Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN TERHADAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF DI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO

PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN TERHADAP PERENCANAAN PEMBANGUNAN PARTISIPATIF DI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO

Ratings: (0)|Views: 578|Likes:

More info:

Published by: Edwin Octavian Mahendra on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/05/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Perencanaan Wilayah dan Pembangunan, Volume 1 Nomor 1, Nopember 2009
1
PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGANKECAMATAN TERHADAP PERENCANAAN PEMBANGUNANPARTISIPATIF DI KECAMATAN PANARUKANKABUPATEN SITUBONDO
Supriyono
Alumni Pascasarjana Universitas Jember Program Studi Ilmu Ekonomi
 Ringkasan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Bantuan Modal, danKinerja Tenaga Pendamping, terhadap Faktor Pemberdayaan Keluarga Miskin pada program PPK di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, secara parsial maupunsimultan. Berdasarkan hasil analisis maka kesimpulan dalam penelitian ini adalahsebagai berikut: (1) Faktor Bantuan Modal berpengaruh positif signifikan terhadapPemberdayaan Keluarga Miskin pada program PPK di Kecamatan PanarukanKabupaten Situbondo; (2) Faktor Kinerja Tenaga Pendamping berpengaruh positif signifikan terhadap Pemberdayaan Keluarga Miskin pada program PPK diKecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo; (3) Faktor Bantuan Modal dan KinerjaTenaga Pendamping masing
 – 
masing berpengaruh positif signifikan terhadap Faktor Pemberdayaan Keluarga Miskin pada program PPK di Kecamatan PanarukanKabupaten Situbondo; dan (4) Faktor Bantuan Modal, Kinerja Tenaga Pendamping,dan Pemberdayaan Keluarga Miskin masing-masing berpengaruh positif, secarastatistik hanya Faktor Kinerja Tenaga Pendamping yang signifikan secara simultanterhadap Faktor Kesejahteraan penerima pada program PPK di KecamatanPanarukan Kabupaten Situbondo. Penelitian ini menyarankan beberapa hal: dalamupaya pengentasan kemiskinan upaya pemberian modal atau bahkan Bantuan Langsung Tunai tidak akan menyelesaikan masalah tanpa dibarengi dengan upaya pendampingan dan pemberdayaan. Untuk itu direkomendasikan dalam uapayamengurangi kemiskinan harus diperkuat upaya pemberdayaan masyarakat dan pendampingan yang benar dan mempunyai visi yang jelas. Upaya pemberdayaanmasyarakat membutuhkan syarat pendampingan yang benar, maka direkomendasikanlebih banyak diberdayakan tenaga-tenag pendamping yang mempunyai motivasiotinggi dan tentunya harus memperoleh kesejahteraan yang tinggi pula.
 Kata Kunci
: Bantuan modal, kinerja tenaga pendamping dan program PPK 
 
Supriyono, Implementasi Program Pengembangan Kecamatan Panarukan Kab. Situbondo
2
 DISTRICT DEVELOPMENT PROGRAM IMPLEMENTATION INFLUENCETO PARTISIPATIVE DEVELOPMENT PLANNING IN DISTRICT PANARUKAN SUB-PROVINCE SITUBONDO Abstract
Purpose of this research is to know influence Bantuan Modal, and Kinerja TenagaPendamping, to Faktor Pemberdayaan Keluarga Miskin at program PPK inKecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, parsially and also simultan. Based onresult of analysed hence conclusion in this research is as follows: ( 1) Capital HelpFactor influential positive of signifikan to Pemberdayaan Keluarga Miskin at  program PPK in Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo; ( 2) Associate EnergyPerformance Factor influential positive of signifikan to Pemberdayaan Keluarga Miskin at program PPK in Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo; ( 3) Capital Help Factor and each Kinerja Tenaga Pendamping had an effect on positive of signifikan to Faktor Pemberdayaan Keluarga Miskin at program PPK in KecamatanPanarukan Kabupaten Situbondo; and ( 4) Capital Help Factor, Associate EnergyPerformance, and each Pemberdayaan Keluarga Miskin had an effect on positive,statistically only Faktor Kinerja Tenaga Pendamping which signifikan in simultan toFaktor Kesejahteraan receiver at program PPK in Kecamatan Panarukan KabupatenSitubondo. This research suggests some things: in the effort pengentasan poorness of giving effort of capital or even Bantuan Langsung Tunai will not finalize problemwithout dibarengi with associate effort and enableness. For the purposerecommended in uapaya to lessen poorness must be strenghtened enableness effort of correct public and associate and has vision that is clear. Enableness effort of publicrequires condition of correct associate, hence recommended to be more is powered [by] tenaga-tenag associate having high motivasio and it is of course must obtainhigh prosperity also.
 Key word 
: Capital help, associate energy performance and program PPK 
I.
 
PENDAHULUAN
Masalah kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh masyarakat di perkotaan, tetapi juga didaerah pedesaan, beberapa wilayah merupakan kantong-kantong kemiskinan. Kualitashidupnya sangat rendah, dan tidak pasti. Kesulitan mengatasi kebutuhan hidup sehari-haritelah menjadikan penduduk di kawasan ini harus menanggung beban kehidupan yang berat,berkutat dengan perangkap utang yang seperti tidak pernah habis-habisnya, dan tidak dapatdipastikan pula kapan masa berakhirnya (Suyanto, 2003).Posisi sosial penduduk miskin sangat rentan dan sensitif terhadap gejolak sosial danmudah dimanfaatkan sebagai medan mobilisasi tindakan-tindakan anarkis. Sejauh ini,penanganan terhadap masalah penduduk miskin ini sebagian besar lebih banyak dilakukandengan model
top-down
dan peranan pemerintah sangat kuat. Kalaupun ada program-programpemberdayaan yang rencanakan secara
bottom-up
, dalam realisasinya masih belum optimaldan sering terjadi peran pemerintah masih terap dominan.
 
 Jurnal Perencanaan Wilayah dan Pembangunan, Volume 1 Nomor 1, Nopember 2009
3
Upaya-upaya penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan oleh PemerintahRepublik Indonesia telah banyak namun diakui memang belum dapat menanggulangi jumlahpengangguran yang cukup besar dan belum menunjukkan hasil yang optimal. Hal inidisebabkan oleh beberapa kelemahan dari masing-masing kegiatan tersebut, seperti antaralain, (1) kurang koordinasi terutama dalam penetapan kelompok sasaran, jumlah danlokasinya, serta jenis kegiatan yang sesuai dengan pendekatan padat karya sekaligusmendukung produksi; (2) sistem penyaluran dana belum menyentuh langsung kepadamasyarakat pada lapisan bawah; (3) penetapan upah kerja di beberapa daerah relatif cukuptinggi, sehingga banyak tenaga kerja beralih dari kegiatan sebelumnya; (4) mekanismepengendalian dan pelaporan yang kurang berjalan secara baik; (5) penyebaran informasikepada masyarakat masih amat rendah; dan (6) kurang transparan dalam pengelolaanprogram/proyek(Suhendar, 1999: 2 ).Lebih jauh dari itu, juga ditunjukkan betapa tidak ada
 – 
atau lemahnya - sistem
kelembagaan di tingkat komunitas yang mampu “menolong” warga untuk secara bersama
-sama menghadapi dan/atau mengatasi kesulitan yang lebih parah daripada apa yangtelah/pernah dihadapi sebelumnya, yang boleh dikata muncul secara tiba-tiba. Mereka lebihbanyak berharap institusi formal (pemerintah desa) setempat yang juga menunggu instruksidari instansi pemerintah yang lebih tinggi lagi (dalam hal ini kecamatan). Demikian pulainstitusi-
institusi lokal (informal) praktis tidak melakukan sesuatu”.
 Temuan-temuan di atas memberikan 3 (tiga) pelajaran yang amat berharga tentangproses pemberdayaan masyarakat. Pelajaran
pertama
, lembaga-lembaga lokal yang kuatkapasitasnya hanya memiliki daya cakupan yang terbatas, yaitu hanya berada di tingkatlingkungan ketetanggaan Petert J Evers, 2000).
Kedua
, secara umum, Pemerintah Indonesia tidak berhasil bekerja dengan kapasitaslokal yang tersedia untuk meningkatkan kinerja perencanaan dan implementasi proyek-proyek dan layanan jasanya. Pemerintah di tingkat desa lebih bersikap mewakili pemerintah ditingkat atasnya daripada bertindak sebagai wakil dari konstituennya di desa.Pelajaran
ketiga
, sebenarnya terdapat institusi-institusi dan/atau organisasi-organisasi lokal lain yang memiliki daya jangkau dan daya dukung lebih luas, sehingga,secara hipotetis, masing-masing institusi dan organisasi itu sanggup menjadi modal sosialbagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Baik sebagai mitra dan/atau
„penyeimbang‟ pelaksanaan proyek pembangunan di satu pihak, maupun sebagai
pelaksana proyek-proyek pembangunan itu sendiri di pihak lain. Institusi-instusi dan/atauorganisasi-oranisasi dimaksud berupa institusi-institsi dan organisasi-organisasi yangterbentuk atas dasar nilai-nilai ajaran agama, sistem kekerabatan, sistem adat, sistemorganisasi pemerintahan tradisional, dan lain sebagainya. Hanya saja, memang, kapasitasmasing-masing institusi dan/atau organisasi itu dalam kondisi yang terus menurun dayadukungnya. Baik karena adanya upaya-upaya yang sistematis (baca: sengaja) dan secaralangsung melemahkannya, maupun karena akibat proses-proses yang alamiah, sebagaidampak dari perubahan-perubahan yang terjadi baik di lingkungan dalam maupunlingkungan luar institusi dan organisasi lokal itu sendiri. Melemahnya kapasitas institusidan/atau organisasi-organisasi tradisional dimaksud seringkali terjadi karena memangtidak diberikannya ruang partisipasi yang berarti; yaitu suatu proses yang pada akhirnyamemungkinkan institusi-institusi dan/atau organisasi-organisasi itu berkembang sesuaidengan tuntutan zamannya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->