Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
176Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ubi Kayu

Ubi Kayu

Ratings:

4.92

(13)
|Views: 71,246|Likes:
Published by Kang Tris
Tanaman ubi kayu (Manihotutikisima) memiliki berbagai varitas atau klonyang dapat langsung dikonsumsi sebagai makanan atau menjadi bahan baku bagi industri tapioka dan gapiek (manihok) ataupun tepung gapiek, yang selanjutnya dipergunakan untuk berbagai macam industri seperti makanan, makanan ternak, kertas, kayu lapis dan lainnya
Tanaman ubi kayu (Manihotutikisima) memiliki berbagai varitas atau klonyang dapat langsung dikonsumsi sebagai makanan atau menjadi bahan baku bagi industri tapioka dan gapiek (manihok) ataupun tepung gapiek, yang selanjutnya dipergunakan untuk berbagai macam industri seperti makanan, makanan ternak, kertas, kayu lapis dan lainnya

More info:

Published by: Kang Tris on Dec 13, 2007
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2013

pdf

text

original

 
Ubi Kayu
Dengan budidaya ubi kayu secara monokultur ini,diharapkan petani akan betul-betui mengerjakan kebunnyadengan seintensif mungkin.
 Tanaman ubi kayu (Manihotutikisima) memiliki berbagai varitas atauklonyang dapat langsung dikonsumsi sebagai makanan atau menjadibahan baku bagi industri tapioka dan gapiek (manihok) ataupun tepunggapiek, yang selanjutnya dipergunakan untuk berbagai macam industriseperti makanan, makanan ternak, kertas, kayu lapis dan tainnya..
2007
http://sutrisno.wordpress.comSumber : www.bi.go.id12/13/2007
 
PENDAHULUAN
LATAR 
 
BELAKANG
Tanaman ubi kayu (Manihotutikisima) memiliki berbagai varitas atau klonyang dapatlangsung dikonsumsi sebagai makanan atau menjadi bahan baku bagi industri tapiokadan gapiek (manihok) ataupun tepung gapiek, yang selanjutnya dipergunakan untukberbagai macam industri seperti makanan, makanan ternak, kertas, kayu lapis dantainnya. Berdasarkan potensi fisik seperti kesesuaian lahan, iklim, sumberdaya manusia,dan tingkat adaptasi teknologi, tanaman ubi kayu banyak didapatkan dan bisadibudidayakan di banyak tempat/lokasi di Indonesia sehingga memungkinkan untukdiusahakan oleh para petani secara luas.Hasil olahan ubi kayu berupa tapioka dan gapiek (manihok) dalam bentuk chips, pelletataupun lainnya, telah lama menjadi komoditi ekspor yang sangat penting dalammenyumbang pendapatan devisa, karenanya merupakan aset yang sangat berharga danperlu dijaga kelestariannya sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan eksporpada masa-masa selanjutnya.Pengalaman petani menunjukkan bahwa penanaman ubi kayu sering tidak membuahkanhasil yang cukup baik untuk keluarga, karena keadaan tata niaga kayu yang banyakdipengaruhi oleh fluktusi harga sehingga merugikan petani. Pada saat menjelang tanam,harga ubi kayu biasanya terlihat sangat menarik sehingga banyak petani berusahamenanamnya. Akan tetapi pada saat panen harga kayu kemudian jatuh sehingga banyakmerugikan petani (berdasarkan data yang ada kapasitas pabrik dan potensi ekspor masihlebih besar dari jumlah produksi). Kondisi ini telah mendorong banyak petani untukmengalihkan perhatian dan berusaha menanam komoditi seperti kelapa sawit. Di sisi lain,apabila hal ini terus dibiarkan, akan bisa berakibat turunnya produksi yang dapatmenekan pasokan ubi kayu baik untuk keperluan ekspor ataupun konsumsi sawit dalamnegeri.Lemahnya posisi petani ubi kayu dalam menghadapi pengaruh fluktuasi harga, terutamadisebabkan karena ubi kayu memiliki daya simpan yang rendah,dan produktifitasnya jugarendah akibat modal usaha yang sangat terbatas, disamping kebutuhan keluarga yangsudah sangat mendesak. Pendapatan petani ubi kayu akan makin rendah lag! karenapada saat dijual ke pabrik mendapatkan mutu ubi kayunya rendah dan rafaksi yangditentukan secara sepihak oleh pabrik.Berdasarkan keadaan yang ada, maka salah satu alternatif untuk meng antisipasimasalah tersebut di atas, adalah dengan upaya mengadakan kerjasama antara parapetani produsen ubi kayu di satu pihak dengan pengguna/pemakai ubi kayu (baik dengankapasitas pabrik yang cukup besar, maupun dengan kapasitas pabrik yang sedang) dipihak lain, sehingga dapat diciptakan bentuk kerjasama kemitraan dengan tata niagayang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Untuk mendukung kelancarankemitraan ini, para petani memerlukan dukungan permodalan untuk keperluanpenanaman ubi kayu, di mana bank pelaksana dapat berperan dengan memberikankredit dengan skim kredit yang sesuai.Secara teknis upaya mengembangkan budidaya ubi kayu harus diikuti dengan adanya
Page
2
 
upaya untuk mengubah/memperbaiki teknik budidaya yang selama ini masihkonvensional menjadi teknik budidaya yang intensif. Hal ini dapat dicapai dengan lebihmemantapkan penataan teknologi produksi mulai dari persiapan lahan, pengolahanlahan, penggunaan varietas unggul, pemeliharaan tanaman, Panen dan pasca panenserta distribusi pemasaran hasil. Para petani diharapkan dapat meningkatkanketerampilan teknis budidaya ini dengan adanya peran pembinaan yang diberikan olehpihak mitra.Dalam uraian selanjutnya yang akan dibahas dalam Model Kelayakan Kemitraan Terpaduini adalah pengembangan ubi kayu secara monokultur dan dilakukan secara intensif, danproduknya sebagai bahan baku untuk Perusahaan Tepung Tapioka ataupun Perusahaaneksportir gaplek/chips. Dengan budidaya ubi kayu secara monokultur ini, diharapkanpetani akan betul-betui mengerjakan kebunnya dengan seintensif mungkin, karena hasilubi kayu ini akan merupakan satu-satunya komoditas andalannya, walaupun sebenarnyapada saat vegetatif dapat dilakukan tumpang sari dengan komoditas lain seperti dengan jagung, kedele, kacang tanah dan tanaman palawija lainnya.
Tujuan
Tujuan pembuatan model kelayakan proyek kemitraan terpadu komoditas ubi kayu iniadalah untuk : (1). Memberikan gambaran umum bagi perbankan yang berminat untukmembiayai usaha budidaya ubi kayu, dengan skim kredit yang sesuai dan cukup aman,karena pasar sudah terjamin, (2). Kredit yang disalurkan dapat mencapai sasaran, dan(3). Pengembalian kredit diharapkan akan lancar, karena adanya keterlibatan berbagaipihak terkait. Secara rinci tujuan tersebut adalah sebagai berikut :a.Menyediakan suatu referensi bagi perbankan tentang kelayakan budidaya tanaman ubikayu yang ditinjau dari sisi prospek/kelayakan pasar, kelayakan teknis budidaya yangdilaksanakan dengan penerapan teknologi yang lebih maju, kelayakan dari sisi keuangan,terutama bilamana sebagian dari biaya produksi yang diperlukan akan dibiayai dengankredit perbankan. Begitu juga pengorganisasian pelaksanaan proyeknya dapat menjaminkelancaran pelaksanaan dan menjamin keuntungan semua pihak;b. Dengan referensi kelayakan tersebut diharapkan perbankan dapat mereplikasikanpelaksanaan proyek serupa di daerah-daerah atau lokasi yang sesuai dengan kajiankelayakan yang dimaksud;c. Dengan demikian, tujuan dalam mengembangkan usaha kecil melalui peningkatanmutu budidaya tanaman ubi kayu tercapai sasarannya yang ditempuh melaluipeningkatan realisasi kredit yang cocok untuk usaha kecil, meningkatkan keamananpelaksanaan kreditnya, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani ubi kayu;d. Mendorong perluasan budidaya ubi kayu serta meningkatkan produksi tepung tapiokadan gaplek/chips secara nasional untuk keperluan Dalam Negeri dan ekspor karenabahan baku ubi kayu dapat diusahakan cukup tersedia secara berkesinambungan.
Page
3

Activity (176)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Abu Dardak liked this
Nur Azizah liked this
Jabur Said Said liked this
Vicka Syafiqoh liked this
utuhnaruto liked this
srisuhartini2424 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->