Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SPINA-BIFIDA

SPINA-BIFIDA

Ratings: (0)|Views: 378 |Likes:

More info:

Published by: Adhitya Soewadji Martodimuljo on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

 
BAB I
PENDAHULUAN
Spina bifida merupakan suatu kelainan kongenital berupa defek pada arkus posterior tulang belakang akibat kegagalan penutupan elemen saraf dari kanalis spinalis pada perkembangan awal dari embrio.
(1,2,3)
 Pada stadium dini pembentukan lempeng neural terbentuk celah neural yangkemudian membentuk pipa neural. Pipa neural inilah yang kemudian menjadi jaringanotak dan medula spinalis. Ketika dalam kandungan, jaringan yang membentuk pipaneural tidak menutup atau tidak tertutup secara sempurna. Ini menyebabkan adanya bagian yang terbuka pada vertebra, yang mengelilingi dan melindungi korda spinalis.Proses penutupan pipa neural ini berlangsung selama minggu keempat kehidupanembrio dan biasanya sebelum wanita mengetahui kehamilannya dan berakhir. Prosesneuralisasi mulai pada garis tengah dorsal dan berlanjut ke arah sefal dan kaudal.Penutupan yang paling akhir terjadi pada ujung posterior yaitu pada hari ke-28.
(3,4)
 Kadang-kadang alur saraf tersebut tidak menutup, ini oleh karena kesalahaninduksi oleh chorda spinalis yang terletak dibawahnya atau karena pengaruh faktor-faktor teratogenik lingkungan sel-sel neuroepitel. Jaringan saraf dalam hal ini tetapterbuka ke dunia luar. Gangguan proses ini menyebabkan defek pipa neural yangkemudian digolongkan sebagai disrafisme. Disrafisme terbagi dua yakni kranial danspinal.
(3,4)
Disrafisme spinal / mielodisplasia adalah anomali kongenital dari spinal yangdiakibatkan oleh kegagalan fusi dari struktur-struktur pada garis tengah. Bila lesinyahanya terbatas pada tulang (arkus) posterior baik satu atau beberapa level, kelainan inidisebut sebagai spina bifida.
(4, 5, 6)
Jika elemen saraf ikut terlibat maka akan menimbulkan paralisis dan hilangnyasensasi dan gangguan pada sfingter.
 
Derajat dan lokalisasi defek yang terjadi bervariasi.Pada keadaan yang ringan mungkin hanya ditemukan kegagalan fusi satu atau lebih1
 
dari satu arkus posterior vertebra pada daerah lumbosakral. Terkadang kelainan initidak menimbulkan gejala klinis yang signifikan
.
(1,
2,4,7
)
Seringkali apabila terjadi defek pada arkus posterior maka akan timbulgangguan pada permukaan kulit yang menutupinya, yang tampak seperti lesung, seikatrambut, massa lemak atau sinus kulit.Spina bifida dapat digolongkan menjadi dua tipe yakni, spina bifida okulta danspina bifida aperta (
cystica
).
(1)
2
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
2.1 DEFINISI
Spina bifida
merupakan suatu anomali perkembangan yang ditandai dengan defek  penutupan selubung tulang pada medulla spinalis sehingga medulla spinalis danselaput meningen dapat menonjol keluar (
 spina bifida cystica
), atau tidak menonjol(
 spina bifida occulta).
2
Beberapa hipotesis terjadinya
 spina bifida
antara lain adalah :
4
1.Terhentinya proses pembentukan tuba neural karena penyebab tertentu2.Adanya tekanan yang berlebih di kanalis sentralis yang baru terbentuk sehingga menyebabkan ruptur permukaan tuba neural3.Adanya kerusakan pada dinding tuba neural yang baru terbentuk karenasuatu penyebab.Penonjolan dari
korda spinalis
dan
meningens
menyebabkan kerusakan padakorda spinalis dan saraf, sehingga terjadi penurunan atau gangguan fungsi pada bagiantubuh yang dipersarafi oleh saraf tersebut atau di bagian bawahnya. Gejalanyatergantung kepada letak anatomis dari
 spina bifida
. Kebanyakan terjadi di punggung bagian bawah, yaitu daerah
lumbal 
atau
 sakrum
, karena penutupan vertebra di bagianini terjadi paling akhir.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->