Jantung Hati Borobudur
3
KATA PENGANTAR
Salam Lestari!
Buku
Jantung Hati Borobudur
merupakan sebuah upaya strategis untuk mengantarkan para pemangkukepentingan guna meninjau kembali keberadaan Borobudur, menyegarkan memori bersama, dan meningkatkansemangat untuk menjaga kelestariannya. Candi Borobudur beserta Mendut dan Pawon merupakan salah satuPusaka Dunia (World Heritage List no 592) yang mendapatkan pengakuan UNESCO sejak tahun 1991.Kawasan Candi Borobudur sangatlah kaya dan potensial yang terdiri dari bentangan alam yang sangat indahdikelilingi gunung-gunung, danau purba, tanah yang subur, serta sumber air yang kesemuanya berkaitan dalamsejarah keberadaan Candi Borobudur. Kesemuanya ini juga menyatu dengan kehidupan keseharian masyarakatdi desa-desa sekitarnya saat ini, yaitu perjuangan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya di kawasanBorobudur yang telah menjadi salah satu objek pariwisata terkemuka serta kontribusi masyarakat baik langsungmaupun tidak langsung terhadap pelestarian kawasan Borobudur.Buku ini diluncurkan pada peringatan Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day) 18 April 2012 yaitu hari ketikaseluruh umat manusia di berbagai belahan dunia merayakan dan memberikan apresiasi kepada kekayaan pusaka(heritage) masing-masing. Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) - Indonesian Heritage Trust - bersama-samapara mitra pelestarian di berbagai daerah turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Pusaka Dunia dengan temayang berbeda dari tahun ke tahun.Peringatan Hari Pusaka Dunia 2012 mengangkat tema
“A Tribute to Borobudur Community in Conserving a World Heritage”
sebuah apresiasi kepada peran masyarakat dalam pelestarian Borobudur sebagai pusaka dunia. Acaraini dipusatkan di kawasan Borobudur baik di pelataran Candi Borobudur, desa-desa sekitar serta bentang alamseperti sungai, gunung dan lainnya di kawasan tersebut. Tema ini sekaligus mendukung peringatan 40 tahunKonvensi Pusaka Dunia (World Heritage Convention) UNESCO yang mengangkat tema
“World Heritage and Sustainable Development: the Role o Local Communities”
.Melalui buku ini, kami berharap berbagai langkah ke depan untuk mengawal kelestarian pusaka Indonesia dapatselalu mengikutsertakan masyarakat selaku pendukung utama serta menguatkan jejaring kerjasama denganberbagai pihak secara luas.Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada para pendukung acara Peringatan HariPusaka Dunia 2012, para penyumbang pikiran, pengisi acara dan masyarakat Borobudur yang tidak dapat kamisebutkan satu per satu atas semangatnya yang luar biasa dan selalu memberikan inspirasi positi.Kami ucapkan terima kasih kepada segenap pihak-pihak lainnya yang telah mendukung sehingga tersusunnyabuku ini.
KETUA DEWAN PIMPINANBADAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA
I Gede Ardika