Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN

PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN

Ratings: (0)|Views: 60 |Likes:
Published by hermanfarid

More info:

Published by: hermanfarid on Apr 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

 
PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI AKADEMIKDALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARANOleh: Tarmizi Ramadhan(http://tarmizi.wordpress.com)I. PENDAHULUANPendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan (pre-service education) maupun program dalam jabatan (incervice education). Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified (well training dan well qualified). Potensi sumber dayaguru itu perlu terus-menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional. Selain itu, pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat. Itulah sebabnya ulasanmengenai pelunya supervisi pendidikan itu betolak dari keyakinan dasar bahwa guru adalah suatu profesi. Suatu profesi selalu bertumbuh dan berkembang. Perkembangan profesi itu ditentukan oleh faktor internal maupun faktor eksternal.Menurut Sahertian (2000:2), guru yang profesional sekurang-kurangnya memiliki ciri-ciri antara lain:(1)Memiliki kemampuan sebagai ahli dalam bidang mendidik dan mengajar(2)Memiliki rasa tanggung jawab, yaitu mempunyai komitmen dan kepedulian terhadap tugasnya.(3)Memiliki rasa kesejawatan dan menghayati tugasnya sebagai suatu karier hidup serta menjunjung tinggi kode etik jabatan guru.Sejarah supervisi di negara maju seperti Amerika mula-mula supervisi diarahkan untuk memperbaiki pengajaran. Perbaikan pengajaran harus dimulai dengan pembinaandan pengembangan kurikulum yang menjadi sumber materi sajian pelajaran. Kemudian supervisi diarahkan untuk mengembangkan sumber daya manusia, dalam hal ini potensi manusia, yaitu guru-guru. Jadi yang perlu ditingkatkan ialah potensi sumberdaya guru, baik yang bersifat personal maupun yang bersifat profesional.Salah satu tugas Kepala Sekolah adalah sebagai supervisor, yaitu mensupervisi pekerjaan yang yang dilakukan oleh staf. Salah satu bagian pokok dalam supervisi tersebut adalah mensupervisi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dan memang kegiatan utama sekolah adalah menyelenggarakan pembelajaran. Jadi wajar jika tugas Kepala Sekolah dalam mensupervisi guru mengajar sangat penting. Supervisi semacam itu biasanya disebut supervisi akademik.Pentingnya pelaksanaan supervisi akademik untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui proses pembelajaran yangbaik. Oleh karena itu, kegiatan supervisi ini hendaknya rutin dilaksanakan di sekolah sebagai salah satu kegiatan yang dipandang positif dalam meningkatkan proses pembelajaran.Berdasarkan data pendahuluan yang penulis dapatkan di salah satu sekolah NegeriPalembang bahwa proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas belum tampak secara nyata. Interaksi pembelajaran antara guru dan siswa tidak terlihat dengan jelas. Kegiatan mencatat bahan pelajaran sampai habis masih saja terjadi. Kemudian, terlihat pula ada beberapa guru kelas yang meninggalkan ruangan dalam waktu yang cukup lama, sedangkan siswa di dalam kelas disuruh mencatat bahan pelajaran.Menurut pengamatan penulis, guru-guru yang mengajar hanya menunaikan tugasnya dan kurang memperhatikan akan pentingnya proses pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan ini berlangsung ada kaitannya dengan jarangnya kepala sekolah melaksanakan supervisi di dalam kelas. Pelaksanaan supervisi di sekolah tidak terjadwal dengan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->