Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan Dan Konseling

Ratings: (0)|Views: 197 |Likes:
Published by Adven Pratama

More info:

Published by: Adven Pratama on Apr 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

 
Bimbingan dan Konseling (penyuluhan)
Konsep Bimbingan dan Konseling
 Selama empat hari (11-
14 Desember 2007) penulis mengikuti pelatihan „
Keterampilan Manajemen Bimbingan dan Konseling
“, bertempat di Cikole Lembang Bandung, yang
diselenggarakan oleh Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB-ABKIN) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan TenagaKependidikan Depdiknas.Selama mengikuti pelatihan, penulis menerima berbagai materi danpenjelasan dari para nara sumber seputar penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolahyang tampaknya akan menjadi cikal bakal untuk lahirnya kebijakan penyelenggaraan Bimbingandan Konseling di sekolah.Dalam tulisan sebelumnya di situs ini, penulis pernah menyampaikan keprihatinan atasketidakpastian dalam penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling selama ini, seperti :ketidakjelasan dalam sertifikasi guru bimbingan dan konseling, standar kompetensi konselor,Standar Kompetensi Lulusan atau sekarang dikenal dengan istilah Standar KompetensiKemandirian (SKK), dan hal-hal lainnya tentang praktik Bimbingan dan Konseling.Beberapa pertanyaan yang berkecamuk dalam benak penulis dan mungkin juga para guruBimbingan dan Konseling di lapangan tentang bagaimana seharusnya Bimbingan dan Konselingdi sekolah, melalui kegiatan pelatihan ini sebagian besar terjawab sudah. Hanya mungkin adabeberapa persoalan teknis yang belum bisa terjawab dan perlu ada tindaklanjut tertentu.Ketika membuka kegiatan pelatihan, Prof. Dr. Sunaryo, M.Pd. selaku ketua PB- ABKIN, dalamsambutannya mengatakan bahwa dalam satu tahun terakhir ini, ABKIN telah bekerja secaraintensif untuk mencari formulasi terbaik tentang bagaimana seharusnya penyelenggaraanBimbingan dan Konseling di sekolah, yang dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan belumterakomodir dengan baik.Hasil kerja keras ABKIN dalam satu tahun terakhir ini telah menghasilkan draft Naskah
Akademik berupa “
 Rambu-Rambu Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal 
“, yang sek 
arang sedang dikaji oleh pihak yang kompeten untuk dijadikansebagai kebijakan resmi penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah.Hal yang cukup mengagetkan penulis, bahwa ke depannya Bimbingan dan Konseling diIndonesia tidak lagi bersandar pada Konsep
 Pola 17 
yang selama ini digunakan dalam praktik bimbingan dan konseling di sekolah, tetapi justru akan lebih mengembangkan model bimbingandan konseling yang komprehensif dan berorientasi pada perkembangan, yang didalamnya terdiridari empat komponen utama program bimbingan dan konseling, yaitu:1.
Layanan Dasar
; yakni layanan bantuan kepada peserta didik melalui kegiatan-kegiatankelas atau di luar kelas, yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Tujuan layanan ini adalah untuk membantu peserta didik agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang
 
sehat, memperoleh keterampilan hidup, yang dapat dilakukan melalui strategi layanan klasikaldan strategi layanan kelompok.2.
Layanan Responsif 
; yaitu layanan bantuan bagi peserta yang memiliki kebutuhan atau
masalah yang memerlukan bantuan dengan segera”. Tujuan layanan ini adalah membantu peserta
didik agar dapat mengatasi masalah yang dialaminya yang dapat dilakukan melalui strategilayanan konsultasi, konseling individual, konseling kelompok, referal dan bimbingan temansebaya.3.
Layanan Perencanaan Individual;
yaitu bantuan kepada peserta didik agar mampumembuat dan melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan pemahaman akankekuatan dan kelemahannya. Tujuan layanan ini adalah agar peserta didik dapat memilikikemampuan untuk merumuskan tujuan, merencanakan, atau mengelola pengembangan dirinya,baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karier, dapat melakukan kegiatan atauaktivitas berdasarkan tujuan atau perencanaan yang telah ditetapkan, dan mengevaluasi kegiatanyang dilakukannya, yang dapat dilakukan melalui strategi penilaian individual, penasihatanindividual atau kelompok.4.
Layanan dukungan sistem;
yaitu kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuanmemantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan dan konseling di sekolahsecara menyeluruh melalui pengembangan profesional; hubungan masyarakat dan staf;konsultasi dengan guru lain, staf ahli, dan masyarakat yang lebih luas; manajemen program; danpenelitian dan pengembangan.Jika kita perhatikan komponen-komponen program di atas, tampaknya ada upaya dari ABKINuntuk mengelaborasi konsep bimbingan dan konseling sebelumnya, baik dalam Kurikulum 1975,Kurikulum 1984, mau pun Kurikulum 1994. Selain itu, keempat komponen program bimbingandan konseling di atas tampaknya menggunakan rujukan model penyelenggaraan bimbingan dankonseling yang saat ini sedang dikembangkan di Amerika Serikat. Perbedaannya, untuk komponen layanan dasar di Amerika cenderung menggunakan istilah
guidance curriculum
 
Landasan Bimbingan dan Konseling
 
 Agar dapat berdiri tegak sebagai sebuah layanan profesional yang dapat diandalkan danmemberikan manfaat bagi kehidupan, maka layanan bimbingan dan konseling perlu dibangun diatas landasan yang kokoh, dengan mencakup: (1) landasan filosofis, (2) landasan psikologis; (3)landasan sosial-budaya, dan (4) landasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkenaan denganlayanan bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia, selain berpijak pada keempat landasan tersebut juga perlu berlandaskan pada aspek pedagogis, religius dan yuridis-formal.Untuk terhidar dari berbagai penyimpangan dalam praktek layanan bimbingan dan konseling,setiap konselor mutlak perlu memahami dan menguasai landasan-landasan tersebut sebagai pijakan dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya.
 
 
Kata kunci : bimbingan dan konseling, landasan filosofis, landasan psikologis; landasan sosial-budaya, landasan ilmu pengetahuan dan teknologi.
A. Pendahuluan
 Layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan di Indonesia.Sebagai sebuah layanan profesional, kegiatan layanan bimbingan dan konseling tidak bisadilakukan secara sembarangan, namun harus berangkat dan berpijak dari suatu landasan yangkokoh, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Denganadanya pijakan yang jelas dan kokoh diharapkan pengembangan layanan bimbingan dankonseling, baik dalam tataran teoritik maupun praktek, dapat semakin lebih mantap dan bisadipertanggungjawabkan serta mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan, khususnyabagi para penerima jasa layanan (klien).Agar aktivitas dalam layanan bimbingan dan konseling tidak terjebak dalam berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan semua pihak, khususnya pihak para penerima jasa layanan(klien) maka pemahaman dan penguasaan tentang landasan bimbingan dan konseling khususnyaoleh para konselor tampaknya tidak bisa ditawar-tawar lagi dan menjadi mutlak adanya.Berbagai kesalahkaprahan dan kasus malpraktek yang terjadi dalam layanan bimbingan dankonseling selama ini,
 – 
 
seperti adanya anggapan bimbingan dan konseling sebagai “polisisekolah”, atau be
rbagai persepsi lainnya yang keliru tentang layanan bimbingan dan konseling,-sangat mungkin memiliki keterkaitan erat dengan tingkat pemahaman dan penguasaankonselor.tentang landasan bimbingan dan konseling. Dengan kata lain, penyelenggaraanbimbingan dan konseling dilakukan secara asal-asalan, tidak dibangun di atas landasan yangseharusnya.Oleh karena itu, dalam upaya memberikan pemahaman tentang landasan bimbingan dankonseling, khususnya bagi para konselor, melalui tulisan ini akan dipaparkan tentang beberapalandasan yang menjadi pijakan dalam setiap gerak langkah bimbingan dan konseling.
B. Landasan Bimbingan dan Konseling
 Membicarakan tentang landasan dalam bimbingan dan konseling pada dasarnya tidak jauhberbeda dengan landasan-landasan yang biasa diterapkan dalam pendidikan, seperti landasandalam pengembangan kurikulum, landasan pendidikan non formal atau pun landasan pendidikansecara umum.Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang harusdiperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalammengembangkan layanan bimbingan dan konseling. Ibarat sebuah bangunan, untuk dapat berdiritegak dan kokoh tentu membutuhkan fundasi yang kuat dan tahan lama. Apabila bangunantersebut tidak memiliki fundasi yang kokoh, maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkanambruk. Demikian pula, dengan layanan bimbingan dan konseling, apabila tidak didasari olehfundasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingandan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayaninya (klien).

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
EcHy IjHo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->