Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ABK -2

ABK -2

Ratings: (0)|Views: 237|Likes:

More info:

Published by: Hayatulloh Ansori Ansori on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2012

pdf

text

original

 
 
IN 3Nana Rosadi, Kabid Yankes (Rek. 3)
B.1 Pengetahuan dan PemahamanTrimakasih, Nama saya Nana Rosadi jabatan saya sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan DinasKesehatan Kota Tasikmalaya. Pendidikan terakhir saya adalah S2.Terkait dengan pertanyaan pertama, Pengetahuan dan Pemahaman saya tentang ABK danPermendagri No. 13 tahun 2006 tentang PPKD sudah barang tentu pada dasarnya sesuai denganbidang saya Yankes dengan kinerja. Semua anggaran sudah barang tentu yang kita lakukan atasdasar pekerjaan baik dari mulai perencanaan, pengguanaan uang ataupun waktu yang perludiselesaikan untuk apa, untuk efektifitas pelayanan terhadap masyarakat itu pemahaman anggaranyang harus kita kerjakan kaitannya dengan kinerja yang akan kita laksanakan dipelayanan untukmemahami kinerja bidang kesehatan perlu Bapak ketahui anggarannya sudah barang tentu yangsudah direncanakan lewat perencanaan suatu anggaran OPD yaitu RKA SKPD masing-masing atauterkait meningkatnya bagaimana kita harus meningkatkan derajat kesehatan dengan menurunkanangka kematian ba yidan ibu dan pipalensi gizi kurang, walaupun ini kaitannya dengan kinerja sudahbarang tentu terkait dengan pelayanan, ini terkait erat dengan aturan Permendagri No. 13 tahun2006 walaupun ada yang baru. Semua itu tergantung dalam aturan basiskinerja kita masing-masinguntuk selanjutnya bagaimana juga harus menilai PKM berprestasi atau tidak kaitanya dengan kinerjayang tadi disebuutkan ada 3 hal :1.
 
Efektif dalam perencanaan2.
 
Efisien dalam mengguanakan uang dan waktu dan menghasilkan sesuatu yang ujungnyayaitu ukuran tercapai atau tidak rencana yang sudah kita tetapkan sebagai tolak ukurnyaadalah proses kinerja. Yang kedua adalah pembinaan akreditasi puskesmas ini dalam rangkapeningkatan kinerja.3.
 
Terjadinya pertemuan Rumah Sakit Umum, Pemerintah Rumah Sakit Umum Swasta yanglain, Rumah Sakit Daerah segala macam, kaitanya dengan apa, dengan proses menjalankanrekap medis terkait denga 10 macam kasus penyakit begitu pula dilain pihak kaitannyadengan kasus kita proyeknya, kinerjanya, prosesnya terhadap pelayanan masyarakat miskinseperti operasi katarak, bibir sumbing dan ini semua masih kedalam Permendagri No. 13tahun 2006 karena semua yang akan dilakukan berbasis kinerja karena langsung yankes inimelayani secara real faktual di lapangan. Artinya kalau melayani adalah kinerja walaupunada segi administrasi ataupun kinerja.Lalu yang kedua unsur anggaran BK yang sesuai dengan Permendagri semua anggaran untuk Yankesadalah berbasis kinerj dan mulai pelayanan dasar dan rujukan suplai obat pelayanan khusus sepetioperasi bibir sumbing, katarak, itu adalah BK.
 
Strategi yang diterapkan dalam penyusunan ABK strategi yang diterapkan dalamPermendagri No. 13 tahun 2006 yaitu gambaran dari assisment untuk kita buat satukekuatan kita melayani masyarakat terkait dengan anggaran yang diberikan oleh pemerintahdaerah Kota Tasikmalaya.Mengapa demikian, karnaa apapun alasanya kita bisa bekerja sudah barang tentu. Itualasannya
 
Angka harapan hidup, Angka kematian Ibu dan bayi, Gizi Buruk, privalansi penyakit menular jumlah kunjungan lama, kumjungan baru itu adalah indikator-indikatornya yang berbasiskinerja.5.Pada dasarnya sudah bagus. Tetapi dengan satu catatan, anggaran itu tidak mencukupi bagaimanakinerja kita mau full terkait dengan 3 hal :
 
Perencanaan, efisiensi dan produktifitas sementara anggaran yang tersedia rendah, sentuhan kitahanya bisa tercover sesuai dengan kemampuan tidak bisa untuk mengcover keseluruhan artinyauntuk tahun depan kita usulkan kembali.Mengikuti DiklatSudah barang tentu pengetahuan, SDM yang tambah bagaimana mengefesiensikan orang-orangtersebut terhadap kinerja sehingga dia tahu betuk yang dia harus kerjakan.Metode/Cara Kerja/Mekanisme proses ketersediaan pelayananSudah barang tertentu data-data base yang kita lakukan pemetaan yang telah kita kerjakan danpendukung untuk kita gunakan banyak seperti rekap medis, resep, kunjunga orang sakit lama,kunjungan orang sakit baru, itu alat-alat yang kita gunakan.Alat-alat dan bahan tersebut tersedia ?Sudah barang tentu alat-alat dan bahan itu tersedia karna hal itu perlu tidak main-main karnamenyangkut nyawa.Siapa yang menyediakan ?Sudah barang tentu hal itu ada biayanya lewat BOP Biaya Oprasional PKM, dan BOK BiayaOperasional Kesehatan.Metode apa yang digunakan ?Ada 2 metode; pertama metode konsumsi, pola konsusmsi yang kedua pola berbasis penyakit ituyang belum itu harus kita kawainkan menjadi satu bentuk parempo ujungnya kita akan ketahuimana yang harus kita kerjakan secara kinerja tidak boleh ditunda mana yang harus biasa saja secaraesensialnya, mana yang normal. Kalo itu normal kita buat.Sejauhmana hubungan alokasi anggaran dengan pencapaian program ?Ini berbanding lurus atau berbanding terbalik. Kenapa saya bilang begitu, program bisa berjalanmulus dan wajar apabila didukung. Tanpa dukungan, contoh kita sudah bisa membebaskan segalamacam umpamanya lewat bebas BOP tapi terbatasLandasanIni yang menjadai masalah buat kesehatan, tolak ukurnya kalo tidak tahu. Sebetulnya tolak ukurnyaharus sudah tau dengan jelas adalah percapita jumlah orang yang ada di Pemerintahan KotaTasikmalaya.Contoh kalau untuk kebutuhan obat real perkapitanya 9000xjumlah penduduk Rp. 600000 itu kuranglebih Rp. 5,4 M apa yang kita dapatkan Rp. 2,8 M (kurang sekali). Yaaaah hampir setengahnyaIndikator kecukupanJumlah yang terlalu rendah yakni jumlah masyarakat sudah jelas dan jumlah rujukan makin banyakrujukan yang diberikan boleh PKM ke Rumah Sakit itu adalah sebuah indikator PKM kekurangan.Sejauh mana tingkat kecukupan anggaran dengan kebutuhan jauh ! tadi juga disebutkan kebutuhanobat saja harus Rp. 5,4 ini hanya Rp. 2,8Apakah anggaran yang telah ditetapkan sesuai dengan yang diusulkan
 –
tidak sesuai karnaketerbatasan anggaran dari Pemerintah. Menagapa, dan apa penyebabnya ?Sudah barang tentu tingkat faktor itu adalah orang Bappeda yang ngasih tahu bagaiman skalaprioritas yang harus ditentukan tapi menurut kami meninginkan bahwa kesehatan adalah kebutuhanwajib,maka hukum wajib harus dipenuhi, apapun. Alasannya, karna menyangkut hajat dalam angka
 
produktifitas manusia. Bayangkan kalau orang sakit tidak terpenuhi, hajat kesakitannya harus kitasembuhkan, produktifitas kerjanya akan berkurang. Apa resiko yang akan terjadi kalau satu keluargaayahnya sakit, sementara ada 2,3,4 orang yang akan sengsara karena sang ayah sakit.DistribusiKalau dari APBD sudah barang tentu APBD I ( II contoh untuk APBD I tadi kebutuhan )Kalau APBD II bantuan-bantuan lainnyaContohnya ponev, contohnya jampersal kemarin banyak sekali.Sudah barang tentu untuk kegiatan seksi kami yang terkait erat dengan pelayanan khususLandasan apa yang di gunakan untuk penyusunan ABK adalah layanan khusus yang kita lakukankhusus ke masyarakat bagaimana menyimpulkan produktifitas kerja supaya dia siap untk bekerja..Sudah barang tentu penyakit.Prepentatif promotif yang harus kita dahulukan walaupun kita tidak mengurangi kreatif danrehabilitatif.Sejauh mana anggaran dapat menghasilkan kinerja sesuai dengan yang di harapkan karena kitabutuh data-data, mapping yaitu pemetaan, kalau tidak terpenuhi ujungnya tahun berikutnya harusdi capai.Bagaimana ketersediaan anggaran selama ini dengan kebutuhan yang adaTidak sesuaiBagaimana distribusi anggaran BK ?Ini utusannya Bappeda kaitannya, kenapa begitu karena khusus untuk kesehatan adalah hukumwajib. Sebenarnya harus terpenuhi apapun alasannya karena menyangkut hajat orang dalamkehidupan untuk kerja untuk mencari nafkah.Sumber alokasiPada dasarnya tolak ukur / indikator Dinas Kesehatan sudah jelas ada tetapi sejauh ini belum bisakita capai karena memang alokasi dana tidak sesuai dengan kebutuhan perencanaan kesehatan.Jelas paling terukur adalah Dinas Kesehatan.Contoh : Angka kematian bayi terukurAngka kematian juga terukur lewat kohort dan segala macamnya begitu !Kendala-kendalaAdalah sumber anggaran kendala yang benhubungan dengan SDM itu karena kita secara langsungorang-orang kita adalah orang-orang profesional karena mempnyai profesi hanya kita harus dibantulewat profesi lain agar kita lebih profesional lagi seperti akuntan, kita belum punya banyak untukmenghitung uang. Sudah barang tentu program kinerja kesehatan.Program tersebut punya dokter, punya perawat, punya bidan, punya S2 MARS segala macam bangetyah dan itu sangat menunjang dalam proses kinerja. Kenapa demikian ?Karena kekurangan dana tadi.Bagaimana upaya yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan ?Kita sudah berusaha, berupaya sedemikian rupa dengan meminta bantuan lewat provinsi, lewatajuan yang ke panggar ke badan sampai kementrian, untuk menutupi kekurangan, memang alokasianggaran dana di pemerintahan kota Tasikmalaya terbatas.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->