Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
P. 1
Zahara Perempuan Bercadar Mawar

Zahara Perempuan Bercadar Mawar

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 465 |Likes:
Published by Kris Bheda Somerpes
Antara Sarah dan Azam masih ada rasa. Ada suara-suara malam yang terus memanggil, tentang cinta dan kebahagiaan. Namun, untuk sementara mereka hidup dalam diam. Dalam sepi yang panjang, yang berujung jua.
Sarah mengadu kepada senja, tentang semua kisahnya. Azam memendamkan wajahnya pada sajadah. Memohon petunjuk pada Allah, sehingga pada setiap saat ketika cinta menghampirinya, Azam akan selalu berujar “Hanya alam dan Tuhan yang tahu”.
Ya..hanya Alam dan Tuhan yang tahu. Alam begitu dekat dengan Sarah, sedangkan Azam memanjatkan penatnya kepada Allah. Jika saja, antara Azam dan sarah bersama melantunkan madah yang sama, keduanya akan menjadi sempurna. Sempurna dalam duka dan cita. Dalam cinta.
Tetapi, manusia tidak bisa memastikan kemahakuasaan Allah. Semuanya berpasrah kepada-Nya. Dalam doa yang terus dipanjatkan. Sarah, gadis senja yang selalu menanti cinta sejati. Azam, lelaki penyayang yang selalu setia berharap pada keajaiban. Antara Sarah dan Azam masih ada rasa yang semuanya belum tertumpah, tentang semua ‘Hanya Alam dan Allah yang tahu”
***
Suara adzan berkumandang, Sarah belum juga beranjak. Sementara senja kian pelan membenam. Rambutnya masih tergerai basah. Pada ujung-ujungnya menetes air mata. Jilbab jingganya, ia simbakkan. Seakan-akan ingin memaklumkan tentang fajar, tentang pagi yang senantiasa merekah. Ia ingin berteriak, meronta kepada alam. Tetapi tiada jua yang mendengar, selain sepi yang kian menyengat.
Dalam bayangnya berkelebat tentang sebuah heran. Mengapa aku tidak bisa melupakan Azam? Mengapa suara adzan yang dikumandangkannya seperti mengetuk-ngetuk ruang dada? Mengapa wajahnya begitu membekas dalam ingatan? Mengapa senyumnya masih saja seperti menyapa? Mengapa tutur kata lembutnya masih saja menghujam kesendirian?
Antara Sarah dan Azam masih ada rasa. Ada suara-suara malam yang terus memanggil, tentang cinta dan kebahagiaan. Namun, untuk sementara mereka hidup dalam diam. Dalam sepi yang panjang, yang berujung jua.
Sarah mengadu kepada senja, tentang semua kisahnya. Azam memendamkan wajahnya pada sajadah. Memohon petunjuk pada Allah, sehingga pada setiap saat ketika cinta menghampirinya, Azam akan selalu berujar “Hanya alam dan Tuhan yang tahu”.
Ya..hanya Alam dan Tuhan yang tahu. Alam begitu dekat dengan Sarah, sedangkan Azam memanjatkan penatnya kepada Allah. Jika saja, antara Azam dan sarah bersama melantunkan madah yang sama, keduanya akan menjadi sempurna. Sempurna dalam duka dan cita. Dalam cinta.
Tetapi, manusia tidak bisa memastikan kemahakuasaan Allah. Semuanya berpasrah kepada-Nya. Dalam doa yang terus dipanjatkan. Sarah, gadis senja yang selalu menanti cinta sejati. Azam, lelaki penyayang yang selalu setia berharap pada keajaiban. Antara Sarah dan Azam masih ada rasa yang semuanya belum tertumpah, tentang semua ‘Hanya Alam dan Allah yang tahu”
***
Suara adzan berkumandang, Sarah belum juga beranjak. Sementara senja kian pelan membenam. Rambutnya masih tergerai basah. Pada ujung-ujungnya menetes air mata. Jilbab jingganya, ia simbakkan. Seakan-akan ingin memaklumkan tentang fajar, tentang pagi yang senantiasa merekah. Ia ingin berteriak, meronta kepada alam. Tetapi tiada jua yang mendengar, selain sepi yang kian menyengat.
Dalam bayangnya berkelebat tentang sebuah heran. Mengapa aku tidak bisa melupakan Azam? Mengapa suara adzan yang dikumandangkannya seperti mengetuk-ngetuk ruang dada? Mengapa wajahnya begitu membekas dalam ingatan? Mengapa senyumnya masih saja seperti menyapa? Mengapa tutur kata lembutnya masih saja menghujam kesendirian?

More info:

Published by: Kris Bheda Somerpes on Apr 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

 
 
 
 
;
 I]HI[I
,
 Sa{aosqif Ka{niei{ Oiwi{
-* B{j~ Khaei ^doa{sa~
^a{qsi lqbi zifg uib ~aokqh, bafifgif juq ua{q~oafzafuqh {qifg bilkq& Ifui{i u{iqoi eif ~qi{isifggjl zifg ~alilq baokilj, ^i{ih, ~j giej~ ~afmi,oafndki qfuqb ka{sa{ifg oaliwif {i~i& Ibifbihbafifgif juq lqsi lilq& Iuiq mq~u{q baokiljoafghiosj{j ba~afej{jif zifg ~auji oafifuj ej ~asj&Ujiei biui ej sq~i{if hi{j ~alijf ka{~qmqe safqh~aokih, oaodhdf {jehdj Illih, qfuqb oalqsibif~agili bafifgif eafgif safqh jbhli~& Wiliq ua{i~ika{iu, ^i{ih ~qeih ~aeifg ~alilq oaoka{j, kihwi jisa{nizi hifzi basiei/Fzi njfui ~alilq baokilj&Siei ~iiu ua{uafuq, bafifgif juq oafzaokql~afzqo& Oalamju ojosj/ojosj jfeih& Oala~iu hi{is/hi{is ua{ifg kafea{ifg& Fioqf siei ~iiu zifglijf& Ij{ oiui uqosih& Miuqh oaoki~ihj ojosjjfeih, oafghifzqubif ~agili hi{is& Oafna{ikqubifibi{/ibi{& Miej lqfglij, sqf sqli gqgq{ uifsi {qsi&
 
 
>
Oafgafifg bj~ih juq, ^i{ih ~a{qsi ka{iei siei~afmi zifg oafeqfg& Wi{fi mjfggi zifg ~alilqoafghji~j wimih liqu ua{i~i ka{iu oafgq{ij kafifg/kafifg kji~fzi& Oiuihi{j zifg ~auafgih uafggaliouiosib ~asa{uj oafqfggq& Lifgju oafghjuio ~a{qsioilio eif hqmif& Ifui{i oi~jh ~jifg eif iuiq ibif oilio, ~aoqiua{na{juibif siei ~afmi& Wimih ^i{ih ua{lqbj~ ej~ifi, ej q`qb ki{iu, ej bibj ~afmi& Eafgif ij{ oiui miuqh eilio uaosd sa{lihif& ^a{qsi oafgj{jfgj~qi{i Ie}if zifg ejbqoifeifgbif eafgif aldb q~uie} I}io&--- Ifui{i ^i{ih eif I}io oi~jh iei {i~i& Iei ~qi{i/~qi{i oilio zifg ua{q~ oaoifggjl, uafuifg njfuieif bakihigjiif& Fioqf, qfuqb ~aoafui{i oa{abihjeqs eilio ejio& Eilio ~asj zifg sifmifg, zifgka{qmqfg mqi&^i{ih oafgieq basiei ~afmi, uafuifg ~aoqibj~ihfzi& I}io oaoafeiobif wimihfzi siei~imieih& Oaodhdf sauqfmqb siei Illih, ~ahjfggisiei ~aujis ~iiu baujbi njfui oafghiosj{jfzi, I}ioibif ~alilq ka{qm
i{ “Hifzi ilio eif Uqhif zifguihq‟&
  Zi&&hifzi Ilio eif Uqhif zifg uihq& Ilio kagjuqeabiu eafgif ^i{ih, ~aeifgbif I}io oaoifmiubifsafiufzi basiei Illih& Mjbi ~imi, ifui{i I}io eif

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
sblackto12 liked this
Mozabo Moza liked this
Mozabo Moza liked this
Muhammad Mad liked this
Virgie Gigi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->