Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Penelitian_amaliyah (06334042)

Jurnal Penelitian_amaliyah (06334042)

Ratings: (0)|Views: 932 |Likes:

More info:

Published by: Zulpakor Oktoba M Bs on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
 1
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIOBESITAS PADA PASIEN
OVERWEIGHT 
DAN OBESITAS DI KLINIK MEDIKA PLAZA JAKARTATAHUN 2009
 – 
2010
Amaliyah
1)
, Tahoma Siregar
2)1), 2)
Program Studi Farmasi FMIPA ISTN JakartaKorespondensi :
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang evaluasi penggunaan obat antiobesitas pada pasien overweight dan obesitas di Klinik Medika Plaza Jakarta. Obesitas merupakansuatu keadaan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh.Penelitian dilakukan dengan metode potong lintang retrospektif terhadap 33 penderita overweight dan obesitas yang berobat pada periode bulan Januari 2009 sampaidengan Desember 2010. Data yang dikumpulkan berupa jenis kelamin, jenis obat yangdiresepkan, dosis obat, serta frekuensi pemberian obat yang diperoleh dari rekam medik  pasien di Klinik Medika Plaza Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan 18 orang tergolong pasien overweight 15 orangtergolong pasien obesitas. Pasien berjenis kelamin laki-laki sebesar 2 orang overweight, 5orang obesitas, dan pasien berjenis kelamin perempuan 16 orang overweight, 10 orangobesitas. Obat antiobesitas yang diresepkan terdiri dari orlistat dalam bentuk tunggaldigunakan oleh 5 orang, sibutramin HCl oleh 8 orang, kombinasi orlistat dan sibutramin HCl oleh 17 orang. Tingkat kerasionalan penggunaan obat antiobesitas berdasarkanketepatan obat sebesar 42,42% tepat obat orlistat, 39,39% tepat obat sibutramin HCl,24,24% tidak tepat obat orlistat, 39,39% tidak tepat obat sibutramin HCl. Sedangkanberdasarkan ketepatan dosis dan frekuensi pemberian sebesar 48,48% tepat dosis dan frekuensi pemberian obat orlistat, 42,42% tepat dosis dan frekuensi pemberian obat sibutramin HCl, 18,18% tidak tepat dosis dan frekuensi pemberian obat orlistat, dan36,36% tidak tepat dosis dan frekuensi pemberian obat sibutramin HCl.Terapi non farmakologi yang dilakukan bersamaan dengan terapi farmakologiadalah pengaturan pola makan (diet), olahraga seperti treadmill dan renang.
PENDAHULUAN
Kondisi sosial ekonomi yang semakinmeningkat di negara maju dan beberapa negaraberkembang memungkinkan terjadinyaperubahan gaya hidup. Salah satunya adalahperubahan pola makan. Pola makan tradisionalyang tadinya tinggi karbohidrat, dan rendahlemak berubah menjadi pola makan yang rendahkarbohidrat, dan tinggi lemak sehingga dapatmenyebabkan perubahan gizi yang tidak seimbang. Perubahan ini dapat menyebabkanterjadinya obesitas.Obesitas merupakan suatu keadaanterdapatnya penimbunan lemak yang berlebihandi dalam tubuh. Wanita dikatakan mengalamiobesitas bila lemak tubuhnya lebih dari 25%berat badan, sedangkan laki-laki disebut obesitasbila lemak tubuhnya lebih dari 20% beratbadan.
(1)
Kejadian obesitas di seluruh duniamencapai tingkatan yang membahayakan.Menurut data yang tersedia di database websiteWHO (2004), disebutkan bahwa penderitaobesitas laki-laki dan perempuan di beberapa
 
 2negara maju seperti Australia berkisar 16,40%,Kanada 14,90%, Republik Korea sebesar 2,40%.Amerika Serikat 32,20% sedangkan di beberapanegara berkembang seperti Indonesia penderitaobesitas laki-laki dan perempuan sebesar 2,40%,Bahrain 28,86%, dan Brazil sebesar 11,10%.
(2)
 Metoda paling praktis dan sederhanadalam menentukan tingkat obesitas padaseseorang adalah Indeks Massa Tubuh(IMT)/ 
 Body Mass Index
. IMT diperoleh dengancara membagi berat badan (kg) dengan kuadratdari tinggi badan (meter). Nilai IMT yangdidapat tidak dipengaruhi oleh umur dan jeniskelamin. Klasifikasi IMT menurut
World HealthOrganization
(WHO) tahun 1998mendefinisikan
overweight 
apabila diperoleh
IMT ≥ 25 dan obesitas apabila IMT ≥ 30.
Semakin tinggi nilai IMT, kemungkinan terjadiobesitas semakin besar. Hal ini juga akanberdampak kemugkinan terjadi resiko sejumlahpenyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke,dislipidemia, dan kardiovaskuler.
(3)
 Pencegahan tingkat kejadian obesitastentunya merupakan prioritas utama baginegara-negara di seluruh dunia. Salah satupengelolaan obesitas yang paling mendasar yaitupromosi kesehatan dan perubahan gaya hidupyang lebih sehat.
 
Meskipun demikian, perubahangaya hidup yang diusulkan dalam pengobatanobesitas sangat penting dan mungkin efektif,tetapi tingkat keberhasilan jangka panjangcenderung rendah. Dalam hal ini, farmakoterapiobesitas sangat penting. Keterbatasan utama darifarmakoterapi obesitas adalah efikasi sederhanadilihat dengan obat saat ini tersedia danterbatasnya ketersediaan obat untuk pengobatan jangka panjang.
(4)
Perlunya penggunaan obatobesitas yang rasional sangat penting untuk mencegah terjadi kegagalan pengobatan.Beberapa pedoman pengobatan obesitas banyak dipergunakan untuk mengatur pengobatandiantaranya menurut
 Anti-obesity DrugsGuidance on Appropriate Prescribing and  Management 
dan
Clinical Practice Guideline for Screening and Management of Overweight and Obesity
.Penggunaan obat yang rasional tentunyamemerlukan suatu evaluasi untuk menilai danmenjamin keamanan, ketepatan obat obesitasyang digunakan. Penggunaan obat obesitasyang lama dapat meningkatkan efek sampingyang merugikan. Penggunaan sibutramin diEropa dapat mengakibatkan peningkatankematian pasien yang mengalamikadiovaskuler.
(4)
Oleh karena itu penggunaanobat pada pasien obesitas perlu dipantau dandievaluasi.Penelitian dilakukan di Klinik MedikaPlaza, karena tingkat pasien obesitas di Klinik Medika Plaza hampir mendekati 50% daripasien dokter gizi. Penelitian tentang obesitasbelum banyak dilakukan di Klinik MedikaPlaza, mengingat banyaknya efek tidak diinginkan atau efek samping yang terjadi olehpemberian obat antiobesitas maka perludilakukan penelitian.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan survei deskriptif denganmetode potong lintang (
cross sectional
)menggunakan data retrospektif yaitu melihat datasekunder rekam medik pasien penderita obesitasdi Klinik Medika Plaza Jakarta periode Januari2009 sampai dengan Desember 2010.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulanOktobersampai Desember tahun 2011DiKlinik MedikaPlaza Jakarta.
 Kriteria Inklusi
a)
 
Data rekam medik yang terbaca secara jelasdan lengkapb)
 
Pasien dengan BMI ≥ 25 kg/m
2
tanpapenyakit kronis lainyang berobat dari bulanJanuari 2009 sampai dengan bulanDesember 2010 di Klinik Medika PlazaJakarta. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusisebanyak 33 rekam medik.
 
 3
HASIL PENELITIANData Pasien Berdasarkan Kelompok
 Body Mass Index
(BMI)
Berdasarkan rekapitulasi data yang telahdikumpulkan dari rekam medik di klinik MedikaPlaza periode Januari 2009 sampai denganDesember 2010, jumlah pasien
overweight 
danobesitas sebanyak 33 orang. Pasien
overweight 
 dengan
 Body Mass Index
pada saat awalberkunjung lebih dari dan sama dengan 25kg/m
2
dan kurang dari 30 kg/m
2
sebanyak 18orang (54,55%). Sedangkan pasien obesitasdengan
 Body Mass Index
sama dengan dan ataulebih dari 30 kg/m
2
sebesar 15 orang (45,45%).Data dalam bentuk tabel dapat dilihat padaTabel 1.
Tabel 1. Distribusi Jumlah Pasien
Overweight
 dan Obesitas Berdasarkan
 Body Mass Index
Data Pasien Berdasarkan Kelompok JenisKelamin
Bila dilihat dari jenis kelamin, pasien
overweight 
dan obesitas selama periodepenelitian terdapat 7 orang (21,21%) berjeniskelamin laki-laki dan 26 orang (78,79%)berjenis kelamin perempuan. Pasien berjeniskelamin laki-laki memiliki berat badan lebihbesar yang tergolong obesitas daripada
overweight 
yaitu 5 orang (15,15%) denganobesitas. Sedangkan pada perempuan beratbadan yang tergolong
overweight 
lebih besardaripada obesitas yaitu 16 orang (48,49%)dengan
overweight 
. Data selengkapnya dapatdilihat pada Tabel. 2
Tabel. 2 Distribusi Jumlah Pasien
Overweight
 dan Obesitas Berdasarkan Jenis KelaminPenggunaan Obat Antiobesitas BerdasarkanTerapi Antiobesitas
Hasil penelitian menunjukkan pasien
overweight 
dan
obesitas
diterapi denganmenggunakan obat-obat antiobesitas sepertiorlistat sebesar 5 orang (15,15%), sibutraminHCl sebesar 8 orang (24,24%), dan kombinasiorlistat dan sibutramin HCl sebesar 17 orang(51,52%). Sedangkan 3 orang (9,09%)menggunakan obat non antiobesitas sepertivitamin dan suplemen. Data dalam bentuk tabeldapat dilihat pada Tabel. 3
Tabel. 3 Distribusi Jumlah PasienBerdasarkan Terapi AntiobesitasPenggunaan Obat Antiobesitas Berdasarkan
 Body Mass Index
(BMI)
 Hasil penelitian berdasarkan
 Body Mass Index
(BMI)
 
menunjukkan pasien diterapidengan menggunakan obat-obat antiobesitas

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Chie Miu Nonana liked this
Irma Manoy liked this
Syamsul Bahri liked this
Rizky Widyawan liked this
Elmoe Lone liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->