Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Modul Elektronika Dasar Semester 2

Modul Elektronika Dasar Semester 2

Ratings: (0)|Views: 957 |Likes:
Published by defiyulianti17

More info:

Published by: defiyulianti17 on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
MODUL ELEKTRONIKADEFI YULIANTI13.2C.01.Teknik Komputer
Bina Sarana Informatika
PERTEMUAN 01SemikonduktorSTRUKTUR ATOM
Bohr membuat model atom yang ideal dimana sebuah inti atom dikelilingi oleh elektron-elektronyang mengitarinya, inti atom memiliki muatan positif yang menarik elektron-elektron(Gambar 1-1). Elektron-elektron akan jatuh ke dalam inti atom jika tidak memiliki gaya sentrifugal padagerakannya, agar sebuah elektron bergerak didalam lintasan edar yang stabil, maka ia harusmempunyai kecepatan tertentu agar supaya gaya sentrifugal seimbang dengan gaya tarik inti
Gambar 1-1
 Gambar tiga dimensi seperti gambar 1-1 sukar untuk menunjukkan atom – atom  yang rumit, hal inilah yang menyebabkan struktur atom dibuat dalam bentuk dua dimensi .Atom Silikon terisolir yang memiliki 14 proton dalam intinya,dua elektron bergerak pada orbitpertama, delapan elektron pada orbit ke dua dan empat pada orbit terluar atau orbit
valensi
. 14elektron yang berputar menetralkan muatan dari inti atom sehingga dari luar atom ( secara listrik)adalah netral ( Gb 1-2).
Gb.1-2
menunjukkan atom Germaniumterisolir. Perhatikan 32 proton dalam inti atom dan 32 elektron yang mengorbit. Yang pentingkhususnya adalah orbit terluar yang terdiri dari 4 elektron,sama seperti Silikon. Oleh karena itu,Silikon dan Germanium disebut elemen tentravalent ( mempunyai 4 elektron valensi ).
JARI – JARI ORBITAL
Ada suatu pemikiran bahwa elektron dapat bergerak dalam orbit dengan jari – jari yang berbedasesuai dengan kecapatan yang dimiliki. Tetapi hal tersebut bertentangan dengan pernyataan fisikamodern yang menyatakan sebaliknya bahwa hanya ukuran orbit – orbit tertentu yang diizinkan,dengan perkataan lain beberapa jari – jari tidak diizinkanSebagai contoh, orbit terkecil dalam atom hydrogen mempunyai jari – jari
 r1 = 0,53(10˜¹º) m
. Orbitberikutnya yang dizinkan mempunyai jari –jari
 r2 =
 
 2,12(10 ˜¹º) m
. Semua jari – jari
r1
dan
r2
terlarang tidal perduli berapapun kecapatan elektron, sehingga eletron tidak akan terletak pada orbitstabil jika jari – jarinya sebesar
r1
dan
r2
.
LEVEL ENERGI
• Dalam Gb.1-3a, energi diperlukan untuk memindahkan elektron dari orbit terendah keyang lebih tinggi karena adanya penarikan oleh inti atom.• Untuk mempermudah penggambaran dapat dilihat pada Gb.1-3b dimana orbit pertama menyatakanlevel energi pertama,orbit kedua adalah level energi kedua dan seterusnya,semakin tinggi tingkatlevel energinya, makin besar energi elektron dan makin besar orbitnya.
 
MODUL ELEKTRONIKADEFI YULIANTI13.2C.01.Teknik Komputer
Bina Sarana Informatika
KRISTAL
• Jika atom–atom bergabung membentuk padatan (solid), mereka mengatur dirinya sendiri dalampola tataan tertentu yang disebut
 KRISTAL
.
 • Atom Silikon terisolir memiliki 4 elektron dalam orbit valensinya dan untuk dapat membuat suatuikatan agar mempunyai 8 elektron dalam orbit valensinya,maka tiap atom Silikon mendudukkandirinya antara 4 atom Silikon lainnya (Gb.1-4a).• Dimana masing – masing tetangga membagi electron dengan atom pusat dengan jalan inilah makaatom pusat mengabil 4 elektron dan membentuk 8 elektron dalam orbit vaelnsinya dan hal inilahyang disebut dengan ikatan kovalen.Gb.1-4b melambangkan pembagian timbal balik dari elektron.Tiap garis mewakili elektron yangterbagi dimana tiap elektron terbagi membentuk ikatan antara atom pusat dan tetangganya. Jikaenergi dari luar mengangkat eletron valensi ke level energi yang lebih tinggi ( orbit lebih besar ),elektron yang keluar akan meninggalkan kekosongan dalam orbit terluar ( Gb.1-4.c) dan kekosonganini dimanakan dengan
 hole
. Hole ekovalen dengan ikatan kovalen yang terputus dan dilambangkandengan (gambar 1-4d).
Pita Energi ( Energy Bands )
(Gb.1-5) menunjukkan apa yang terjadi dengan level energi. Semua elektron yang bergerak dalamorbit pertama mempunyai level energi yang sedikit berbeda karena tidak ada dua yang benar – benarterlihat mempunyai lingkungan muatan yang sama. Karena ada bermiliyar – miliyar elektronpertama, level energi sedikit berbeda membentuk kelompok atau pita. Samahalnya bermilyaran elektron orbit kedua, semua dengan level energi yang sedikit berbeda,membentuk pita energi kedua seperti yang di tunjukkan pada gambar.
 
MODUL ELEKTRONIKADEFI YULIANTI13.2C.01.Teknik Komputer
Bina Sarana Informatika
KONDUKSI DALAM KRISTAL
(Gb.1-6a) menunjukkan sebatang silikon dengan logam pada bagian ujung – ujungnya, tegangan luarakan membentuk medan listrik antara ujung – ujung kristal.
Nol Mutlak
Pada suhu nol mutlak elektron tidal dapat bergerakmmelalui kristal, semua elektron di pegang kuatoleh atom – atom silikon.Elektron orbit terdalam terkubur di dalam atom, sedangkan elektron orbitterluar merupakan bagian dari ikatan kovalen dan tidal dapat putus tanpa menerima energi dari luar.Oleh sebab itu pada suhu nol mutlak, kristal silikon berlaku seperti isolator yang sempurna.(Gb.1-6b) menunjukkan diagram pita energi. Tiga pita pertama terisi dan elektron tidal dapatbergerak dengan mudah dalam pita – pita ini.Tetapi di atas pita valensi terdapat pita konduksi (conduction band ). Pita ini mewakili kelompok jari – jari berikutnya yang lebih besar yangmemenuhi keadaan gelombang partikel dari elektron. Orbit – orbit dalam pita konduksi sangat besarsehingga penarikan inti diabaikan, hal ini berakibat jika elektron dapat di angkat ke pita konduksimaka elektron tersebut dapat bergerak bebas dan elektron – elektron yang berada di pita konduksisering kali disebut dengan
elektron bebas
( free electron ).
Di Atas Nol Mutlak
Dengan menaikkan suhu di atas nol mutlak akan menyababkan terputusnya beberapa ikatan kovalen,energi panas ini akan memukul elektron ke dalam pita konduksi sehingga kita mendapatkan elektronpada pita konduksi dalam jumlah terbatas yang dilambangkan oleh tanda negatif (Gb.1-7a). Diatasnol mutlak penggambaran pita energi seperti (Gb.1-7b), dimana energi panas telah mengangkatbeberapa elektron ke dalam pita konduksi dimana mereka bergerak dalam orbit dengan jari – jariyang lebih besar dari sebelumnya. Dalam (Gb.1-7b), setiap kali elektron menembus ke dalam pitakonduksi, dihasilkan hole dalam pita valensi. Oleh sebab itu pita valensi tidal lagi saturasi atau terisidimana tiap hole mewakili rotasi orbit yang tersedia.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
herdwi liked this
Djoko Sunarto liked this
Pasha Ribu Choy liked this
Fakhrur Roziq liked this
Zami Satria liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->