Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
51Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ancaman Globalisasi Terhadap Implementasi Hukum Lingkungan

Ancaman Globalisasi Terhadap Implementasi Hukum Lingkungan

Ratings:

4.75

(16)
|Views: 4,460 |Likes:
Published by opanx

More info:

Published by: opanx on Dec 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2012

pdf

text

original

 
Ancaman Globalisasi terhadap Implementasi Hukum Lingkungan :Sebuah Tinjauan Perspektif Feminist Legal TheoryPendahuluan
Wilayah hidup rakyat di berbagai kampung di Indonesia telah dan sedangmengalami perusakan yang mengancam keselamatan dan kesejahteraan rakyat yanghidup di dalamnya. Ribuan bentuk perusakan dari yang paling halus hingga paling kasatmata terus menerus mengancam dan menggerogoti wilayah-wilayah hidup rakyat, lahanpertanian, hutan, lahan peternakan, termasuk meminggirkan cara rakyat bertahan hidupyang telah lama ada.
1
Kondisi serupa juga dialami oleh rakyat miskin kota, penggusuranhunian sudah jamak terjadi di berbagai kota besar di Indonesia. Gejala penggusuran yangsemakin massif akhir-akhir ini merupakan indikasi betapa tata ruang kota sebagai salahsatu aspek dari tata lingkungan yang bersifat makro tidak mengakomodasi hak rakyatyang bersifat mendasar.Setidaknya ada 3 (tiga) jenis perusak lingkungan yang hadir di dunia danmengancam keselamatan dan kesejahteraan masyarakat lokal di negara-negaraberkembang.
Pertama,
adalah industri pertanian global,
kedua,
industri pertambangan,dan
ketiga,
adalah industri kehutanan.
2
Dalam konteks tata ruang kota, gejalatransformasi ruang publik menjadi ruang privat merefleksikan komodifikasi ruang hidupdan ruang sosial yang cenderung memarjinalkan dan mengorbankan rakyat miskin kota.Manakala suatu komunitas dimarjinalkan dari wilayah hidup, kita harus melihatbahwa di dalam komunitas-komunitas tersebut terdapat kelompok-kelompok dangolongan-golongan yang mengalami penderitaan yang lebih dibandingkan dengankelompok-kelompok dan golongan-golongan yang lain. Realita menunjukkan bahwadalam kasus-kasus kerusakan lingkungan, perempuan dan anak-anak menjadi kelompok dan golongan yang lebih berisiko dan berpotensi mengalami penderitaan lebihdibandingkan dengan kelompok dan golongan yang lain.
3
Kelompok dan golongantersebut lebih rentan menjadi korban karena secara tradisional mereka telah menjadisasaran proses dan perlakuan diskriminasi. Doktrin hukum Hak Asasi Manusia (HAM)mengkategorisasikan kelompok dan golongan ini dengan sebutan kelompok rentan dantidak beruntung
(vulnerable and disadvantage groups)
.
4
 Tulisan ini mencoba mendeskripsikan perempuan sebagai korban atas kerusakanlingkungan yang terjadi sebagai akibat globalisasi ekonomi dan kemudian mentautkannyadengan HAM khususnya hak asasi perempuan. Perspektif feminist legal theory dijadikanpisau analisis untuk memetakan sampai sejauhmana keberpihakan peraturan perundang-undangan di sektor lingkungan berpihak pada perempuan.
1
Meentje Simatauw, Leonard Simanjuntak, Pantoro Tri Kuswardono,
Gender & Pengelolaan Sumber  Daya Alam : Sebuah Panduan Analisis,
Yayasan PIKUL, 2001, hal. 1
2
 
 Ibid 
, hal. 33
3
Saat Freeport belum masuk, perempuan asli mungkin sekali tidak merasakan beban kehidupan yang berat.Namun ketika Freeport masuk, dampak yang dirasakan oleh perempuan lebih berat dibandingkan denganlaki-laki. Pembedaan secara tradisional ternyata menimbulkan kesengsaraan bagi peempuan saat terjadiperubahan. Karena perempuan harus mengurus makan keluarga maka kerja perempuan menjadi lebih beratsaat lingkungan rusak oleh pertambangan. Lihat
ibid 
, hal. 12
4
 
 Economic, Social, and Cultural Committee
 
United Nations
memasukan perempuan dan anak-anak sebagai kelompok rentan dan tidak beruntung
 
 Globalisasi Ekonomi dan Dampaknya terhadap Lingkungan
Globalisasi memperlihatkan 2 (dua) dimensi yakni,
 pertama
dimensi ekonomidan korporasi
(economic and corporation globalization).
 
Kedua,
dimensi politik dannegara
(political and state globalization).
5
 
Kedua dimensi tersebut nampak padakebijakan yang diskenariokan dan didesain oleh negara-negara maju yang tergabungdalam G 8
6
melalui 3 (tiga) mesin globalisasi yaitu,
 pertama
lembaga keuanganinternasional
(International Financial Institutions/IFI’s),
kedua
OrganisasiPerdangangan Dunia
(World Trade Organization/WTO),
dan
ketiga
perusahaanmultinasional
(Multinational Corporation/MNC).
8
 
Melalui mesin-mesin globalisasi di atas, negara-negara maju semakinmemperkokoh hegemoni mereka untuk mengatur dan mengontrol sumber-sumber didunia. Lewat tangan WTO mereka mengatur kebijakan perdagangan dunia.
9
Melaluilembaga keuangan multilateral, mereka dapat menentukan negara mana yang dapatmenikmati kucuran uang. Kemudian dengan meminjam kekuatan IMF, mereka menekannegara-negara untuk melakukan deregulasi, privatisasi, dan liberalisasi.
10
 
5
M. Ridha Saleh,
 Ecoside : Politik Kejahatan lingkungan dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
, Jakarta,Walhi, 2005, hal. 50
6
Negara-negara yang tergabung dalam G 8 terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Itali, Perancis, Inggris,Jerman, Rusia, dan Jepang .
7
Lembaga Keuangan Internasional yakni : Bank Dunia (WB), Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Pembangunan Afrika (AfDB), Bank Pembangunan Eropa (EBRD), Bank Pembangunan antar Amerika (IADB), dan Bank Pembangunan Islam (IDB).
8
Selain melalui institusi-institusi tersebut, negara-negara maju dengan menciptakan lembaga keuanganuntuk mendukung investasi mereka di luar negeri. Lembaga ini umumnya disebut sebagai Lembga KreditEkspor
(Export Credit Agencies/ECA)
seperti JBIC (Jepang), Exim Bank (AS), EDC (Kanada), HermesJerman). Kemudian mereka juga menciptakan lembaga penjamin yang ditujukan untuk menjamin investasiatas aset-aset negara tersebut di luar negeri, misalnya OPIC (AS). Lihat
Konspirasi Global : Kejahatan yang Terorganisir 
dalam Aflina Mustafainah, et. al.
 Manual Pendidikan Dasar Globalisasi,
Jakarta,debtWATCH Indonesia, JK-LPK, dan Community Development Bethesda, 2004, hal. 14
9
Salah satu aspek yang diatur oleh WTO adalah perdagangan yang terkait dengan Hak atas KekayaanIntelektual (HaKI)/ 
Trade Related Aspect of Intelectual Property Rights (TRIPs).
TRIPs merupakaninstrumen hukum internasional untuk melindungi kekayaan intelektual dan penemuan termasuk makhluk hidup yang salah satunya adalah benih atau varietas pertanian. Dengan hak paten atas mahkluk hidup,seseorang atau suatu lembaga memiliki hak sepenuhnya untuk memanfaatkan atau menjual jenis atauvarietas yang telah dipatenkan. Bila orang lain ingin memanfaatkan atau menjual jenis atau varietas yangsama mereka harus membayar pada pemilik paten. Implikasinya para petani dan masyarakat adat tidak dapat lagi menjalankan aktivitas seperti menyimpan benih, mempertukarkan, menanam, dan menjual tanpaseijin pemilik paten. Lihat Posisi Koalisi Ornop terhadap WTO dalam Meentje Simatauw, LeonardSimanjuntak, Pantoro Tri Kuswardono, op. cit, hal. 38
10
Aflina Mustafainah
et. al, loc. cit.
Kebijakan yang dikembangkan oleh lembaga keuangan multilateralselalu mengarah kepada privatisasi (yang selalu didahului oleh restrukturisasi) dan liberalisasi lewat mesinmereka : pinjaman
(loan)
. Setiap pinjaman yang diberikan kepada negara-negara debitor selalu disertaisyarat-syarat (conditionalities) yang lebih dikenal sebagai Program Penyesuaian Struktural (StructuralAdjusment Program/SAP). Fungsi utama SAP adalah untuk meromabk sistem lama disuatu negara agarsesuai dengan mekanisme pasar bebas murni yang diusung oleh aliran neoliberalisme. Lihat ArimbiHeroepoetri dalam Fabby Tumiwa,
 Listrik yang Menyengat Rakyat : Menggugat Peranan Bank-Bank Pembangunan Multilarel,
Jakarta, WGPSR, 2002, hal. Xii. Berdasarkan kesepakatan dengan IMF,Indonesia akan membuka keran impor beras dengan bea masuk 0% pada bulan Agustus 2002. Artinyaberas dari luar akan membanjiri pasar eras di Indonesia dengan harga murah. Harga beras di pasar dunia
 
Kemudian dampak dari investasi MNC yang mengakibatkan penderitaan padamasyarakat adat
(indigenous people)
dilakukan oleh Hitchock sebagaimna dipaparkandalam tabel di bawah ini.
11
 
Tabel 1 : Proyek MNC yang menyebabkan dampak negatif bagi kesejahteraan masyarakat adat  
Perubahan Negara Dampak
Ecuador oil development(Petroequador, Maxus oil Co.)Ecuador Waorani dan masyarakat adatlainnya tergusur dari tanahnya,keanekaragaman hayati hilang,air terkena racun, da kerusakanlingkungan secara masif karenatumpahan minyak Total, Unocal (Union OilCompany of California)Burma Terlibat dalam hak-hak buruhdan menggunakan budak Royal dutch shell Nigeria Perusakan lingkungan,penindasan, perampasan milik rakyat ogoni, penangkapan danpenahanan dengan sewenang-wenang, dan menghukum matiaktivis lingkunganTanzania Wheat Project Tanzania Pemindahan secara paksa,pelecehan dan penahan, sertamengurangi aksesBorneo Logging (Mitshubishi) Malaysia Perusakan hutan, dan penindasanatas suku Punan dan masyarakatasli lainnyaWestern Desert Mining (RioTinto Zinc)Australia Aborigin tergusur dari wilayahtradisionalnya, polusi danperusakan sumber dayaUranium Mining (Kerr-McGee) New Mexico Penambangan-penambanganNavajo menderita kanker danpenyakit lainnya, tetapimendapat kompensasi danbantuan sangat minimalAgricultural Project (SwftArmour, King Ranch)Brasil Pembersihan hutan dantimbulnya konflik-konflik sosial
Selain merusak lingkungan, korporasi global yang didukung oleh negara-negaramaju dan kaya, WTO, kartel utang terutama IMF, Bank Dunia sebagai mesin utamaglobalisasi dalam mengakumulasi kekayaan dan menghisap sumber daya negara-negaraberkembang, operasi korporasi global tersebut menyokong terjadinya pemiskinan yangsemakin masif.
12
Kecenderungannya kesenjangan sosial ekonomi antara negara maju dannegara miskin semakin memprihatinkan sepanjang 10 tahun terakhir. Data UNDP tahun1999 menunjukkan bahwa jumlah orang miskin yang hidupnya kurang dari 1 dollar AS
pada tahun 2000 berkisar 1500 rupaiah sementara harga beras lokal berkisar antara 2000 hingga 3000rupiah perkila gram. Lihat Meentje Simatauw, Leonard Simanjuntak, Pantoro Tri Kuswardono,
ibid.
hal 34
11
Ifdhal Kasim,
 Hak atas Lingkungan Hidup dan Tanggung Gugat Korporasi Internasional,
SUAR,Volume 5 No. 10 & 11 Tahun 2004, hal. 24
12
Kemiskinan merupakan suatu kondisi yang menghambat terpenuhinya hak atas lingkungan yang sehat.Permasalahan pemenuhan atas hak lingkungan juga terkait dengan hak atas permukiman yang layak 
(right to adequate housing)
dan akses terhadap layanan air bersih. Rakyat yang hidup dalam kondisi miskin justrusulit untuk memperoleh kedua penikmatan atas hak ini.

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Husna Nur Hakim liked this
BobbyBKKPN liked this
B-doel Kina liked this
Alvie Gotō liked this
prisoner47 liked this
Wanita Indonesia liked this
Paris Diamanis liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->