Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Proposal tesis

Proposal tesis

Ratings:

5.0

(3)
|Views: 2,368 |Likes:
Published by yudhistira nugraha

More info:

Published by: yudhistira nugraha on Dec 19, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2014

pdf

text

original

 
I. PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Penelitian
Upaya untuk meningkatkan produksi padi terus dilakukan seiring dengan bertambahnya penduduk dan meningkatnya kebutuhan beras. Peningkatan produksi padidapat dilakukan dengan memperbaiki produktivitas pada daerah-daerah dimana cekamanrendaman merupakan kendala utama dalam budidaya tanaman padi. Hasil panen rendahdan resiko kegagalan tanam akibat banjir umum ditemui pada areal rawa pasang surut,rawa lebak, dan tepian sungai. Selain itu potensi areal terkendala cekaman rendamanuntuk dikembangkan menjadi lahan pertanian masih sangat luas, untuk areal pasangsurut diperkirakan seluas 9.53 juta ha dan rawa lebak seluas 13,3 juta ha (Nugroho dkk.,1993, Widjaja-Adhi dkk., 1995).Rendaman yang mengakibatkan cekaman terhadap tanaman padi di wilayahSelatan dan Asia tenggara diperkirakan mencapai 15 juta hektar setiap tahunnya(Septiningsih et al., 2008). Luas areal pertanaman padi yang mengalami cekamanrendaman karena banjir diperkirakan akan semakin bertambah karena terjadi peningkatancurah hujan dan kenaikan permukaan air laut akibat terjadinya pemanasan global(CGIAR, 2006).Meskipun padi merupakan tanaman yang dapat beradaptasi pada kondisi tanahyang airnya berlebih, namun secara umum tanaman padi akan mati jika seluruh bagiantanamannya terendam selama seminggu (Ito et al., 1999). Tanaman padi yang masihmuda biasanya lebih rentan terhadap cekaman rendaman (Jackson dan Ram, 2003).Cekaman rendaman air terhadap tanaman terjadi akibat terhambatnya proses fotosintesisdan respirasi, hal tersebut dikarenakan difusi gas di air lebih lambat 10
4
kali dibandingdengan di udara (Armstrong and Drew, 2002) dan rendahnya penetrasi cahaya yangdapat diterima oleh tanaman (Pierik et al., 2005).
1
 
Cekaman rendaman terhadap tanaman padi dapat dikelompokan berdasarkandurasi dan ketinggian rendaman. Berdasarkan durasi cekaman rendaman dibedakanmenjadi rendaman sesaat (
 flash flood 
)
 
dan rendaman stagnan
 
(
 stagnant flood 
) (Maurya etal., 1988). Rendaman sesaat biasanya terjadi jika tanaman padi terendam air kurang daridua minggu, kemudian air surut kembali. Jenis rendaman ini merupakan tipologi daerah-daerah tadah hujan, pasang surut dan tepian sungai. Pada cekaman rendaman stagnanketinggian air relatif stabil selama lebih dari tiga minggu dengan ketinggian yang bervariasi antara lokasinya. Jenis rendaman ini merupakan tipologi daerah rawa lebak (Nugroho dkk., 1993). Berdasarkan ketinggian air yang merendam tanaman, rendamandikelompokan menjadi rendaman sebagian (
 partial submergence
) jika 40-99% bagianatas tanaman terendam air dan rendaman yang mengakibatkan seluruh bagian tanamanterendam air (
complete submergence
) (Setter et al., 1987b). Terkadang banjir dapatmencapai ketinggian air lebih dari 2 meter selama beberapa minggu yang mengakibatkantanaman padi terendam seluruh bagian tanamannya oleh air (Setter et al., 1995b;Dwivedi dan HilleRisLambers, 1991).Tanaman merespon terhadap kondisi cekaman rendaman dengan dua cara, yaitu(a) pemanjangan buku-buku (internode) sehingga daun mampu menggapai permukaanair, dan (b) mempertahankan proses fisiologi tanaman sehingga mampu bertahan danmelanjutkan kehidupannya (Mackill et al., 1999). Catling (1992) mendefinisikantanaman padi toleran terhadap cekaman rendaman jika mampu melanjutkankelangsungan hidupnya setelah terendam seluruh bagian tanamannya selama 10-15 hari.Genotipe-genotipe yang teridentifikasi toleran terhadap cekaman rendaman padaumumnya merupakan varietas lokal yang telah beradaptasi lama pada lingkungan yangselalu terendam (Mackill et al., 1993). Biasanya varietas lokal tersebut memilikikelemahan, yaitu produktivitas rendah, rentan terhadap hama dan penyakit,fotoperiode
2
 
sensitif dan berumur dalam. Program pemuliaan untuk merakit varietas yang tahanrendaman dengan karakter-karakter yang diinginkan menjadi tujuan utama dalam pengembangan daerah cekaman rendamanDaerah-daerah untuk dijadikan pengembangan budidaya padi akan tetapi rentanterhadap jenis cekaman rendaman stagnan masih cukup luas, rawa lebak dangkal seluas4,17 juta hektar dan sebagian rawa air dalam seluas 6,08 juta hektar (Nugroho dkk.,.1993). Daerah ini biasanya terendam air selama beberapa bulan dengan ketinggian air yang selalu berubah. Petani biasanya menanam tanaman padi menggunakan varietaslokal yang berdaya hasil rendah atau varietas popular seperti IR42 yang tidak toleranterhadap cekaman rendaman. Teknik budidaya yang dilakukan petani untuk menghindaricekaman rendaman di daerah rawa lebak Kalimantan (Balitbang Deptan, 2007) danBangladesh (Azad dan Hossain, 2006) adalah melakukan pemindahan tanaman selama beberapa kali ke tempat lain untuk menyesuaikan antara tinggi tanaman denganketinggian air. Varietas-varietas toleran yang dirakit dengan memasukan gen toleransiterhadap cekaman rendaman diharapkan akan membantu petani menghindari cekamanrendaman stagnan pada daerah rawa lebak tanpa harus memindahkan tanaman.
3

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
Amalia R. Putri liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Agung Wijaya liked this
Ita Arina liked this
Istiqomah Ucy liked this
joko_prasetiyo liked this
Dwi Satryawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->