Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGARUH PERUBAHAN HARGA BBM (PREMIUM, MINYAK TANAH, SOLAR) TERHADAP INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DI KOTA BENGKULU TAHUN 1998 - 2009

PENGARUH PERUBAHAN HARGA BBM (PREMIUM, MINYAK TANAH, SOLAR) TERHADAP INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DI KOTA BENGKULU TAHUN 1998 - 2009

Ratings: (0)|Views: 428 |Likes:
Published by Tina Wahyufitri

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Tina Wahyufitri on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2013

pdf

text

original

 
 1) Alumni Program Magister Perencanaan Pembangunan Universitas Bengkulu2) Dosen Program Magister Perencanaan PembangunanUniversitas Bengkulu
1
PENGARUH PERUBAHAN HARGA BBM (PREMIUM,MINYAK TANAH, SOLAR) TERHADAP INDEKS HARGAKONSUMEN (IHK) DI KOTA BENGKULU TAHUN 1998 - 2009
Tina Wahyufitri
1
)Muh. Abduh
2
)Edy Rahmantyo TH
2
)ABSTRACTThis paper analyzes the impact and causality among the fuel prices and theCPI basket of goods and services. We use the Granger Causality with 142 monthsobservation period. The result indicate that the price of fuel has one wayrelationship to CPI basket of goods and services and no relation in one way or  both ways between the CPI basket of goods and services to the fuel prices.Based on this finding, the government policy should allocate fundeffectively to CPI basket of goods and services that have sensitivity to changingfuel price.Key Words :Inflation, Consumer Price Index, Causality
I. PENDAHULUAN
Pada kurun waktu dari tahun 2005 hingga 2009 harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia mengalami kenaikan juga penurunan akibat pengurangan subsidi BBM dan perubahan harga minyak dunia. Mulai tahun 2001 pemerintah Indonesia menurunkan subsidi BBM dengan tujuan untuk mengalihkan subsidi BBM tersebut untuk kepentingan pendidikan, kesehatan dan bantuan kepada rakyat miskin dimana salah satunya berbentuk bantuan langsungtunai (BLT). Subsidi BBM sebelumnya diberikan pemerintah kepada produsenatau konsumen dengan tujuan agar BBM dapat diperoleh dengan harga yang lebihrendah. Namun dengan jumlah konsumen yang terus meningkat, juga hargaminyak dunia yang terus naik, subsidi BBM ini menjadi beban yang sangat besar terhadap APBN. Untuk menghindari hal tersebut, mulai tahun 2001 pemerintahmengurangi subsidi terhadap BBM (Lestari, 2004).Penurunan subsidi BBM menyebabkan kenaikan harga BBM yang berturutturut terjadi hingga mencapai harga tertinggi di bulan November 2008. Selain penurunan subsidi BBM, kenaikan harga BBM dipicu oleh harga minyak duniayang tercatat menyentuh titik tertinggi pada tanggal 3 Juli 2008 yaitu mencapai
 
 1) Alumni Program Magister Perencanaan Pembangunan Universitas Bengkulu2) Dosen Program Magister Perencanaan PembangunanUniversitas Bengkulu
2level USD 144,22 per barrel untuk Brent Crude dan USD 145,31 per barrel untuk Light sweet. Sebagai konsekuensi dari naiknya harga minyak dunia tersebut, maka pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan Mei 2008sebesar 27,8%.Seiring berjalannya waktu harga minyak dunia mengalami fluktuasi.Setelah mencapai titik tertinggi pada bulan November 2008, harga minyak duniakemudian mengalami titik balik penurunan harga pada akhir bulan November 2008. Penurunan harga minyak dunia ini mendorong penurunan Indonesian CrudePrice (ICP) menjadi cukup rendah yaitu sebesar USD 43 barrel. Dengan turunnyaharga minyak dunia maka muncul desakan pada pemerintah oleh masyarakatuntuk menurunkan harga BBM (Antara, 2008). Akhirnya pada tanggal 1Desember 2008 pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium dari Rp.6.000,- menjadi Rp. 5.500,- dan langkah ini kemudian disusul dengan penurunanharga solar.Menurut Lestari (2004) perekonomian di Indonesia cenderung memilikiketergantungan yang cukup tinggi terhadap minyak. Ketergantungan ini dapatdilihat dari semakin meningkatnya permintaan minyak yang diserap terutama olehsektor transportasi, rumah tangga, listrik dan industri. Semakin kuatketergantungan perekonomian terhadap minyak berarti pula kenaikan hargaminyak cukup memiliki kekuatan untuk mendorong harga.Teori inflasi desakan biaya (
cost push inflation
) menyebutkan bahwakenaikan harga-harga dalam perekonomian disebabkan oleh kenaikan biaya produksi. BBM merupakan salah satu komponen utama dalam biaya produksi,tarif angkutan, listrik dan komunikasi. Kenaikan harga BBM tentunya akanmenaikkan biaya produksi. Untuk mempertahankan margin keuntungan ataumenghindari kerugian, maka produsen akan menaikkan harga barang dan jasayang dibuatnya.Di Indonesia harga barang dan jasa dicatat oleh Badan Pusat Statistik dalam bentuk indeks yang disebut Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang yang dipergunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga secara umum dari sejumlah jenis barangdalam kurun waktu tertentu atau disebut juga dengan inflasi. IHK berguna untuk 
 
 1) Alumni Program Magister Perencanaan Pembangunan Universitas Bengkulu2) Dosen Program Magister Perencanaan PembangunanUniversitas Bengkulu
3melihat perkembangan harga (mengalami inflasi/deflasi) dan dapat digunakansebagai indikator untuk mengukur besarnya perubahan biaya hidup. Tingkat perubahan IHK (inflasi/deflasi) yang terjadi, dengan sendirinya mencerminkandaya beli dari uang yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Semakin tinggi inflasi maka semakin rendah nilai uang dan semakinrendah daya belinya.Untuk mengetahui pengaruh dari perubahan harga BBM ini, IHK dipilihsebagai salah satu indikator ekonomi yang dapat memberikan informasi mengenai perkembangan harga barang dan jasa yang dibayar oleh konsumen. Jika dilihatdari semakin meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak setiap tahunnya(Lestari, 2004), maka kenaikan harga BBM akan berpengaruh kepada kemampuandaya beli masyarakat berpenghasilan tetap.Kota Bengkulu sebagai bagian dari perekonomian Indonesia jugamerasakan dampak dari gejolak akibat perubahan politik dan krisis ekonomi yangterjadi di Indonesia. Jika dibandingkan antara inflasi nasional dan inflasi KotaBengkulu, inflasi Kota Bengkulu cenderung lebih tinggi atau lebih rendah dariinflasi Nasional. Kota Bengkulu pernah tercatat sebagai kota dengan inflasitahunan tertinggi kedua di Indonesia pada tahun 2005 yaitu sebesar 25,23%(nasional 17,11%). Sementara di tahun 2007 Kota Bengkulu tercatat memilikiinflasi tertinggi untuk kontrak rumah yaitu sebesar 25,8%. Tahun 2009 diwarnaidengan deflasi yang terjadi sejak akhir tahun 2008 hingga pertengahan 2009.Faktor penyebab deflasi antara lain: penurunan harga BBM yang terjadi tiga kali berturut-turut dalam jangka waktu kurang dari tiga bulan, rendahnya hargakomoditas unggulan Bengkulu yang terjadi sejak akhir tahun 2008 dan masihterjaganya pasokan bahan makanan dan kebutuhan masyarakat Bengkulu (Bank Indonesia, 2009).Hasil pertemuan forum pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Bengkuluyang difasilitasi oleh Bank Indonesia menyebutkan, secara umum inflasiBengkulu tahun 2008 disebabkan oleh: fluktuasi harga internasional komoditasunggulan Bengkulu, kenaikan harga BBM di triwulan II dan efek lanjutannyaserta kesenjangan permintaan dan penawaran beberapa kebutuhan masyarakat.Kenaikan harga BBM telah menjadi alasan bagi pelaku ekonomi untuk menaikkan

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Zick D'trailer liked this
Vie Thientriana liked this
Desy Eka Yuli liked this
Maya Sari liked this
Yuli Rahmawati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->