Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
feodalisme

feodalisme

Ratings: (0)|Views: 1,236|Likes:
Published by kunthng_maniz

More info:

Published by: kunthng_maniz on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/06/2013

pdf

text

original

 
Feodalisme
adalah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik  yang dijalankan kalangan  bangsawan/monarkiuntuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra. Dalam pengertian yang asli, struktur inidisematkan oleh sejarawan pada sistem politik di EropapadaAbad Pertengahan,yang menempatkan kalangankesatriadan kelas bangsawan lainnya (
vassal 
) sebagai penguasa kawasanatau hak tertentu (disebut
 fief 
atau, dalam bahasa Latin,
 feodum
) yang ditunjuk oleh monarki(biasanya raja atau
lord 
).Istilah feodalisme sendiri dipakai sejak abad ke-17 dan oleh pelakunya sendiri tidak pernahdipakai. Semenjak tahun 1960-an, para sejarawan memperluas penggunaan istilah ini denganmemasukkan pula aspek kehidupan sosial para pekerja lahan di lahan yang dikuasai oleh tuantanah, sehingga muncul istilah "masyarakat feodal". Karena penggunaan istilah feodalismesemakin lama semakin berkonotasi negatif, oleh para pengkritiknya istilah ini sekarang dianggaptidak membantu memperjelas keadaan dan dianjurkan untuk tidak dipakai tanpa kualifikasi yang jelas.Dalam penggunaan bahasasehari-hari diIndonesia, seringkali kata ini digunakan untuk merujuk   pada perilaku-perilaku negatif yang mirip dengan perilaku para penguasa yang lalim, seperti'kolot', 'selalu ingin dihormati', atau 'bertahan pada nilai-nilai lama yang sudah banyak ditinggalkan'. Arti ini sudah banyak melenceng dari pengertian politiknya.
FEODALISME MENUMBUHKAN MENTAL MISKIN
Abstrak Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam. Namun ternyata kekayaan tidak  bisa membuat bangsa ini keluar dari kemiskinan. Masih banyak masyarakatyang hidup dalamkemiskinan. Kemiskinan ini disebabkan selain karena faktor struktural yang tidak memberikesempatan masyarakat untuk mengakses sektor – sektor kehidupan, namun juga disebabkan olehnilai – nilai budaya yang dinut leh masyarakat. salah satunya adalah budaya feodalisme, dimanamasyarakat selalu berorientasi ke atasan, senior, dan pejabat untuk dimintai restunya ketika akanmelakukan kegiatan atau usaha. Budaya ini mengakibatkan masyarakat menjadi terkungkung,kurang kreatif karena selalu menurut pada atasan. Akibatnya yang mendapatkan keuntungan hanyakelas atas yang jumlahnya sedikit, sementara kelompok bawah yang mayoritas tidak mendapat apa – apa dan akan selalu hidup dalam keterbatasan. Soluisnya adalah dengan menanamkan budayaegaliter dan demkrasi secara utuh. Dengan hal itu akan memberi kesempatan setiap individu untuk dapat berkreasi dan tidak selalu terbelenggu oleh perintah atasan. Keyword: Kemiskinan danFeodalisme
Feodalisme sebagai Musuh Demokrasi
Masyarakat Indonesia masih hidup dalam iklim feodalisme yang kuat.Masyarakat Indonesia masih hidup dalam iklim feodalisme yang kuat. Memang ada pernyataantegas, tiap warga negara setara di hadapan hukum. Namun, pernyataan itu rupanya tidak menjadi
 
realitas. Banyak orang dianggap tidak setara dengan orang lain. Orang kaya dan penguasa masihmendapat fasilitas lebih. Sementara orang miskin dan lemah tidak mendapat fasilitas apa pun.Untuk hidup normal pun, mereka kesulitan. Mereka dianggap warga negara yang lebih rendah.
Kultur feodalisme
Kultur feodalisme itulah yang menjadi salah satu penyebab kita tidak bisa melakukan pemilusecara efektif dan efisien. Banyak calon anggota legislatif menggunakan gelar kultural, sepertiraden mas, untuk menarik pemilih. Saat gagal dalam pemilu, mereka merasa terhina. Perasaan itumuncul karena mereka menganggap dirinya ”berdarah biru”. Mereka menganggap status dirinyalebih tinggi dari warga lain. Simak pertemuan-pertemuan umum. Bagaimana sapaan terhadap pejabat tinggi lalu turun ke strata paling rendah. Dari ini tercium bau kultur feodalisme. Coba jugacara pejabat melewati jalan raya. Merasa diri sebagai raja, yang memiliki status lebih tinggi dariorang lain. Maka, di Indonesia, slogan kesetaraan di hadapan hukum masih sekadar impian.Faktanya, banyak orang berpikir feodal, menempatkan diri atau orang lain pada status lebih tinggidaripada status orang pada umumnya.
Feodalisme ekonomi
Hal yang sama berlaku dalam ekonomi. Semakin banyak uang dimiliki seseorang, semakin iamendapat tempat istimewa atau lebih tinggi daripada orang lain. Uang bisa membeli segalanya.Hak asasi seseorang hanya bisa terpenuhi jika ia memiliki daya beli yang tinggi.Orang yang tidak punya uang, dianggap tidak memiliki daya beli tinggi, dinilai tidak layak mendapat hak-hak dasar. Uang membuat orang mendapatkan keistimewaan dari yang seharusnyadiperoleh. Feodalisme ekonomi dan kultural juga menyuburkan korupsi. Jika orang itu punya gelar tinggi di mata masyarakat, masyarakat umumnya takut menuntut mereka dengan tuduhan korupsi.Hal ini harus dihindari. Semua orang—baik bangsawan, pengusaha, pejabat, maupun profesor— harus diadili dan dihukum jika terbukti definitif melakukan korupsi.
Musuh demokrasi
Demokrasi berdiri di atas asumsi bahwa setiap warga negara setara di hadapan hukum. Semua bentuk feodalisme harus dihilangkan. Demokrasi juga berdiri di atas asumsi keterbukaan terhadapsemua bentuk cara hidup selama cara hidup itu tidak melanggar hukum yang sah di mata rakyat.Maka, tidak ada cara hidup yang lebih tinggi daripada cara hidup lainnya. Baik orang keturunankeraton, pemuka agama, pengusaha kaya, maupun pejabat tinggi, semua memiliki kedudukansetara di mata hukum maupun negara. Feodalisme dalam segala bentuknya harus dimusnahkan.Jika masyarakat Indonesia masih hidup dalam alam feodalisme, demokrasi tidak akan pernahterbentuk.Buah feodalisme adalah diskriminasi, intoleransi, penindasan, korupsi, dan akhirnya pemusnahankelompok minoritas.
Pendidikan antifeodalisme
Senjata utama untuk menghancurkan feodalisme adalah pendidikan. Pendidikan itu tidak hanyadilakukan di sekolah, tetapi juga di masyarakat maupun keluarga secara intensif. Pendidikanantifeodalisme dimulai dengan pernyataan bahwa semua orang itu setara. Semua bentuk diskriminasi atau ketidaksetaraan adalah ciptaan manusia, yang akhirnya bisa merusak tatananyang ada. Setara tak berarti orang boleh kurang ajar satu sama lain. Prinsip penghormatan dankepercayaan juga perlu diajarkan.
 
Jadi, siapa pun orangnya, baik orangtua berstatus tinggi maupun orang miskin, semua harusdiperlakukan dengan penghormatan dan kepercayaan yang sama. Tak ada diskriminasi apa pun.Dengan pendidikan antifeodalisme yang memadai, demokrasi bisa tumbuh subur dan korupsidalam segala bentuknya secara bertahap dilenyapkan.Seseorang bisa menjabat sebagai pemimpin dalam bidang apa pun bukan karena keturunan oranghebat, punya uang, atau punya kedudukan sosial tinggi, tetapi karena ia mau dan mampu membelakepentingan yang mengacu pada kebaikan bersama. Setiap orang setara di hadapan hukum dannegara karena setiap orang setara di hadapan Tuhan yang Mahakuasa.
Demokrasi
adalah suatu bentuk  pemerintahan  politiyang kekuasaan pemerintahannya berasal darirakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi  perwakilan).
Istilah ini berasal dari bahasa Yunaniδημοκρατία – (
dēmokratía
) "kekuasaanrakyat",
yang dibentuk dari kata δ
μος (
dêmos
) "rakyat" dan κράτος (
 Kratos
) "kekuasaan",merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM dinegara kota Yunani Kuno, khususnyaAthena, menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM.
Istilahdemokrasi diperkenalkan pertama kali olehAristotelessebagai suatu bentuk pemerintahan, yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat).
Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnyamendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat".
Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistemdemokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak , kesempatan dansuarayang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan.
Melalui demokrasi, keputusan yang diambil berdasarkansuaraterbanyak.
Demokrasi terbentuk menjadi suatu sistem pemerintahan sebagai respon kepada masyarakat umumdi Athena yang ingin menyuarakan pendapat mereka.
Dengan adanya sistem demokrasi,kekuasaan absolut satu pihak melaluitirani,kediktatorandan pemerintahanotoriter lainnya dapat dihindari.
Demokrasi memberikan kebebasan berpendapat bagi rakyat, namun pada masa awalterbentuknya belum semua orang dapat mengemukakan pendapat mereka melainkan hanya laki-laki saja.
Sementara itu, wanita, budak , orang asing dan penduduk yang orang tuanya bukanorang Athena tidak memiliki hak untuk itu.
Di Indonesia, pergerakan nasionaljuga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang  berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan membentuk masyarakatsosialis.
BagiGus Dur , landasan demokrasi adalahkeadilan, dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang, dan berarti juga otonomiatau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur  hidupnya, sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Masalah keadilan menjadi penting, dalam artisetiap orang mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, tetapi hak tersebut harusdihormati dan diberikan peluang serta pertolongan untuk mencapai hal tersebut.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Alif Wicaksana liked this
Teguh G Bagja liked this
Deni Rukmana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->