Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika Dan Standar Pelayanan Farmasi Di Apotek

Etika Dan Standar Pelayanan Farmasi Di Apotek

Ratings: (0)|Views: 101|Likes:
Published by familyman80
yang membedakan Apotek dengan toko obat dan swalayan adalah pada Apotek terdapat pelayanan dilakukan oleh TENAGA FARMASI yaitu Apoteker dan Asisten Apoteker, tidak boleh hanya semata transaksi obat, dan pasien juga harus mulai menghargai nasehat dan arahan yang disampaikan oleh petugas di apotek, tidak sekedar memaksa membeli sebuah obat, sebaliknya petugas apotek dan pemilik apotek juga perlu mawas diri sudahkan melaksanakan etika dan standart pelayanan obat yang berkualitas atau masih terjebak dalam paradigma lama dan prinsip ekonomi semata tanpa memperhatikan tanggung jawab profesional sebagai tenaga farmasi
yang membedakan Apotek dengan toko obat dan swalayan adalah pada Apotek terdapat pelayanan dilakukan oleh TENAGA FARMASI yaitu Apoteker dan Asisten Apoteker, tidak boleh hanya semata transaksi obat, dan pasien juga harus mulai menghargai nasehat dan arahan yang disampaikan oleh petugas di apotek, tidak sekedar memaksa membeli sebuah obat, sebaliknya petugas apotek dan pemilik apotek juga perlu mawas diri sudahkan melaksanakan etika dan standart pelayanan obat yang berkualitas atau masih terjebak dalam paradigma lama dan prinsip ekonomi semata tanpa memperhatikan tanggung jawab profesional sebagai tenaga farmasi

More info:

Published by: familyman80 on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

 
 
6
 
1
 
5
 
.I
 
n
 
d
 
p
 
STANDAR PELAYANANKEFARMASIAN DI APOTEK
KEPUTUSAN
 
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
 
Nomor 1027/MENKES/SK/IX/2004
DIREKTORAT JENDERALPELAYANAN KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATANDEPARTEMEN KESEHATAN RI2006
 
 
DAFTAR ISI
Halaman
Daftar Isi ……………………………………………………………………….. iKata Pengantar ………………………………………………………………. iiKata Sambutan Direktur JenderalPelayanan Kefarmasian den Alkes …….……………………….............. iiiKeputusan Menteri Kesehatan RlNo. 1027/MENKES/SK/IX/2004 Tanggal 15 September 2004 TentangStandar Pelayanan Kefarmasian di Apotek............................................. vSurat Keputusan Direktur Jenderal PelayananKefarmasian dan Alkes Tentang Tim Penyusunan .........……….............. .viiiBab. I Pendahuluan1. Latar belakang ................................................................. 12. Tujuan ……………………………………............................. 23. Pengertian .………………………….................................... 2Bab. ll Pengelolaan Sumber Daya1. Sumber Daya Manusia ...............................................….. 42. Sarana dan Prasarana .................................................…. 43. Sediaan Farmasi dan PerbekalanKesehatan lainnya ........................................................... 54. Administrasi ..................................................................6Bab. lll Pelayanan1. Pelayanan Resep ............................................................ 72. Promosi den Edukasi ..................................................….. 93. Residensial (
Home Care
) ................................................ 9Bab. IV Evaluasi Mutu Pelayanan ...................................................... 10Bab. V Penutup .................................................................................. 11Daftar Pustaka ………………………………………………….................. 12
i
 
KATA PENGANTAR
Pembangunan di bidang kesehatan mempunyai visi
Indonesia Sehat 2010.
 Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi pembangunan kesehatan yangsalah satunya adalah menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yangbermutu. Untuk itu diperlukan perubahan dalam sistem pelayanan kesehatantermasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian.Pada saat ini orientasi paradigma pelayanan kefarmasian telah bergeser daripelayanan obat
(drug oriented)
menjadi pelayanan pasien
(patient oriented)
dengan mengacu kepada
Pharmaceutical Care.
Kegiatan pelayanan yangtadinya hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi berubahmenjadi pelayanan yang komprehensif dengan tujuan untuk meningkatkankualitas hidup pasien.Sebagai konsekuensi perubahan orientasi tersebut maka apoteker dituntut untukselalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya agar mampuberkomunikasi dengan tenaga kesehatan lain secara aktif, berinteraksi langsungdengan pasien di samping menerapkan keilmuannya di bidang farmasi.
 
Berdasarkan hal tersebut, Departemen Kesehatan bekerja sama dengan IkatanSarjana Farmasi Indonesia (ISFI) telah menyusun
Standar PelayananKefarmasian di Apotek.
 Buku Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek ini merupakan suatu pedomanpraktik Apoteker di Apotek untuk meningkatkan mutu pelayanan.Kami menyadarimasih banyak kekurangan dalam penyusunan buku ini, oleh karena itu kritik dansaran dari pembaca sangat kami harapkan. Akhir kata kami menyampaikanterima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah berperanaktif dalam penyusunan buku standar ini.
Jakarta, Oktober 2004Direktur Bina Farmasi Komunitas dan Farmasi Klinik
Drs. Abdul Muchid, Apt.
 
NIP. 140 088.411
ii

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->