Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Paraktikum Tunas Lateral Dan Apikal

Laporan Paraktikum Tunas Lateral Dan Apikal

Ratings: (0)|Views: 1,870|Likes:
Published by Evietan Fina

More info:

Published by: Evietan Fina on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/22/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN TULANG
PENGHAMBATAN TUMBUH TUMBUH TUNAS LATERAL DANDOMINASI TUNAS APIKALI.TUJUAN
1.
Mengamati pengaruh Auksin terhadap pertumbuhan tunas lateral
2.
TINJAUAN TEORITIS
Auksin merupakan istilah yang sering digunakan untuk menjelaskansegala jenis bahan kimia yang membantu proses pemanjangan koleoptil,meskipun auksin sesungguhnya mempunyai banyak fungsi baik padamonokotil maupun dikotil. Auksin alamiah yang diekstraksi dari tumbuhanmerupakan suatu senyawa yang dinamai asam indol asetat IAA (Campbell2003). Meristem apical suatu tunas merupakan tempat utama sintesisauksin. Auksin berpengaruh hanya pada kisaran tertentu yaitu sekitar 10
-8
sampai 10
-3
M. Pada konsenterasi yang lebih tinggi, auksin justru akanmenghambat pemanjangan sel. Hal ini diduga disebabkan tingginya levelauksin yang menginduksi sintesis hormone lain, yaitu etilen, yangumumnya bekerja dalam penghambatan pada pertumbuhan akibatpemanjangsn sel (Galston 1970).Auksin merupakan salah satu hormon yang dapat meregulasi banyakproses fisiologis seperti pertumbuhan, pembelahan, dan diferensiasi selserta sintesis protein(Darrell 1986). Auksin diproduksi dalam jaringanmeristematik yang aktif yaitu tunas, daun muda dan buah. Pertumbuhanujung batang yang dilengkapi daun muda apabila menghadapi hambatan,maka pertumbuhan tunas akan tumbuh kea rah samping yang di kenaldengan tunas lateral, misalnya saja terjadi pemotongan pada ujung batang,maka akan tubuh tunas ketiak daun.Salah satu efek dari asanya auksin adalah dominasi apikal. Penelitian Thimann dan Skoog menunjukkan bawa dominasi tunas apikal disebabkanoleh auksin yang didifusikan tunas pucuk ke bawah dan ditimbun padatunas lateral. Hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral karenakonsentrasi auksin masih terlalu tinggi. Konsentrasi auksin yang terlaalutinggi inilah yang menghambat pertumbuhan tunas lateral yang dekat
1
 
LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN TULANG
dengan pucuk. Dominasi pucuk dapat dikurangi dengan memotong bagianpucuk tumbuhan yang akan mendorong pertumbuhan tunas lateral.Auksin diduga mempengaruhi plastisitas dinding sel saja, tetapi akhir-akhir ini ditemukan bahwa auksin meningkatkan elastisitas dinding sel padawaktu yang hamper sama dengan laju pertumbuhan awal. Peningkatanelastisitas kemudian akan segera berhenti, bagaimanapun, dan akan diikutioleh sebuah peningkatan plastisitas dinding sel, sekitar 20 menit setelahaplikasi auksin.
Pembahasan
 Tumbuhan umumnya memiliki atau menghasilkan zat pengaturtumbuh yang dimiliki tumbuhan lainya. Salah satu zat pengatur tumbuhpada tumbuhan adalah auksin, yang telah lama diidentifikasi adalah auksinindole-3-aceticacid (Asam Indol Asetat), IAA. IAA diturunkan dari asamamino triptofan melalui banyak langkah enzimatik. Auksin banyakdihasilkan pada pucuk apikal batang dan kemudian ditranspor ke bagianbawah tumbuhan.Pengamatan ini bertujuan untuk meneliti pengaruh auksin terhadappertumbuhan tunas apikal, dan daerah kecambahlah yang diamati sebagaipenghasil auksin di apikal tajuk. Perlakuan pada praktikum ini dilakukandengan tanaman control, tanaman yang di beri pasta lanolin dan pasta IAA. Tanaman control, batang tanamannya dibiarkan tumbuh seperti biasa.Panjang rata-rata tunas lateral sebesar 80 mm dan diameter rata-ratabatang adalah 2 mm. Pada tanaman yag tunas apikalnya dipotong dandioleskan pasta IAA, jenis dari auksin, memiliki panjang rata-rata tunaslateral 40.5 mm dan diameter batangnya adalah 2.5 mm. Batang tanamanyang pucuknya diberi pasta lanolin setelah dipotong memiliki panjang tunaslateral adalah 27.5 mm dan diameter batangnya adalah 3 mm. Batangtunas yang ujungnya diberi IAA tampak lebih pendek dari pada kontrol. Halini diduga karena konsentrasi IAA yang diberikan di ujung tunas terlalutinggi sehingga justru menghambat pemanjangan sel. Sementara itudiameter batang menjadi lebih besar dari control karena akumulasi IAA
2
 
LAPORAN PRAKTIKUM PENGAMATAN TULANG
yang tiba-tiba pada batang yang dipotong menghasilkan kalus ataupengembangan sel. Kalus ini mengandung sel-sel parenkim hasilperkembangan meristem pusat atau aktivitas meristem yang ada di batangtersebut.Batang tanaman yang diberika pasta lanolin menunjukan panjangrata rata pertumbuha batang lateralnya lebih rendah daripada yangdierikan pasta IAA. Hasil ini menunjukkan bahwa lanolin hampir tidakmemberikan banyak perubahan pada perkembangan tunas lateral. Selainpanjang tunas lateral dan diameter batang, ada hasil lain yang didapat dariperlakuan, yaitu pangkal batang utama tunas yang diberi IAA dan lanolinmenjaadi lebih mudah lepas atau rontok dari tanaman. Hali ini didugakarena konsentrasi IAA yang tinggi memicu pembentukkan etilen sehinggaperkembangan terhambat dan batag mudah rontk. Seluruh perlakuan diatas dilakukan dengan memotong ujung tunas apikal tempat dihasilkannyaauksin dan diganti dengan pasta IAA atau lanolin, dan ditutup plastic hitam.Perlakuan ini karena auksin peka dan tidak berfungsi jika terpapar olehcahaya.Auksin adalah zat yang ditemukan pada ujung akar dan batang yangberfungsi untuk pengatur pembesaran sel di daerah belakang meristemujung. Selain itu, fungsi dari hormon auksin ini adalah membantu dalamproses mempercepat pertumbuhan baik pertumbuhan akar maupunpertumbuhan batang, mempercepat pematangan buah, dan mengurangi jumlah biji dalam buah. Hormon auksin adalah hormon pertumbuhan padasemua jenis tanaman. Nama lain dari hormon ini adalah IAA atau AsamIndol Asetat (Setjo 2004).Pertumbuhan tanaman terdapat adanya dominansi pertumbuhan dibagian apeks atau ujung organ, yang disebut dominansi apikal. Dominansiapikal diartikan sebagai persaingan antara tunas pucuk dengan tunaslateral dalam hal pertumbuhan (Hilman 1997). Sedangkan menurut Setjo(2004) dominansi apikal merupakan konsentrasi pertumbuhan pada ujung
3

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mastur Fatullah liked this
Wiwi Sevtiyani liked this
dputrii liked this
Marten Tamtam liked this
Ciezt Bunzz liked this
Lintang Nafisa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->