Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Belajar Dan Pembelajaran for UTS

Belajar Dan Pembelajaran for UTS

Ratings: (0)|Views: 84 |Likes:
Published by Afif Kurniawan

More info:

Published by: Afif Kurniawan on Apr 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2012

pdf

text

original

 
Belajar dan Pembelajaran
A.Pengertian belajar Perubahan perilaku karena interaksi antara individu dengan sumber belajar. Perilaku yangdihasilkan bersifat permanen dan dapat berupa pola pikir (Psikis), tingkah laku (Fisik), danverbal (bahasanya).B.Pengertian pembelajaranKegiatan yang dirancang baik tidak ada atau ada dan adanya kesempatan untuk belajar sertamemungkinkan untuk terjadinya proses belajar.Berikut ini adalah pengertian dan definisi pembelajaran menurut beberapa ahli:
# KNOWLES
Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan
# SLAVIN
Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman
# WOOLFOLK 
Pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahankekal dalam pengetahuan dan tingkah laku
# CROW & CROW
Pembelajaran adalah pemerolehan tabiat, pengetahuan dan sikap
# RAHIL MAHYUDDIN
Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang melibatkan ketrampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran inteleC.Komponen Pembelajaran1.Kurikulum
UNDANG–UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL,Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
 
Untuk membantu para guru menyusun kurikulum, ketika model KTSP ini diluncurkan pertama kali, Depdiknas menyediakan bantuan berupa kerangka acuan, seperti: standar isi danstandar kompetensi. Berpegang pada inilah kurikulum disusun.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1),(2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2).Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan.Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15);Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat(1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3),(4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18ayat (1), (2), (3); Pasal 20.Fungsikurikulum ialah sebagai pedoman bagi guru dalam nelaksanakan tugasnya. Selain itukurikulum berfungsi sebagai:Ø Preventif yaitu agar guru terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yangditetapkan kurikulumØ Korektif yaitu sebagai rambu-rambu yang menjadi pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pendidikan yang menyimpng dari yang telah digariskan dalam kurikulumØ Konstruktif yaitu memberikan arah yang benar bagi pelaksanaan dan mengembangkan pelaksanaannya asalkan arah pngembangannya mengacu pada kurikulum yang berlaku
2.Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapaioleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
 
Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa padakondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp dan David E. Kapel menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilanyang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.Ada beberapa macam tujuan pembelajaran. Dalam konteks pengajaran, tujuan-tujuanyang paling penting adalah
tujuan keseluruhan pendidikan
,
tujuan suatu matakuliah
, dan
tujuan suatu tatapmuka
. Tujuan keseluruhan pendidikan bersifat umum, sedangkan tujuan tatapmukalebih khusus. Serangkaian tatapmuka membentuk satu matakuliah, maka tujuan tiap tatapmukaharus berperan dalam mencapai tujuan matakuliah. Demikian juga, serangkaian matakuliahmembentuk keseluruhan pendidikan, maka tujuan tiap matakuliah harus berperan dalammencapai tujuan keseluruhan pendidikan.Walaupun menentukan tujuan pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dalamsuatu perancangan pembelajaran, namun untuk merumuskannya terdapat kesulitan-kesulitan yangdihadapi oleh guru/instruktur. Salah satu kesulitan tersebut adalah tidak adanya suatu model yangmampu membimbing guru/instruktur dalam membuat tujuan pembelajaran tersebut (Dick, Carey,and Carey, 2005).Menurut Dick, Carey, dan Carey; dengan berdasarkan pada Robert Mager; terdapat tigakomponen utama yang harus ada dalam menyatakan sebuah tujuan pembelajaran. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Komponen pertama adalah mengutarakan kemampuan (skill) atau perilaku (behaviorial) yangakan dimiliki oleh pembelajar. Komponen ini mengandung
aksi
(dirumuskan dalam bentuk katakerja operasional) dan
isi
atau
konsep
nya. Perumusan komponen pertama ini sama dengan perumusan indikator pencapaian kompetensi karena seperti telah dikemukakan sebelumnyaindikator pencapaian kompetensi pada dasarnya adalah perilaku yang dapat diukur dan/ataudiobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu.2.Komponen kedua adalah mengutarakan kondisi (condition) yang akan diberlakukan ketika pembelajar mengerjakan tugasnya. Apakah pembelajar akan diijinkan menggunakan komputer?Akankah pembelajar diberikan sebuah paragraf untuk dianalisis? Pada intinya kondisi-kondisi inimengacu pada keadaan sekitar dan sumber-sumber belajar yang akan disediakan bagi pembelajar.
3.Komponen ketiga adalah mengutarakan kriteria yang akan digunakan untuk menilai tingkat prestasi pembelajar yang dapat diterima setelah mereka menyelesaikan suatu pembelajaran.Dalam hal pemilihan kriteria bisa menjadi sesuatu yang kompleks. Kriteria untuk sebuahkursi yang baik, misalnya, bisa berdasarkan pada kekuatannya; berdasarkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->