, mungkin terkadang kita tidak menyadari itu. Korupsi bias terjadidirumah, sekolah, masyarakat, maupun diintansi tertinggi dan dalam pemerintahan.Mereka yang melakukan korupsi terkadang mengangap remeh hal yang dilakukan itu.Hal ini sangat menghawatirkan, sebab bagaimana pun, apabila suatu organisasidibangun dari korupsi akan dapat merusaknya.Dari kenyataan diatas dapat ditarik dua kemungkinan melakukan korupsi, yaitu ;
 
Metode yang digunakan oleh pendidik belum sesuai dengan kenyataannya,sehingga pelajaran yang diajarkan tidak dapat dicerna secara optimal olehanak didik.
 
Kita sering menganggap remeh bahkan malas untuk mempelajari hal ini ,karena kurangnya moyivasi pada diri sendiri, sehingga sering sekali berasumsi
“untuk apa mempelajari “ padahal itu sangat penting untuk diketahui agar tahu
hak dan kewajiban kita untuk Negara ini.
A.
 
Tujuan
Harapan kami mempelajari ini supaya tidak ada lagi kurupsi di Negara ini danbersih seutuhnya, agar kehidupan kita sejahtera.
 
2
BAB IIPEMBAHASAN1.
 
Pengertian Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin, Corruptio-Corrumpere yang artinya busuk,rusak, menggoyahkan, memutarbalik atau menyogok. Korupsi menurut Huntington(1968) adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yangditerima oleh masyarakat, dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangkamemenuhi kepentingan pribadi. Menurut Dr. Kartini Kartono, korupsi adalah tingkahlaku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum.Selanjutnya, dengan merujuk definisi Huntington diatas, Heddy ShriAhimsha-Putra (2002) menyatakan bahwa persoalan korupsi adalah persoalan politik  pemaknaan. Maka dapat disimpulkan korupsi merupakan perbuatan curang yangmerugikan Negara dan masyarakat luas dengan berbagai macam modus. Seorangsosiolog Malaysia Syed Hussein Alatas secara implisit menyebutkan tiga bentuk korupsi yaitu sogokan (bribery), pemerasan (extortion), dan nepotisme. Alatasmendefinisikan nepotisme sebagai pengangkatan kerabat, teman, atau sekutu politik untuk menduduki jabatan-jabatan publik, terlepas dari kemampuan yang dimilikinyadan dampaknya bagi kemaslahatan umum (Alatas 1999:6).Inti ketiga bentuk korupsi menurut kategori Alatas ini adalah subordinasikepentingan umum dibawah tujuan-tujuan pribadi yang mencakup pelanggaran- pelanggaran norma-norma, tugas, dan kesejahteraan umum, yang dibarengi dengankerahasiaan, pengkhianatan, penipuan, dan sikap masa bodoh terhadap akibat yangditimbulkannya terhadap masyarakat. Istilah korupsi dapat pula mengacu pada pemakaian dana pemerintah untuk tujuan pribadi. Definisi ini tidak hanyamenyangkut korupsi moneter yang konvensional, akan tetapi menyangkut pulakorupsi politik dan administratif.
 
3
Seorang administrator yang memanfaatkan kedudukannya untuk menguras pembayaran tidak resmi dari para investor (domestik maupun asing), memakaisumber pemerintah, kedudukan, martabat, status, atau kewenangannnya yang resmi,untuk keuntungan pribadi dapat pula dikategorikan melakukan tindak korupsi.Mengutip Robert Redfield, korupsi dilihat dari pusat budaya, pusat budaya dibagimenjadi dua, yakni budaya kraton (great culture) dan budaya wong cilik (littleculture).Dikotomi budaya selalu ada, dan dikotomi tersebut lebih banyak dengansubyektifitas pada budaya besar yang berpusat di kraton. Kraton dianggap sebagai pusat budaya. Bila terdapat pusat budaya lain di luar kraton, tentu dianggap lebihrendah dari pada budaya kraton. Meski pada hakikatnya dua budaya tersebut berdirisendiri-sendiri namun tetap ada bocoran budaya. Dari segi hukum korupsimempunyai arti ;a. Melawan hukum b. Menyakahgunakan kekuasaanc. Memperkaya dirid. Merugikan keuangan NegaraMenurut perspektif hukum, pengertian korupsi secara gambling dijelaskandalam UU No 31 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana.
 
Pengertian Korupsi Secara Hukum
Merupakan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuanperaturan perundang-
undangan yang mengatur tentang tindak pidana korupsi. Pengertian “
korupsi “
lebih ditekankan pada pembuatan yang merugikan kepentingan publik ataumasyarakat luas atau kepentingan pribadi atau golongan. Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN)
o
 
Korupsi yaitu menyelewengkan kewajiban yang bukan hak kita.
o
 
Kolusi ialah perbuatan yang jujur, misalnya memberikan pelican agar kerjamereka lancar, namun memberikannya secara sembunyi-senbunyi.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
efriyadi60 liked this
Amir Hamzah liked this
Haryanti Wijaya liked this
eqy_gammer liked this
guncakes liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->