upaya untuk mengubah/memperbaiki teknik budidaya yang selama ini masihkonvensional menjadi teknik budidaya yang intensif. Hal ini dapat dicapai dengan lebihmemantapkan penataan teknologi produksi mulai dari persiapan lahan, pengolahanlahan, penggunaan varietas unggul, pemeliharaan tanaman, Panen dan pasca panenserta distribusi pemasaran hasil. Para petani diharapkan dapat meningkatkanketerampilan teknis budidaya ini dengan adanya peran pembinaan yang diberikan olehpihak mitra.Dalam uraian selanjutnya yang akan dibahas dalam Model Kelayakan Kemitraan Terpaduini adalah pengembangan ubi kayu secara monokultur dan dilakukan secara intensif, danproduknya sebagai bahan baku untuk Perusahaan Tepung Tapioka ataupun Perusahaaneksportir gaplek/chips. Dengan budidaya ubi kayu secara monokultur ini, diharapkanpetani akan betul-betui mengerjakan kebunnya dengan seintensif mungkin, karena hasilubi kayu ini akan merupakan satu-satunya komoditas andalannya, walaupun sebenarnyapada saat vegetatif dapat dilakukan tumpang sari dengan komoditas lain seperti dengan jagung, kedele, kacang tanah dan tanaman palawija lainnya.
Tujuan
Tujuan pembuatan model kelayakan proyek kemitraan terpadu komoditas ubi kayu iniadalah untuk : (1). Memberikan gambaran umum bagi perbankan yang berminat untukmembiayai usaha budidaya ubi kayu, dengan skim kredit yang sesuai dan cukup aman,karena pasar sudah terjamin, (2). Kredit yang disalurkan dapat mencapai sasaran, dan(3). Pengembalian kredit diharapkan akan lancar, karena adanya keterlibatan berbagaipihak terkait. Secara rinci tujuan tersebut adalah sebagai berikut :a.Menyediakan suatu referensi bagi perbankan tentang kelayakan budidaya tanaman ubikayu yang ditinjau dari sisi prospek/kelayakan pasar, kelayakan teknis budidaya yangdilaksanakan dengan penerapan teknologi yang lebih maju, kelayakan dari sisi keuangan,terutama bilamana sebagian dari biaya produksi yang diperlukan akan dibiayai dengankredit perbankan. Begitu juga pengorganisasian pelaksanaan proyeknya dapat menjaminkelancaran pelaksanaan dan menjamin keuntungan semua pihak;b. Dengan referensi kelayakan tersebut diharapkan perbankan dapat mereplikasikanpelaksanaan proyek serupa di daerah-daerah atau lokasi yang sesuai dengan kajiankelayakan yang dimaksud;c. Dengan demikian, tujuan dalam mengembangkan usaha kecil melalui peningkatanmutu budidaya tanaman ubi kayu tercapai sasarannya yang ditempuh melaluipeningkatan realisasi kredit yang cocok untuk usaha kecil, meningkatkan keamananpelaksanaan kreditnya, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani ubi kayu;d. Mendorong perluasan budidaya ubi kayu serta meningkatkan produksi tepung tapiokadan gaplek/chips secara nasional untuk keperluan Dalam Negeri dan ekspor karenabahan baku ubi kayu dapat diusahakan cukup tersedia secara berkesinambungan.
Page
3