Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemilihan Pemasok Cooper Rod Menggunakan Metode Anp

Pemilihan Pemasok Cooper Rod Menggunakan Metode Anp

Ratings: (0)|Views: 52 |Likes:
Published by KARYAGATA MANDIRI

More info:

Published by: KARYAGATA MANDIRI on Apr 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

 
J@TI Undip
, Vol IV, No 3, September 2009
 
212
PEMILIHAN PEMASOK
COOPER ROD
 MENGGUNAKAN METODE ANP(Studi Kasus : PT. Olex Cables Indonesia (OLEXINDO))
 
Triwulandari S. Dewayana
1
, Ahmad Budi W.
2
Jurusan Teknik Industri, FTI - Universitas Trisaktitriwulandari_sd@yahoo.com
Abstrak
Pemilihan pemasok merupakan kegiatan strategis, terutama apabila pemasok tersebut akanmemasok item yang kritis dan/atau akan digunakan dalam jangka panjang. Banyak faktor yang perludipertimbangkan dalam pemilihan pemasok. PT. Olex Cables Indonesia (Olexindo) adalah salah satuperusahaan dari Olex Group yang merupakan bagian dari Pacific Dunlop Limited Australia,memproduksi berbagai jenis kabel copper. Terdapat kelemahan dalam pemilihan pemasok yangdilakukan oleh PT. Olexindo yaitu pengambil keputusan menilai hanya berdasarkan pada harga yangditawarkan dan kualitas yang dimiliki bahan baku secara subyektif. Oleh karena itu, kajian ini bertujuanuntuk melakukan pemilihan pemasok dengan pertimbangan yang lebih komprehensif dan obyektif sesuaidengan kebutuhan. Tahap pertama yang dilakukan agar dapat merepresentasikan keadaaan yangsebenarnya yaitu dengan mengidentifikasi kriteria, subkriteria, dan alternatif yang akan digunakan dalampemilihan pemasok. Terdapat 5 kriteria, 11 sub kriteria, dan 4 alternatif yang digunakan pada pemilihanpemasok untuk bahan baku Copper Rod. Tahap kedua, yaitu tahap menentukan metode untuk pemilihanpemasok. Berdasarkan identifikasi terdapat ketergantungan antar sub kriteria. Oleh karena itu, metodeyang tepat digunakan untuk menentukan prioritas pemasok yang akan dipilih adalah metode AnalyticNetwork Process (ANP). Dengan menggunakan metode ANP, prioritas pemasok yang dipilih untuk bahanbaku utama Copper Rod adalah PT. Tembaga Mulia Semanan dengan bobot 0.098725 sebagai prioritasutama. Diikuti oleh PT Sumi Indo Kabel dengan bobot 0.057509, prioritas ketiga adalah DaewodInternasional dengan bobot 0.041970, dan yang terakhir adalah Hyundai Corporation dengan bobot0.034577.
Kata Kunci
: Pemilihan pemasok, ketergantungan sub kriteria, Analytic Network Process
 Abstract
Supplier selection is a strategic activity, especially if this supplier will provide the critical itemand/or will be used in long time period. A lot of factors need to be considered in supplier selection. PT.Olex Cables Indonesia (Olexindo) is one of companies within Olex Group which part of Pacific Dunlop Limited Australia, producing many kinds of copper cable. For supplier selection, PT. Olexindo has aweakness in decision making because only using price offered and quality of raw material subjectively.Therefore, this study aims to do supplier selection more objectively with more comprehensiveconsideration. First step, in order to represent the real condition we start with identifying criteria, subcriteria, and alternatives for determining the supplier. There are 5 criteria, 11 sub criteria, and 4alternatives that will be used in supplier selection for Copper Rod raw material. The second step isdetermining the method for supplier selection. From identification, there is interdependency between subcriteria. Therefore, the right method to be used for determining supplier selection priority is Analytic Network Process (ANP method). With ANP method, supplier priority choosen for main raw materialCopper Rod is PT. Tembaga Mulia Semanan having weight 0.098725 as the main priority. Secondly, PT Sumi Indo Kabel having weight 0.057509. The third is Daewoo Internasional having weight 0.041970,and the last one is Hyundai Corporation having weightt 0.034577.
 Keywords
: Supplier selection, interdependency sub criteria, Analytic Network Process
 
 
J@TI Undip
, Vol IV, No 3, September 2009
 
213
PENDAHULUAN
Manajemen rantai pasokan adalahsuatu pengelolaan kegiatan-kegiatan dalamrangka memperoleh bahan mentah menjadibarang dalam proses atau barang setengah jadi dan barang jadi kemudian mengirimkanproduk tersebut kepada konsumen melaluisistem terdistribusi [2]. Kegiatan-kegiatanini mencakup fungsi pembelian dankegiatan penting lainnya yang berhubunganantara pemasok dengan distributor.Pembelian merupakan salah satu elemenpenting dari manajemen rantai pasokanyang meliputi pembelian bahan baku,persediaan dan komponen untuk perusahaan [3]. Hubungan pembeli danpemasok serta kemampuan dari pemasok akan berpengaruh terhadap kualitas,ketepatan waktu pengiriman dan hargadalam pembelian.Pemilihan pemasok merupakankegiatan strategis, terutama apabilapemasok tersebut akan memasok item yangkritis dan/atau akan digunakan dalam jangka panjang. Banyak faktor yang perludipertimbangkan dalam pemilihanpemasok. Proses pemilihan bisa menjadisangat kompleks karena suatu perusahaanmungkin memiliki sejumlah kemampuandalam semua bidang atau kemampuan yangbegitu baik hanya pada beberapa bidang[1].Prosedur pemilihan pemasok bahanbaku di PT. Olex Cables Indonesia atauOLEXINDO terbagi dalam beberapatahapan yaitu seleksi awal, pengisian daftarpemasok yang disetujui , dan pemilihanpemasok. Seleksi awal dilakukan oleh PT.OLEXINDO untuk menyeleksi siapa sajayang akan menjadi calon kandidat pemasok bahan baku. Proses ini dilakukan dengancara memberikan formulir yang harus diisioleh pemasok yang bersangkutan. Setelahitu
Purchasing manager 
memberikanpenilaian dan memutuskan apakah pemasok tersebut dapat dicantumkan pada daftarkandidat pemasok atau tidak. Adapun isidari formulir tersebut hanya berisikantentang berapa lama pemasok tersebut telahmemasok bahan baku, alamat dari pemasok,dan harga yang ditawarkan. Pada tahap ini
Purchasing manager 
menilai secarasubkyektif apakah pemasok tersebut layak atau tidak dijadikan kandidat denganmelihat harga yang ditawarkan olehpemasok yang bersangkutan. Tahapberikutnya adalah pengisian daftar pemasok yang disetujui, setelah diperiksa oleh
Purchasing manager 
, data perusahaankandidat dimasukkan ke dalam daftarpemasok untuk kemudian dilakukan prosespemilihan pemasok baik untuk pemasok lama atau baru. Tahap terakhir berupapemilihan pemasok. Pada proses ini, tahappertama yang dilakukan adalahmemberikan formulir yang harus diisikembali oleh para kandidat pemasok.Kemudian
Purchasing manager 
akanmenilai kembali perusahaan apa yang cocok untuk menjadi pemasok bahan baku PT.OLEXINDO. Pada tahap ini
Purchasingmanager 
menilai secara subyektif denganmelihat selisih harga yang ditawarkan, dan juga melihat fitur-fitur apa saja yangditawarkan oleh pemasok. Pada tahap ini,beberapa pemasok yang telah lolos dalamseleksi awal akan diuji coba selama enambulan dan kinerja dari pemasok pemasok tersebut dimonitor apakah terjadipenyimpangan atau tidak.Terdapat kelemahan dalampemilihan pemasok yang dilakukan olehPT. OLEXINDO yaitu pengambilkeputusan (
 purchasing manager 
) menilaihanya berdasarkan pada harga yangditawarkan dan kualitas yang dimilikibahan baku secara subyektif. Oleh karenaitu, kajian ini bertujuan untuk melakukanpemilihan pemasok dengan pertimbanganyang lebih komprehensif dan obyektif sesuai dengan kebutuhan dari PT.OLEXINDO.
TINJAUAN PUSTAKA
Terdapat beberapa metode dalammemilih alternatif dengan multi kriteriaantara lain yaitu : 1) Metode AHP (
 Analytic Hierarchy Process
); 2) Metode ME-MCDM (
 Non-numeric Multi Expert MultiCriteria Decision Making
); 3) MetodePromethee (
Preference RankingOrganization Method for Enrichment  Evaluation
); dan 4) Metode ANP (
 Analytic Network Process
). Metode AHP merupakansebuah hirarki fungsional dengan inpututamanya persepsi manusia. Suatu masalah
 
J@TI Undip
, Vol IV, No 3, September 2009
 
214
yang kompleks dan tidak terstrukturdipecah ke dalam kelompok-kelompok kemudian diatur menjadi suatu bentuk hierarki [4]. Metode Promethee merupakansuatu metode penentuan urutan (prioritas)dalam analisis multikriteria. Dominasikriteria yang digunakan adalah penggunaannilai dalam hubungan outranking [6].Metode ME-MCDM merupakan suatumetode pengambilan keputusan denganberbagai macam kriteria yang disediakanuntuk mencari alternatif paling baik berdasarkan pendapat para
expert 
yangtertuang dalam bentuk non-numeric (secarakualitatif) terhadap situasi yang dihadapi.Metode ANP merupakan pengembangandari metode AHP. ANP mengijinkanadanya interaksi dan umpan balik darielemen-elemen dalam
cluster 
(
inner dependence
) dan antar
cluster 
(
outer dependence
) [5].ANP merupakan metodepemecahan suatu masalah yang tidak terstruktur dan adanya ketergantunganhubungan antar elemennya. Konsep ANPdikembangkan dari teori AHP yangdidasarkan pada hubungan salingketergantungan antara beberapa komponen,sehingga AHP merupakan bentuk khususdalam ANP. Konsep utama dalam ANPadalah
influence
, sementara konsep utamadalam AHP adalah
 preferrence
. ANPmampu menangani saling ketergantunganantar unsur-unsur dengan memperolehbobot gabungan melalui pengembangandari supermatriks [5]. Supermatriks terdiridari 3 tahap : (www.superdecision.com)yaitu : a) Tahap supermatriks tanpa bobot(
unweighted 
 
supermatrix
).Merupakansupermatriks yang didirikan dari bobotyang diperoleh dari matriks perbandinganberpasangan; b) Tahap supermatriksterbobot (
weighted supermatrix
).Merupakan supermatriks yang diperolehdengan mengalikan semua elemen di dalamkomponen dari
unweighted supermatrix
 dengan bobot
cluster 
yang sesuai sehinggasetiap kolom pada
weighted supermatrix
 memiliki jumlah 1. Jika kolom pada
unweighted supermatrix
sudah memiliki jumlah 1, maka tidak perlu membobotkomponen tersebut pada weightedsupermatrix; c) Tahap supermatriks batas(
limit 
 
supermatrix
). Merupakansupermatriks yang diperoleh denganmenaikkan bobot dari
weighted supermatrix
. Menaikkan bobot tersebutdengan cara mengalikan supermatriks itudengan dirinya sendiri sampai beberapakali. Ketika bobot pada setiap kolommemiliki nilai yang sama, maka limitmatrix telah stabil dan proses perkalianmatriks dihentikan.Hasil akhir perhitunganmemberikan bobot prioritas dan sintesis.Prioritas merupakan bobot dari semuaelemen dan komponen. Didalam prioritasterdapat bobot
limiting
dan bobot
normalized by cluster 
. Bobot
limiting
 merupakan bobot yang didapat dari
limit supermatrix
sedangkan bobot
normalized by cluster 
merupakan pembagian antarabobot
limiting
elemen dengan jumlah bobot
limiting
elemen-elemen pada satukomponen. Sintesis merupakan bobot darialternatif. Didalam sintesis terdapat bobotberupa
ideals, raw
dan
normals
. Bobot
normals
merupakan hasil bobot alternatif seperti terdapat pada bobot
normalized bycluster 
prioritas. Bobot
raw
merupakanhasil bobot alternatif seperti terdapat padabobot
limiting
prioritas atau
limit matrix
.Bobot
ideals
merupakan bobot yangdiperoleh dari pembagian antara bobot
normals
pada setiap alternatif dengan bobot
normals
terbesar diantara alternatif-alternatif tersebut.
TAHAPAN PENELITIAN
Penelitian dilakukan melaluibeberapa tahapan. Tahap pertama yangdilakukan agar dapat merepresentasikankeadaaan yang sebenarnya yaitu denganmengidentifikasi kriteria, subkriteria, danalternatif yang akan digunakan dalampemilihan pemasok pada PT OLEXINDO.Pada tahap kedua, yaitu tahap menentukanmetode untuk pemilihan pemasok. Untuk mengetahui dengan pasti metode yang tepatdalam memilih pemasok di PTOLEXINDO, dilakukan identifikasiketerkaitan untuk kriteria, subkriteria, danalternatif yang terdapat pada pemilihanpemasok. Tahap selanjutnya adalahmenentukan metode yang tepat untuk menentukan urutan prioritas pemasok yang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->