Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Populasi Dan Teknik Sampling

Teori Populasi Dan Teknik Sampling

Ratings: (0)|Views: 444|Likes:
Published by Octo Ayomy

More info:

Published by: Octo Ayomy on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/04/2013

pdf

text

original

 
TEORI POPULASI DAN TEKNIK SAMPLING
Populasi atau sering juga disebut universe adalah keseluruhan atau totalitas objek yang ditelitiyang ciri-cirinya akan diduga atau ditaksir (estimated). Ciri-ciri populasi disebut parameter.Oleh karena itu, populasi juga sering diartikan sebagai kumpulan objek penelitian dari manadata akan dijaring atau dikumpulkan. Populasi dalam penelitian (penelitian komunikasi) bisa berupa orang (individu, kelompok, organisasi, komunitas, atau masyarakat) maupun benda,misalnya jumlah terbitan media massa, jumlah artikel dalam media massa, jumlah rubrik, dansebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content analysis).Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, halini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakansampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannyaakan diberlakukan untuk populasi. Oleh karena itu sampel yang akan diambil dari populasiharus betul-betul representatif (dapat mewakili).Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi sasaran. Populasi samplingadalah keseluruhan objek yang diteliti, sedangkan populasi sasaran adalah populasi yang benar- benar dijadikan sumber data. Sebagai contoh, misalnya kita akan meneliti bagaimana rata-ratatingkat prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dan kita hanya akanmemokuskan penelitian kita pada mahasiswa yang aktif di lembaga-lembaga kemahasiswaan,maka seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad adalah populasi sampling,sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif dalam lembaga kemahasiswaan adalah populasisasaran.Konsep lainnya yang harus dipahami-dan tidak boleh dikelirukan- adalah jumlah populasi(population numbers) dan ukuran populasi (population size). Jumlah populasi adalah banyaknya kategori populasi yang dijadikan objek penelitian yang dinotasikan dengan huruf K.Misalnya, ketika kita meneliti tingkat rata-rata prestasi akademik mahasiswa Fakultas IlmuKomunikasi Unpad (Fikom Unpad), maka jumlah populasinya adalah satu, yakni kategorimahasiswa. Sementara itu, jika kita meneliti sikap sivitas akademika Fikom Unpad terhadapkebijakan rektor dalam menaikkan biaya pendidikan, maka jumlah populasinya sebanyak kategori yang terkandung dalam konsep sivitas akademika, misalnya terdiri dari kategorimahasiswa, dosen, dan staf administratif. Jadi, jumlah populasinya ada tiga. Ukuran populasiadalah banyaknya unsur atau unit yang terkandung dalam sebuah kategori populasi tertentu,yang dilambangkan dengan huruf N. Misalnya, ketika kita meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fikom Unpad, maka jumlah populasinya adalah satu dan ukuran populasinya 8.236 orang (sesuai dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar resmi di FikomUnpad).Jika kita menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data, maka penelitian kitadisebut sensus. Sensus merupakan penelitian yang dianggap dapat mengungkapkan ciri-ciri populasi (parameter) secara akurat dan komprehensif, sebab dengan menggunakan seluruhunsur populasi sebagai sumber data, maka gambaran tentang populasi tersebut secara utuh danmenyeluruh akan diperoleh. Oleh karena itu, sebaik-baiknya penelitian adalah penelitiansensus. Namun demikian, dalam batas-batas tertentu sensus kadang-kadang tidak efektif dantidak efisien, terutama jika dihubungkan dengan ketersedian sumber daya yang ada pada peneliti. Misalnya, bila dikaitkan dengan fokus penelitian, keterbatasan waktu, tenaga, dan
 
 biaya yang dimiliki oleh peneliti.Dalam keadaan peneliti tidak memungkinkan untuk melakukan sensus, maka peneliti bolehmengambil sebagian saja dari unsur populasi untuk dijadikan objek penelitiannya atau sumber data. Sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian itu disebut sampel. Sampel atau juga sering disebut contoh adalah wakil dari populasi yang ciri-cirinya akan diungkapkan danakan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. Oleh karena itu, jika kita menggunakansampel sebagai sumber data, maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi, tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. Ciri-cirisampel disebut statistik. Sama halnya dengan populasi, dalam sampel pun ada konsep jumlahsampel dan ukuran sampel. Jumlah sampel adalah banyaknya kategori sampel yang ditelitiyang dilambangkan dengan huruf k, yang jumlahnya sama dengan jumlah populasi (k=K).Sedangkan ukuran sampel (dilambangkan dengan huruf n) adalah besarnya unsur populasi yangdijadikan sampel, yang jumlahnya selalui lebih kecil daripada ukuran populasi (nKarena data yang diperoleh dari sampel harus dapat digunakan untuk menaksir populasi, makadalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita harus benar-benar bisa mengambil sampelyang dapat mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. Sampel representatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan cirikarakteristik populasinya. Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentusangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan, ukuran sampel yang diambil, dan cara pengambilannya. Cara atau prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasitertentu disebut teknik sampling.Teknik Sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Terdapat berbagai teknik sampling untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan non probability sampling.UKURAN SAMPELUkuran sampel atau besarnya sampel yang diambil dari populasi, sebagaimana diungkapkan diatas, merupakan salah satu faktor penentu tingkat kerepresentatifan sampel yang digunakan.Pertanyaannya, berapa besar sampel harus diambil dari populasi agar memenuhi syaratkerepresentatifan?Dalam menentukan menentukan ukuran sampel (n) yang harus diambil dari populasi agar memenuhi persyaratan kerepresentatifan, tidak ada kesepakatan bulat di antara para ahlimetodolologi penelitian (hal ini wajar, sebab dalam dunia ilmu yang ada adalah sepakat untuk tidak sepakat asal masing-masing konsisten dengan rujukan yang digunakannya, sehingga ilmuitu bisa terus berproses dan berkembang). Pada umumnya, buku-buku metodologi penelitianmenyebut angka lima persen hingga 10 persen untuk menegaskan berapa ukuran sampel yangharus diambil dari sebuah populasi tertentu dalam penelitian sosial. Pendapat ini tentu saja sulituntuk dijelaskan apa alasannya jika ditinjau dari aspek metodologi penelitian.Sehubungan dengan hal itu, I Gusti Bagoes Mantra dan Kasto dalam buku yang ditulis olehMasri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai (1989), menyatakan bahwa
 
sebelum kita menentukan berapa besar ukuran sampel yang harus diambil dari populasitertentu, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan yaitu:1. Derajat Keseragaman Populasi (degree of homogenity). Jika tinggi tingkat homogenitas populasinya tinggi atau bahkan sempurna, maka ukuran sampel yang diambil boleh kecil,sebaliknya jika tingkat homogenitas populasinya rendah (tingkat heterogenitasnya tinggi) makaukuran sampel yang diambil harus besar. Untuk menentukan tingkat homogenitas populasisebaiknya dilakukan uji homogenitas dengan menggunakan uji statistik tertentu.2. Tingkat Presisi (level of precisions) yang digunakan. Tingkat presisi, terutama digunkandalam penelitian eksplanatif, misalnya penelitian korelasional, yakni suatu pernyataan penelititentang tingkat keakuratan hasil penelitian yang diinginkannya. Tingkat presisi biasanyadinyatakan dengan taraf signifikansi (α) yang dalam penelitian sosial biasa berkisar 0,05 (5%)atau 0,01 (1%), sehingga keakuratan hasil penelitiannya (selang kepercayaannya) 1–α yakni bisa 95% atau 99%. Jika kita menggunakan taraf signifikansi 0,01 maka ukuran sampel yangdiambil harus lebih besar daripada ukuran sampel jika kita menggunakan taraf signifikansi0,05.3. Rancangan Analisis. Rancangan analisis yang dimaksud adalah sesuatu yang berkaitandengan pengolahan data, penyajian data, pengupasan data, dan penafsiran data yang akanditempuh dalam penelitian. Misalnya, kita akan menggunkan teknik analisis data denganstatistik deskripti; penyajian data menggunakan tabel-tabel distribusi frekuensi silang (tabelsilang) atau tabel kontingensi dengan ukuran 3X3 atau lebih dimana pasti mengandung selsebanyak 9 buah, maka ukuran sampelnya harus besar. Hal ini untuk menghindarkan adanya seldalam tabel tersebut yang datanya nol (kosong), sehingga tidak layak untuk dianalisis denganasumsi-asumsi kotingensi. Jika kita menggunakan rancangan analisisnya hanya menggunakananalisis statistik inferensial, maka ukuran sampelnya boleh lebih kecil dibandingkan apabilakita menggunakan rancangan analisis statistik deskriptif saja. Dengan kata lain, rancangan penelitian deskriptif membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar daripada rancangan penelitian eksplanatif.4. Alasan-alasan tertentu yang berkaitan dengan keterbatasan-keterbatasn yang ada pada peneliti, misalnya keterbatasan waktu, tenaga, biaya, dan lain-lain. (Catatan: Alasan ke-4 ini jangan digunakan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan ukuran sampel, sebab hal inilebih berkaitan dengan pertimbangan peneliti (tanpa akhiran an) dan bukan pertimbangan penelitian (metodologi).Selain mempertimbangkan faktor-faktor di atas, beberapa buku metode penelitian menyarankandigunakannya rumus tertentu untuk menentukan berapa besar sampel yang harus diambil dari populasi. Jika ukuran populasinya diketahui dengan pasti, Rumus Slovin di bawah ini dapatdigunakan.Rumus Slovin: Nn = ——— 1 + Ne²Keterangan;n = ukuran sampel N = ukuran populasie = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditololerir,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->