Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Penjelasan)

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 Tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Penjelasan)

Ratings: (0)|Views: 567|Likes:
Published by djuniprist
www.legalitas.org

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI
No. 4816 PEMERINTAHAN. PEMERINTAH DAERAH. Dekonsentrasi. Tugas Pembantuan. Pencabutan (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20) PENJELASAN

g or INDONESIA . PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK as t NOMOR 7 TAHUN 2008 ali g TENTANG .l e ww TUGAS PEMBANTUAN DEKONSENTRASI DAN w
I. UMUM Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahannya menganut asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Deko
www.legalitas.org

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI
No. 4816 PEMERINTAHAN. PEMERINTAH DAERAH. Dekonsentrasi. Tugas Pembantuan. Pencabutan (Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20) PENJELASAN

g or INDONESIA . PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK as t NOMOR 7 TAHUN 2008 ali g TENTANG .l e ww TUGAS PEMBANTUAN DEKONSENTRASI DAN w
I. UMUM Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahannya menganut asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Deko

More info:

Published by: djuniprist on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/21/2012

pdf

text

original

 
  w  w  w.  l e g a  l  i  t a  s. o  r g  w  w  w.  l e g a  l  i  t a  s. o  r g
TAMBAHANLEMBARAN NEGARA RI
 No. 4816 PEMERINTAHAN. PEMERINTAH DAERAH.Dekonsentrasi. Tugas Pembantuan. Pencabutan(Penjelasan Atas Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20)PENJELASANATASPERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008TENTANGDEKONSENTRASI DAN TUGAS PEMBANTUANI. UMUM Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam penyelenggaraan pemerintahannya menganut asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Dekonsentrasi dan tugas pembantuan diselenggarakan karenatidak semua wewenang dan tugas pemerintahan dapat dilakukan denganmenggunakan asas desentralisasi. Disamping itu, sebagai konsekuensi negarakesatuan memang tidak dimungkinkan semua wewenang pemerintahdidesentralisasikan dan diotonomkan sekalipun kepada daerah.Pelaksanaan asas dekonsentrasi diletakkan pada wilayah provinsi dalamkedudukannya sebagai wilayah administrasi untuk melaksanakankewenangan pemerintahan yang dilimpahkan kepada gubenur sebagai wakil pemerintah di wilayah provinsi. Gubernur sebagai kepala daerah provinsi berfungsi pula selaku wakil Pemerintah di daerah, dalam pengertian untuk menjembatani dan memperpendek rentang kendali pelaksanaan tugas danfungsi Pemerintah termasuk dalam pembinaan dan pengawasan terhadap
 
  w  w  w.  l e g a  l  i  t a  s. o  r g  w  w  w.  l e g a  l  i  t a  s. o  r g
 No. 4816 2 penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah kabupaten dan kota. Dasar  pertimbangan dan tujuan diselenggarakannya asas dekonsentrasi yaitu:
a.
terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b.
terwujudnya pelaksanaan kebijakan nasional dalam mengurangikesenjangan antar daerah;
c.
terwujudnya keserasian hubungan antar susunan pemerintahan danantarpemerintahan di daerah;
d.
teridentifikasinya potensi dan terpeliharanya keanekaragaman sosial budaya daerah;
e.
tercapainya efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan, serta pengelolaan pembangunan dan pelayanan terhadap kepentingan umummasyarakat; dan
f.
terciptanya komunikasi sosial kemasyarakatan dan sosial budaya dalamsistem administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.Penyelenggaraan asas tugas pembantuan adalah cerminan dari sistemdan prosedur penugasan Pemerintah kepada daerah dan/atau desa, dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa, serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pembangunan yang disertai dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkannya kepada yang memberi penugasan. Tugas pembantuan diselenggarakan karena tidak semuawewenang dan tugas pemerintahan dapat dilakukan dengan menggunakanasas desentralisasi dan asas dekonsentrasi. Pemberian tugas pembantuandimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan, dan pelayanan umum. Tujuan pemberian tugas pembantuan adalah memperlancar pelaksanaan tugas dan penyelesaian permasalahan, serta membantu penyelenggaraan pemerintahan,dan pengembangan pembangunan bagi daerah dan desa.Tugas pembantuan yang diberikan oleh Pemerintah kepada daerahdan/atau desa meliputi sebagian tugas-tugas Pemerintah yang apabiladilaksanakan oleh daerah dan/atau desa akan lebih efisien dan efektif. Tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah provinsi sebagai daerah otonomkepada kabupaten/kota dan/atau desa meliputi sebagian tugas-tugas provinsi,antara lain dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas kabupaten dankota, serta sebagian tugas pemerintahan dalam bidang tertentu lainnya,termasuk juga sebagian tugas pemerintahan yang tidak atau belum dapatdilaksanakan oleh kabupaten dan kota. Tugas pembantuan yang diberikan
 
  w  w  w.  l e g a  l  i  t a  s. o  r g  w  w  w.  l e g a  l  i  t a  s. o  r g
 No. 48163oleh pemerintah kabupaten/kota kepada desa mencakup sebagian tugas-tugaskabupaten/kota di bidang pemerintahan yang menjadi wewenangkabupaten/kota.Penyelenggaraan ketiga asas sebagaimana diuraikan tersebut di atasmemberikan konsekuensi terhadap pengaturan pendanaan. Semua urusan pemerintahan yang sudah diserahkan menjadi kewenangan pemerintah daerahharus didanai dari APBD, sedangkan urusan pemerintahan yang menjadikewenangan Pemerintah harus didanai dari APBN melalui bagian anggarankementerian/lembaga. Pengaturan pendanaan kewenangan Pemerintahmelalui APBN mencakup pendanaan sebagian urusan pemerintahan yangakan dilimpahkan kepada gubernur berdasarkan asas dekonsentrasi, dansebagian urusan pemerintahan yang akan ditugaskan kepada daerah provinsidan kabupaten/kota berdasarkan asas tugas pembantuan. Hal ini sejalandengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang PerimbanganKeuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah yangmenyatakan bahwa perimbangan keuangan antara Pemerintah dan pemerintahan daerah merupakan suatu sistem yang menyeluruh dalam rangka pendanaan atas penyelenggaraan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Perimbangan keuangan dilaksanakan sejalan dengan pembagianurusan pemerintahan antara Pemerintah dan pemerintahan daerah, yangdalam sistem pengaturannya tidak hanya mencakup aspek pendapatan daerah,tetapi juga aspek pengelolaan dan pertanggungjawaban. Sejalan dengan halitu, maka penyerahan wewenang pemerintahan, pelimpahan wewenang pemerintahan, dan penugasan dari Pemerintah dalam rangka penyelenggaraanasas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan juga harus diikutidengan pengaturan pendanaan dan pemanfaatan sumber daya nasional secaraefisien dan efektif.Dana dekonsentrasi pada hakekatnya merupakan bagian anggarankementerian/ lembaga yang dialokasikan kepada gubernur sebagai wakilPemerintah di wilayah propinsi, sesuai dengan beban dan jenis kewenanganyang dilimpahkan dengan kewajiban melaporkan danmempertanggungjawabkan kepada yang memberikan pelimpahan. Sementaradana tugas pembantuan merupakan bagian anggaran kementerian/lembagayang dialokasikan untuk daerah provinsi atau kabupaten/kota, dan/atau desasesuai dengan beban dan jenis penugasan yang diberikan dengan kewajibanmelaporkan dan mempertanggungjawabkan kepada yang memberikan penugasan. Pendanaan tugas pembantuan dari Pemerintah kepada pemerintahdesa hanya dapat dilakukan untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan tertentu setelah mendapat persetujuan dari Presiden.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->