Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah

Ratings: (0)|Views: 206|Likes:
Published by djuniprist

More info:

Published by: djuniprist on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/21/2012

pdf

text

original

 
 
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 57 TAHUN 2007TENTANGPETUNJUK TEKNISPENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI DALAM NEGERI,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka standarisasi dan tertib penataan kelembagaanperangkat daerah sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan PemerintahNomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, makadipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Penataan OrganisasiPerangkat Daerah;b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam hurufa, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang PetunjukTeknis Penataan Perangkat Daerah;Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-UndangNomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang OrganisasiPerangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4741);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PETUNJUKTEKNIS PENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH.
Pasal 1
Pembentukan perangkat daerah berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangandaerah yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan, dengan memperhatikan kebutuhan,kemampuan keuangan, cakupan tugas, kepadatan penduduk, potensi, karakteristik sertasarana dan prasarana.
Pasal 2
Penataan organisasi perangkat daerah dilakukan melalui analisis jabatan dan analisis bebankerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pasal 3
Petunjuk teknis penataan organisasi perangkat daerah sebagaimana tercantum dalamlampiran, dan merupakan satu kesatuan dari Peraturan ini.
Pasal 4
Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.Ditetapkan di Jakartapada tanggal 23 Oktober 2007
MENTERI DALAM NEGERI,ttdH. MARDIYANTO.
 
 2
LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR : 57 Tahun 2007TANGGAL : 23 Oktober 2007A. Pendahuluan
Reformasi birokrasi baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerahmerupakan kebutuhan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang baik (goodgovernance). Reformasi birokrasi pada tataran pemerintah daerah antara lain bidangorganisasi perangkat daerah yang diarahkan untuk terciptanya organisasi yang efisien,efektif, rasional dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah sertaadanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi serta komunikasi kelembagaanantara pusat dan daerah.Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, kepala daerah dibantu oleh perangkatdaerah yang diformulasikan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen yang terdiri atas unsurpimpinan, unsur staf, unsur pengawas, unsur perencana, unsur pelaksana, unsurpendukung dan unsur pelayanan.Dasar utama penyusunan perangkat daerah dalam bentuk suatu organisasi adalahadanya urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, yang terdiri atas urusanwajib dan urusan pilihan. Namun tidak berarti bahwa setiap penanganan urusanpemerintahan harus dibentuk ke dalam organisasi tersendiri.Pembinaan dan pengendalian organisasi dimaksudkan dalam rangka penerapankoordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi antar daerah dan antar sektor, sehinggamasing-masing pemerintah daerah taat asas dan taat norma dalam penataan kelembagaanperangkat daerah, yang dilaksanakan melalui fasilitasi, asistensi, pemberian arahan,pedoman, bimbingan, supervisi, pelatihan serta kerjasama.Dalam penataan kelembagaan perangkat daerah harus menerapkan prinsip-prinsiporganisasi, antara lain visi dan misi yang jelas, pelembagaan fungsi staf dan fungsi lini sertafungsi pendukung secara tegas, efisiensi dan efektifitas, rentang kendali serta tatakerjayang jelas.
B. Penataan Kelembagaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi
1. Pembentukan.a. Perangkat Daerah ditetapkan dalam Peraturan Daerah, yang memuat nama ataunomenklatur, tugas pokok dan susunan organisasi masing-masing satuan kerjaperangkat daerah (sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas, badan, kantor,rumah sakit daerah dan lembaga lain sesuai ketentuan peraturan perundang -undangan).b. Peraturan Daerah (Perda) tentang perangkat daerah secara prinsip dituangkandalam 1 (satu) Perda. Namun apabila lebih dari 1 (satu) Perda, dapat dikelompokkandalam beberapa peraturan daerah yang terdiri dari :1) Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tatakerja Sekretariat Daerah danSekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah termasuk Staf Ahli.2) Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tatakerja Dinas Daerah.3) Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tatakerja Lembaga Teknis Daerahtermasuk Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan RumahSakit Daerah.4) Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tatakerja Lembaga Lain yang telahmendapat persetujuan pemerintah.c. Penjabaran tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat daerah ditetapkandengan Peraturan Gubernur.d. Pengaturan tentang UPT Dinas dan Badan mengenai nomenklatur, jumlah dan jenis,susunan organisasi, tugas dan fungsi ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.2. Tugas dan Fungsi.Tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah ditetapkan sesuai dengan PeraturanPemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dengan ruanglingkup dan kewenangan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
 
 3
Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, serta potensi dan karakteristikdaerah masing-masing.Pada prinsipnya tugas dan fungsi masing-masing SKPD secara lebih teknis sebagaiberikut :a. Sekretariat Daerah sebagai unsur staf pada hakekatnya menyelenggarakan fungsikoordinasi perumusan kebijakan, koordinasi pelaksanaan tugas dinas daerah danlembaga teknis daerah mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring danevaluasi, pelaporan serta pelayanan admistratif. Selain itu Sekretariat daerah jugadapat melaksanakan fungsi hukum dan perundang-undangan, organisasi dantatalaksana, hubungan masyarakat, protokol, serta fungsi pemerintahan umumlainnya yang tidak tercakup dalam tugas dinas dan lembaga teknis, misalnyapenanganan urusan kerjasama, perbatasan dan lain-lain.b. Sekretariat DPRD sebagai unsur pelayanan pada hakekatnya memberikanpelayanan administratif kepada dewan yang meliputi kesekretariatan, pengelolaankeuangan, fasilitasi penyelenggaraan rapat-rapat dan mengkoordinasikan tenagaahli yang diperlukan sesuai kemampuan keuangan daerah masing-masing.c. Inspektorat sebagai unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan, baik diprovinsi maupun di kabupaten dan kota. Dalam rangka akuntabilitas dan objektifitashasil pengawasan, maka Inspektur dalam pelaksanaan tugasnya bertanggung jawablangsung kepada Gubernur, sedangkan kepada Sekretaris Daerah merupakanpertanggung jawaban administratif dalam hal keuangan dan kepegawaian.d. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, sebagai unsur perencanapenyelenggaraan pemerintahan melaksanakan tugas perumusan kebijakanperencanaan daerah, koordinasi penyusunan rencana yang memuat visi, misi,tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan masing-masingsatuan kerja perangkat daerah.e. Dinas Daerah, sebagai unsur pelaksana otonomi daerah pada hakekatnyamenyelenggarakan urusan otonomi daerah baik yang bersifat wajib maupun pilihan,sesuai dengan pembagian urusan yang ditetapkan dalam Peraturan PemerintahNomor 38 Tahun 2007.f. Lembaga Teknis Daerah, sebagai unsur pendukung yang sifatnya lebih teknis.Lembaga teknis daerah dapat berbentuk badan, kantor dan rumah sakit, penentuanBadan atau Kantor sesuai dengan analisis beban kerja.3. Besaran Organisasi.a. Besaran organisasi ditentukan berdasarkan perhitungan kriteria dari variabelsebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.b. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tersebut tidak menentukan jenisperangkat daerah masing-masing daerah, namun ditentukan oleh potensi dankarakteristik daerah masing-masing, dengan memperhatikan pembagian urusan,baik urusan wajib maupun urusan pilihan.c. Jenis dan nomenklatur serta jumlah perangkat daerah, dapat disesuaikan dengankharakteristik, kebutuhan, kemampuan, potensi daerah dan beban kerja perangkatdaerah.d. Untuk menentukan besaran susunan organisasi dilakukan melalui analisis jabatandan analisis beban kerja.4. Perumpunan bidang pemerintahana. Perumpunan bidang pemerintahan pada prinsipnya adalah penggabungan beberapaurusan pemerintahan yang ditangani atau diwadahi pada satu lembaga denganpertimbangan efisiensi dan efektivitas serta adanya kesamaan dalam penangananatau pelaksanaan.b. Perumpunan bidang pemerintahan yang diwadahi dalam bentuk dinas tidak dapatmenjadi lembaga teknis dan sebaliknya, lembaga teknis daerah tidak dapat menjadidinas daerahc. Pengembangan dari perumpunan urusan pemerintahan dapat dilakukan denganpertimbangan prinsip-prinsip organisasi, kebutuhan, ketersediaan potensi dankemampuan daerah masing-masing.d. Khusus bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset, dapat dikembangkansesuai prinsip-prinsip organisasi (fungsi lini dan fungsi staf) yaitu fungsi pendapatan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->