Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
0Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rencana Aksi Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana Gempa di Provinsi Jawa Barat Kabupaten Cilacap

Rencana Aksi Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana Gempa di Provinsi Jawa Barat Kabupaten Cilacap

Ratings: (0)|Views: 608 |Likes:
Published by djuniprist

More info:

Published by: djuniprist on Apr 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2013

pdf

text

original

 
i
 
RINGKASAN
 
EKSEKUTIF
 
RENCANA
 
 AKSI
 
REHABILITASI
 
DAN
 
REKONSTRUKSI
 
WILAYAH
 
PASCABENCANA
 
GEMPABUMI
 
DI
 
PROVINSI
 
JAWA
 
BARAT
 
DAN
 
KABUPATEN
 
CILACAP,
 
PROVINSI
 
JAWA
 
TENGAH,
 
2
 
SEPTEMBER
 
2009
 
Kejadian
 
bencana
 
gempabumi
 
mengguncang wilayah Kabupaten Tasikmalaya dansekitarnya pada hari Rabu, 2 September 2009, jam 14:55 WIB. Sesuai informasi dari BMKG,pusat gempa berada 142 km barat daya Tasikmalaya pada koordinat 8,24 LS – 107,32 BT, padakedalaman 30 km di bawah permukaan laut. Sementara USGS (United States Geological Survey)mencatat gempa tersebut dengan magnitude 7,4 SR pada kedalaman 60 km di bawahpermukaan laut.Kuatnya gempa tersebut juga dapat dirasakan di Bandung (144 km dari pusat gempa),Sukabumi (156 km dari pusat gempa), Jakarta (242 km dari pusat gempa), dan juga beberapakota lain di Jawa Barat dan sekitarnya. Gempa juga dapat dirasakan di kota lainnya sepertiYogyakarta dan Solo.Berdasarkan data terakhir yang diterbitkan Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB)Provinsi Jawa Barat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 25September 2009 jam 06.00 WIB, korban pascabencana gempa bumi di Selatan Jawa Barat tercatat 81 jiwa meninggal dunia, 1.917 jiwa korban luka berat dan luka ringan serta pengungsisejumlah 50.964 KK (194.719 jiwa) yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat.Di samping itu pula berdasarkan pemutakhiran data tanggal 14 Oktober 2009 tercatat diProvinsi Jawa Barat 45.690 rumah rusak berat, 94.862 rumah rusak sedang dan 119.374 rumahrusak ringan. Jumlah terbanyak korban meninggal berada di Kabupaten Cianjur, akibat tertimbun tanah longsor yang diakibatkan oleh gempa tersebut. Dampak bencana gempa diKabupaten Cilacap tidak menimbulkan korban jiwa meninggal dunia, namun cukup banyak kerusakan fisik yang terjadi. Dampak bencana di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengahmengakibatkan 1.007 rumah rusak berat, 108 rumah rusak sedang dan 2.150 rumah rusak ringan.Dampak bencana juga mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas kesehatan, yaiturumah sakit, puskesmas dan puskesmas pembantu, fasilitas pendidikan mulai dari tamankanak‐kanak sampai tingkat SMU, termasuk madrasah, pasar dan sejumlah besar gedungpemerintah termasuk kantor kecamatan dan balai desa.
 
ii
 
Perkiraan
 
kerusakan
 
dan
 
kerugian
 
pascabencana
 
mengindikasikan bahwakerusakan dan kerugian terparah terjadi pada komponen perumahan dengan nilai kerusakandan kerugian mencapai Rp. 6,9 triliun. Sektor infrastruktur mengalami kerusakan dan kerugianmencapai Rp. 16,8 miliar, diikuti sektor sosial Rp. 755,4 miliar, sektor ekonomi Rp. 7,6 miliar,dan sektor pemerintahan sebesar Rp. 156 miliar; sehingga total nilai kerusakan dan kerugiantercatat Rp 7,9 triliun.
Potensi
 
bencana
 
alam
 
di
 
wilayah
 
Provinsi
 
Jawa
 
Barat 
 
dan
 
Kabupaten
 
Cilacap
 
di
 
Provinsi
 
Jawa
 
Tengah
 
antara lain adalah gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir,kekeringan, angin topan dan gerakan tanah/longsor. Pembelajaran untuk Provinsi Jawa Barat yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah belum tersedianya system peringatan dini danpengenalan terhadap faktor‐faktor penyebab risiko bencana; kurangnya pengetahuan dankesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana; dan belum tersedianya kerangkakebijakan dan kelembagaan penanggulangan bencana di daerah.
Prinsip,
 
kebijakan
 
dan
 
strategi
 
rehabilitasi
 
dan
 
rekonstruksi
 
di wilayah
 
ProvinsiJawa Barat dan Kabupaten Cilacap di Provinsi Jawa Tengah adalah menggunakan kegiatanrehabilitasi dan rekonstruksi sebagai sarana membangun komunitas, membuka lapangan kerjadan menstimulasi ekonomi masyarakat dalam kerangka mencapai tujuan pembangunanberkelanjutan dengan pendekatan pengurangan risiko bencana. Strategi pemulihan pascabencana terdiri dari 3 (tiga) komponen yaitu: 1) Pemulihan perumahan dan prasaranapermukiman; 2) Pemulihan prasarana publik dan 3) Pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.Dengan pertimbangan skala dan dampak kerusakan yang ditimbulkan, pelaksanaan rehabilitasidan rekonstruksi dilaksanakan selama 2 tahun anggaran; yaitu dimulai dengan persiapan padatriwulan IV tahun anggaran 2009, selama tahun anggaran 2010 dan berakhir pada tahunanggaran 2011.Strategi umum pemulihan pasca bencana gempa bumi di wilayah selatan Provinsi JawaBarat ditetapkan dengan memperhatikan:a)
 
Sosial, ekonomi dan budaya masyarakat;b)
 
Kelestarian lingkungan hidup dan pengurangan risiko bencana;c)
 
Kemanfaatan dan efektivitas bantuan bagi korban bencana alam;d)
 
Lingkup luas wilayah, yaitu 15 (limabelas) kabupaten/kota di wilayah Provinsi Jawa Barat dan 1 (satu) kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Perencanaan
 
kegiatan
 
rehabilitasi
 
dan
 
rekonstruksi
 
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam Undang UndangNomor 25 Tahun 2004.
 
Pendanaan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bersumber dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->