Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENYUSUNAN DATA BASE PERTANIAN KABUPATEN BANYUWANGI UNTUK PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN DAERAH

PENYUSUNAN DATA BASE PERTANIAN KABUPATEN BANYUWANGI UNTUK PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN DAERAH

Ratings: (0)|Views: 2,122|Likes:

More info:

Published by: Edwin Octavian Mahendra on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/25/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Perencanaan Wilayah dan Pembangunan, Volume 1 Nomor 1, Nopember 2009
1
PENYUSUNAN DATA BASE PERTANIAN UNTUK PENGEMBANGANSEKTOR UNGGULAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
Sonny Sumarsono
 
Fakultas Ekonomi Univesitas Jember, Jurusan IESP
 
Jl. Kalimantan No. 37 Jember Telp. 0331-337990Rumah Jl. Semeru XIII/2 Jember Telp. 0331- 336236 /HP.081336188959E-mail: iesp_jawa@yahoo.com
 Ringkasan
 Hasil perhitungan LQ, CR dan DLQ menunjukkan bahwa terdapat 3 sektor  prioritas yang dapat diunggulkan terutama dalam konstribusi pendapatan daerah, yaitu: (1) sektor pertanian (LQ = 2,44770, artinya LQ >1, artinya sektor pertanianmerupakan sektor basis pembangunan ekonomi di kabupaten Banyuwangi), (CR >0,sektor pertanian CR= -0,0005, pertanian, CR=0,0003 sektor perdagangan, hotel danrestoran hall ini menunjukkan kebijakan pembangunan untuk kebupaten Banyuwangiadalah penekanan prioritas pertama pada sektor pertanian dan prioritas keduaadalah perdagangan, hotel dan restoran; (b) sektor perdagangan, hotel danrestouran; dan (c) sektor pengangkutan dan komunikasi. Penyusunan Database HasilPertanian di Kabupaten Banyuwangi merupakan Sistem Informasi data hasil produksi pertanian yang pada hakekatnya merupakan suatu sistem dari semua bentuk kegiatan perolehan dan pengolahan data yang terkoordinasi, terintegrasi dan salingberinteraksi dari seluruh aktivitas lingkup hasil produksi pertanian. Tanaman pangandengan komoditas unggulan di Kabupaten Banyuwangi terdiri dari: padi sawah, padiladang, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan kacang hijau.Sedangkan untuk komoditas hortikultura buah-buahan yaitu manggis, durian, jeruk siam, pisang, dan jahe; sedangkan sayur-sayuran meliputi bawang merah, bayam,buncis, cabe besar, cabe kecil, kacang panjang, kangkung, ketimun, labu siam, sawi,terung, dan tomat. Khusus untuk komoditas buah-buahan yang menjadi unggulan jika dilihat dari luas lahan dan produksinya adalah pisang, jeruk, manggis dansemangka. Keberadaan komoditas tersebut tersebar di enam Kecamatan yaitu:Songgon, Kalipuro, Glagah, Bangorejo, Pesanggaran dan Purwoharjo. Adapun pemasaran komoditas buah-buahan tersebut hinga saat ini tidak menemui hambatan yang berarti. Disamping untuk memenuhi pasar lokal, juga dipasarkan hingga keluar daerah seperti Surabaya dan Bali. Bahkan khusus buah manggis sudah di ekspor ke Australia dan Taiwan. Selain buah-buahan tersebut di atas masih ada beberapabuah-buahan yang memungkinkan untuk dikembangkan di masa mendatang, diantaranya lengkeng, durian, dan melon. Untuk tanaman sayuran di Kabupaten Banyuwangi, pemasaran komditas sayuran tersebut sudah ada yang di pasarkan diluar daerah Kabupaten Banyuwangi seperti tanaman cabe besar dan kacang panjang.
 Kata Kunci:
Pergeseran sektor basis, data base pertanian, produk unggulan
 
 
Sonny Sumarsono, Penyusunan Data Base Pertanian Kabupaten Banyuwangi
2
COMPILATION of AGRICULTURE DATA BASE FOR EXPANSION of  PRE-EMINENT SECTOR of SUB-PROVINCE AREA BANYUWANGI  Abstract
 Result of calculation LQ, CR and DLQ indicates that there is 3 priority sector which can be exeeded especially in konstribusi area earnings, that is: ( 1)agricultural sector (LQ = 2,44770, mean LQ > 1, mean agricultural sector iseconomic development bases sector in sub-province Banyuwangi), ( CR > 0,agricultural sector CR= - 0,0005, agriculture, CR=0,0003 commercial sector, thishotel and hall restaurant shows development policy for kebupaten Banyuwangi isemphasis of first priority at second agricultural sector and priority is commerce,hotel and restaurant; ( b) commercial sector, hotel and restouran; and ( c) sector transportation and communications. Compilation of Agricultural produce Databasein Kabupaten Banyuwangi is Agro product result data information system that isintrinsically is a system from all form of acquired activities and data processing co-ordinated, integrated and interacted from all scope activity result of agro product.Field crop with pre-eminent commodity in Kabupaten Banyuwangi is consisted:lowland rice, upland padi, corn, soy, cassava, parsnip jalar, peanut, and green peanut. While for fruits horticulture commodity that is mangosteen, durian, orangesiam, banana, and ginger; while vegetables covers shallot, spinach, chickpea, bigcabe, small cabe, string bean, kangkung, cucumber, gourd siam, mustard, eggplant,and tomato. Special for fruits commodity becoming is pre-eminent if it is seen fromits(the farm wide and production is banana, orange, mangosteen and watermelon. Existence of the commodity spread over in six Kecamatan that is: Songgon,Kalipuro, Glagah, Bangorejo, Gallery and Purwoharjo. As for marketing of the fruits commodity is the existing hinga doesn't meet meaning resistance. Beside to fulfill local market, also is marketed is finite out area like Surabaya and Bali. Evenspecial mangosteene have been in export to Australian and Taiwan. Besides abovementioned fruits there are still some fruitses enabling to be developed in coming,among others litchi, durian, and melon. For vegetable crop in Kabupaten Banyuwangi, marketing of the vegetable komdity someone have in marketing outsidearea Kabupaten Banyuwangi like big cabe crop and string bean.
 Key word 
: Friction of bases sector, agriculture data base, pre-eminent product 
I.
 
PENDAHULUAN
Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yangberkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesiaseutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya.Hal ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar kemajuan lahiriah,seperti pangan, sandang, perumahan, dan kesehatan atau kepuasan batiniah, sepertipendidikan, rasa aman, bebas mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab, dan rasa
 
 Jurnal Perencanaan Wilayah dan Pembangunan, Volume 1 Nomor 1, Nopember 2009
3
keadilan, melahirkan keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara keduanya. Bahwapembangunan dilaksanakan merata di seluruh tanah air bukan hanya untuk satu golongan atausebagian masyarakat melainkan masyarakat secara keseluruhan. Pembangunan itu harusbenar-benar dapat dirasakan oleh seluruh rakyat sebagai perbaikan tingkat hidup yangberkeadilan sosial.Sehubungan dengan itu, pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana,menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap dan berlanjut untuk memacu peningkatan kemampuannasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lainyang telah maju.Indonesia merupakan negara pertanian, 75% tenaga kerja berada di sektor pertanian.Ditunjang dengan tanah yang subur, meratanya hujan di seluruh wilayah negara Indonesia,serta macam varietas yang beragam menjadikan Indonesia berpotensi untuk mengembangkansektor pertanian sebagai basis perekonomian (Sarangih. B, 2004:20)Pada saat ini Indonesia mengalami krisis daya beli masyarakat yang sangat menurun.Industri-industri banyak tutup karena biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan mentahsangat mahal sedangkan pendapatan masyarakat menurun. Limpahan tenaga kerja tidak mampu ditampung oleh sektor industri maupun jasa. Satu-satunya sektor yang mampumenampung limpahan tenaga kerja adalah sektor pertanian dalam jangka pendek.Pertanian yang menerima limpahan tenaga kerja sektor industri dan jasa mengalamigoncangan. Kredit program pertanian dicabut, suku bunga kredit membubung tinggi sehinggatidak ada kredit yang tersedia untuk pertanian. IMF melakukan desakan supaya subsidi pupuk dicabut dan memberlakukan tarif impor untuk tanaman pangan sebesar 5%. Diperparah lagiInfra struktur pertanian di pedesaan banyak yang rusak karena tidak adanya dana untuk perawatan.Memperhatikan kondisi dan perubahan yang terjadi, Departemen Pertanian bersama
stakeholder 
pembangunan lainya merumuskan dan mengimplementasikan paradigma baru
 pembangunan petanian yaitu “pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing,kerakyatan, berkelanjutan, dan terintegrasi.” Kondisi dan p
erubahan yang ada adalahpersoalan sistem, sehingga pemulihan krisis ekonomi maupun pembangunan tidak bolehdilakukan dengan sepotong-potong, melainkan harus dilakukan secara sistem, yaitupembangunan kembali sektor pertanian.Pembangunan pertanian yang dikembangkan pemerintah adalah pertanian yangmengembangkan komoditi daerah, sehingga berhak mengelola potensi yang ada sekaligussebagai tanggung jawab akan perkembangan perekonomian daerah. Pemerintah daerah akansemakin
intens
karena telah mengenal karakteristik tanah, curah hujan, pangsa pasar, maupuntata aturan yang ada. Dengan melibatkan peran serta pemerintahan daerah, pembangunanpertanian sebagaimana telah digariskan dapat dijalankan dengan maksimal (Arie. P, 2000: 12)Guna memperlancar pembangunan pertanian berbasis khas daerah pada era otonomidaerah pemerintah menetapkan Undang-Undang (UU) nomer 32 tahun 2004 bagian a,tentang otonomi daerah pada intinya mengatur pokok-pokok pembentukan pemerintahdaerah setingkat kota atau kabupaten. Atas dasar itu daerah dituntut untuk bertanggung jawab
dan dinamis dalam melaksanakan UU. “Bertanggung jawab” mempunyai arti pembangunan
ekonomi harus diselaraskan dengan pembangunan daerah di seluruh pelosok tanah air.
“Dinamis” berarti pelaksanaan otonomi daer 
ah harus sesuai dengan pembangunan ekonomisecara nasional meliputi seluruh sektor perekonomian, sehingga pelaksanaan pembangunandaerah dapat berjalan secara seimbang dengan perkembangan daerah lain.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Arief Adi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->