Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Eksiskah_Karakter_Bangsa_(Indonesia)_-Lukas_Sugiarto-

Eksiskah_Karakter_Bangsa_(Indonesia)_-Lukas_Sugiarto-

Ratings: (0)|Views: 16 |Likes:
Published by amel030988

More info:

Published by: amel030988 on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

 
 1
MASIH EKSISKAH KARAKTER BANGSA(INDONESIA)
Oleh:Lukas Sugiharto *)
 Abtrak
Setiap individu atau setiap bangsa memiliki karakter yang sering diterjemahkan jati diri atau kepribadian. Jati diri inilah yang membedakan individu yang satudengan individu yang lain atau bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Olehkarena itu, jati diri menjadi sangat urgens bagi suatu bangsa untuk tetap eksissebagai suatu bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Memasuki era globalisasi jati diri pun mengalami transformasi. Ketika memasuki proses transformasi Talcott Pearson memberikan rambu-rambu yang diangkat melalui teorinya yang berjudul social system. Dalam teori ini dia menyatakanbahwa bila suatu masyarakat ingin tetap eksis dengan jati dirinya, masyarakat tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga jati dirinya.Kata kunci : jati diri, globalisasi, urgens.
1. Pendahuluan
Jati diri penting bagi manusia atau bangsa, karena jati diri merupakanidentitas dirinya baik dia sebagai manusia individu maupun sebagai bangsa,karena pentingnya jati diri ini Sokrates pada sekitar abad ke-5 Sebelum Masehi(SM) mengajarkan pad
a masyarakatnya dengan suatu pernyataan “kenalilahdirimu sendiri”
.Demikian pula dalam perwayangan ketika Werkudoro akan menerimaTirta Kamandaru dari Dewa Ruci, Dewa Ruci telah mengawali nasihatnyadengan ungkapan,
Engkau harus mengerti siapakah sebena
rnya dirimu“
.Gambaran di atas menunjukkan betapa pentingnya jati diri bagi dirimanusia sebagai individu maupun sebagai bangsa.
*) Penulis adalah Dosen Pancasila, FIS Unesa Surabaya.
 
 2Jati diri diartikan oleh Naja Sudjana (2003:2) sebagai segala sifat, watak,faham, rasa, kesadaran, dan kekuatan pikiran yang merupakan hasil dari prosesbelajar yang lama dari nilai-nilai sosial budaya yang kemudian muncul dalamaktualisasi diri dan pola perilaku. Dalam dunia empiris jati diri menjadi sumberuntuk menentukan nilai realitas, kebenaran, kebaikan, dan nilai kehidupanmanusia, bangsa, dan negara.Dari pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa jati diri adalah hasilinternalisasi dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakatnya,yang melekat dalam diri pribadi manusia atau bangsa, sehingga dapatmembedakan antara bangsa yang satu dengan bangsa lainnya. Bagaimana jatidiri tetap eksis? Barangkali ada baiknya kita memperhatikan teori yangdiungkap oleh seseorang Sosiolog Talcott Parsons (dalam Husodo 2005:90-91)yang mengatakan bahwa bila suatu masyarakat ingin tetap eksis dan lestari, adaempat paradigma fungsi yang harus terus-menerus dilaksanakan olehmasyarakat yang bersangkutan meliputi :
 Pertama
:
Patern Maintenance
merupakan kemampuan menjaga / melindungi jati dirinya, memelihara system nilai budaya yang dianut, karena budaya adalahendapan dari perilaku manusia. Budaya masyarakat itu sendiri akan berubahkarena akan terjadi tranformasi nilai dari masyarakat terdahulu ke masyarakatkemudian, tetapi perlu tetap memelihara nilai-nilai yang dianggapnya luhur,karena tanpa hal itu akan terbentuk masyarakat baru yang lain, bukankelanjutan dari masyarakat sebelumnya.
 Kedua
 
: Kemampuan masyarakat beradaptasi dengan dunia yang berubahdengan cepat. Sejarah membuktikan banyak peradaban masyarakat yang telahhilang karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dunia tetapimasyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan sertamemanfaatkan peluang yang muncul akan unggul.
 Ketiga
: Adanya fungsi integrasi dari unsur-unsur masyarakat yang beranekaragam secara terus-menerus sehingga terbentuk kekuatan sentripetal yangsemakin menyatukan masyarakat tersebut.
 
 3
 Keempat
: Masyarakat perlu memiliki tujuan bersama yang dari masa ke masabertransformasi karena terus-menerus diperbaiki oleh dinamika masyarakatnyadan oleh putra pemimpinnya.Pandangan Talcott Parsons di atas dapat ditarik simpulan bahwa jati diripada diri manusia atau bangsa itu tidak steril tetapi akan selalu berkembangkarena pengaruh dinamika masyarakat baik dari dalam maupun dari luarmasyarakat itu sendiri.Bagaimana bangsa yang bersangkutan memelihara jati dirinya ? TalcottParsons menyatakan bahwa bangsa tersebut harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan dunia yang berkembang dengan cepat. Bilamana bangsa yang bersangkutan tidak mampu beradaptasi persis apa yangdiutarakan oleh Siswono Yudo Husodo (2005 : 90) bahwa sejarahmembuktikan banyak peradaban masyarakat yang telah hilang, karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dunia. Barangkali dapat dicontohkanNegara adidaya Uni Soviet Sosialis Rusia (USSR) yang berusaha mengikutiarus Demokrasi dengan menerapkan Demokratisasi, Glasnost dan Perestroikatelah menyebabkan kehilangan jati dirinya yang mengakibatkan terceraiberainya USSR menjadi banyak negara . Karena itu bangsa yang mampuberadabtasi dengan perubahan serta memanfaatkan peluang yang muncul akanmenjadi bangsa yang unggul.Koentjaraningrat (1974 : 133) mengungkapkan kita harus berusahamenjaga sifat kekhususan kita sama seperti nenek moyang kita di zaman
Sriwijaya yang dalam usaha “modernisasi”
mereka menjaga kekhususanmereka dan tidak menjadi orang India atau dapat dicontohkan orang Vietnam(z
aman dahulu), yang dalam usaha “modernisasi” mereka menjaga kekhususan
mereka dan tidak menjadi orang Cina. Oleh karena itu dalam melakukanadaptasi Koencaraningrat (1974 : 133, 135) membedakan dua macam perilakusebagai berikut :(1) Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konstelasidunia sekarang. Makna yang dapat kita tangkap adalah mengubah berbagaisifat di dalam mentalitet yang tidak cocok dengan kehidupan zamansekarang dan membiasakan diri dengan beberapa sifat mental antara lainmenilai tinggi orientasi ke masa depan, bersifat hemat lebih menilai tinggi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->