i
RINGKASAN
EKSEKUTIF
RENCANA
AKSI
REHABILITASI
DAN
REKONSTRUKSI
WILAYAH
PASCABENCANA
GEMPA
BUMI
DI
PROVINSI
SUMATERA
BARAT
TAHUN
2009
-
2011
Kejadian
bencana
gempabumi
mengguncang wilayah Provinsi Sumatera Barat dansekitarnya pada tanggal 30 September 2009, pada pukul 17:16:09 WIB. Berdasarkan informasidari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa diperkirakanberkisar 7,6 SR dengan pusat gempa berada pada koordinat 0.84 LS ‐ 99.65 BT pada kedalaman71 km di dasar laut dan berjarak 57 km arah barat daya Pariaman, Sumatera Barat. Berselang22 menit kemudian, tepatnya pada pukul 17:38:52 WIB terjadi gempa susulan berkekuatan 6,2SR. Pusat gempa berada pada koordinat 0.72 LS ‐ 99.94 BT, pada kedalaman 110 km danberjarak 22 km arah barat daya Pariaman, Sumatera Barat Kuatnya gempa yang terjadi juga dirasakan hingga Singapura dan Malaysia, serta didaerah Sumatera lainya, yaitu Aceh, Jambi, Riau, Bengkulu dan Sumatra Utara
.
Berdasarkan data terakhir yang diterbitkan oleh Satkorlak PB Provinsi Sumatera Barat dan BNPB per tanggal 18 Oktober 2009, jumlah korban jiwa pascabencana gempa bumi diSelatan Jawa Barat tercatat sebanyak 1.117 jiwa meninggal dunia, 1.214 jiwa korban luka berat,1.688 luka ringan, serta pengungsi sejumlah 410 jiwa, yang sebagian besar berada di KabupatenPadang Pariaman dan Kota Padang. Selain itu, sesuai hasil pemutakhiran data terakhir padatanggal 28 Oktober 2009, total jumlah rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 249.833unit dengan rincian: 114.797 unit rumah rusak berat, 67.198 unit rumah rusak sedang dan67.838 unit rumah rusak ringan. Dampak bencana juga mengakibatkan kerusakan sejumlahgedung pemerintahan, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, fasilitas perdagangan, hotel dangedung/perkantoran keuangan dan perbankan.
Perkiraan
kerusakan
dan
kerugian
pascabencana
mengindikasikan bahwakerusakan dan kerugian terparah terjadi pada komponen perumahan dengan nilai kerusakandan kerugian mencapai Rp. 15,41 triliun. Sektor infrastruktur mengalami kerusakan dankerugian mencapai Rp. 963 miliar, sektor sosial Rp. 1,52 triliun, sektor ekonomi Rp. 2,3 triliun,dan lintas sektor (sub‐sektor pemerintahan dan lingkungan) menderita kerusakan dan kerugiansebesar Rp. 674,6 miliar, sehingga total nilai kerusakan dan kerugian tercatat Rp 20,86 triliun.Berdasarkan pengkajian kebutuhan pemulihan yang dilakukan melalui koordinasidengan pemerintah daerah dan BNPB, total kebutuhan pemulihan pascabencana gempa bumi diProvinsi Sumatera Barat diperkirakan mencapai Rp 6,41 triliun, dengan rincian Rp 3,16 triliundiperuntukkan bagi pemulihan perumahan, pemulihan infrastrukur Rp. 661,9 miliar; pemulihansarana dan prasarana sosial Rp. 1,268 triliun; pemulihan ekonomi Rp. 189,43 miliar dan lintassektor, termasuk didalamnya kantor pemerintahan sebesar Rp. 1,097 triliun.
Potensi
bencana
alam
di
wilayah
Provinsi
Suamtera
Barat
antara lain adalah gempabumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, kekeringan, angin topan, gelombang pasang danabrasi serta gerakan tanah/longsor. Pembelajaran untuk Provinsi Sumatera Barat yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah belum tersedianya sistem peringatan dini dan pengenalanterhadap faktor‐faktor penyebab risiko bencana; kurangnya pengetahuan dan kesiapsiagaan