Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengatasi Permasalahan an Anak Usia Dini

Mengatasi Permasalahan an Anak Usia Dini

Ratings: (0)|Views: 215|Likes:

More info:

Published by: Syiifa Septiiani Atsas on May 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/09/2013

pdf

text

original

 
Mengatasi PermasalahanPerkembangan Anak Usia Dini
1.
 
MASALAH PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Masalah-masalah kebutuhan perkembangan pada anak usia dini merupakan kebutuhanyang harus/mutlak terpenuhi sesuai dengan perkembangan, maka bagi pendidik anak usia dini harus paham akan kebutuhan perkembangan anak usia dini sehingga dapatmenangani masalah-masalah yang timbul, baik masalah pemenuhan kebutuhanperkembangan yang umum ataupun masalah kebutuhan perkembangan yang bersifatkhusus.Banyak kekeliRuan dalam berbagai pemahaman tentang perkembangan emosi padaanak yang beranggapan pola pikir (paradigma) dikalangan umum maupun orang tuadianggap kurang penting. Padahal usia dini merupakan masa yang paling baik untuk meletakan dasar yang kokoh bagi perkembangan mental-emosional dan potensi otak anak yang akan mempengaruhi kejiwaan anak.Teori dan penelitian Daniel Goleman tentang kecerdasan emosi (
 Emotional Intelligence
 /EQ), mengingatkan bahwa keberhasilan hidup manusia tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IQ) seperti yang dipahami sebelumnya,tetapi justru ditentukan oleh
emotional intelligence
. Kecerdasan emosi ini sangatterkait dengan belahan otak kanan.Hasil penelitiannya menunjukan bahwa:Keberhasilan seseorang di masyarakat sebagian besar (80%) ditentukan olehkecerdasan emosi (EQ).Sehingga anak yang kurang dalam pemenuhan kebutuhan perkembangan emosisenantiasa akan mengalami gangguan emosi dan perilaku seperti, agresif secara verbaldan/atau fisik yang bisa membahayakan dirinya atau orang lain, menarik diri atautidak percaya diri, pencemas dan juga bisa hiperaktif, yang mengakibatkan kurangperhatian dalam kegiatan disekolah secara optimal dan selalu menunjukan skalarendah dalam pencapaian program pembelajaran yang telah ditargetkan.Perkembangan emosi yang dibutuhkan anak usia dini meliputi segala bentuk hubungan yang erat, hangat dan menimbulkan rasa aman serta percaya diri sebagaidasar dari perkembangan selanjutnya, yang ini mutlak perlu diperhatikan oleh orangtua ataupun guru sejak dini.Penanganan dan menganalisis kebutuhan emosi anak usia dini diperlukan deteksi diniyang serius dan tuntas dan harus didukung oleh informasi dan pengumpulan data yangakurat dan lengkap dari berbagai pihak mengenai diri anak mulai dari kandungan,setelah dilahirkan sampai anak memasuki Pendidikan Anak Usia Dini serta padapengaturan yang diterapkan kepada anak oleh orang tua. Apabila masalahperkembangan emosi pada anak kurang diperhatikan atau tidak dipenuhi dan tidak segera ditangani maka akan berakibat vital terhadap pertumbuhan dan perkembangananak, baik tingkat kecerdasan (IQ), kecerdasan emosional (EQ), serta kecerdasanspiritual (SQ).Tujuan dari analisis gangguan perkembangan anak pada usia dini adalah untuk mengetahui karakteristik, gejala-gejala yang menyebabkan timbulnyagangguan/kelainan untuk memperkirakan kemungkinan bantuan yang akan diberikanserta melaksanakan tindak lanjut agar anak dapat diantisipasi supaya masa yang akandatang tidak selalu fatal. 
 
2.
 
Anak sulit berimajinasi saat menggambar 
Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman kanak-kanak untuk mengatasi anak yang sulit berimajinasi pada saat menggambar. Strategi yangditerapkan guru tersebut anatara lain: memberikan kebebasan kepada anak untuk menggambar sesuatu sesuai dengan minat anak, mengajak anak keluar kelas,kemudian meminta anak untuk bercerita dan menggambarkan apa yang ditemukan dilapangan.
3.
 
Anak menulis lambang huruf/bilangan terbalik 
Program ini berisi upaya seorang guru pada lembaga Pendidikan anak usia dini untuk mengatasi anak yang terbalik saat menulis lambang bilangan. Upaya yang dilakukanguru tersebut adalah dengan membuat lambang bilangan yang besar seukuran kertasfolio, mengajak anak untuk berlomba mengambil gambar lambang bilangan atauhuruf yang benar disertai pengecohnya (lambang bilangan atau huruf yang terbalik).Guru juga mengajak anak untuk meraba lambang bilangan dengan media sterofomatau media lain berbentuk lambang bilangan lalu anak diminta menuliskan lambangbilangan tersebut. Selanjutnya guru memberikan tugas berupa lembar kerja yangberisi tugas menebalkan lambang bilangan atau huruf dengan proses yang benarmisalnya untuk menulis angka lima dimulai dengan mengajak anak untuk mengimajinasikan lambang bilangan atau huruf yang akan dibuat. Langkahberikutnya guru memberikan kegiatan pelatihan tambahan berupa
 puzzle
lambangbilangan atau huruf kepada anak yang sering melakukan kesalahan, dan memberikanpenguatan untuk hasil anak yang baik mendapatkan stempel bintang pada lembarkerjanya.
4.
 
Anak sulit mengenal konsep bilangan 
Program ini menggambarkan upaya seorang guru Taman Kanak-kanak dalammengatasi anak yang sulit mengenal konsep bilangan. Upaya guru tersebut antara lain:mengajak anak untuk membilang dengan permainan dan lagu dan atau tepuk;membuat alat peraga permainan konsep bilangan kemudian anak diminta meletakkansejumlah benda sesuai lambang bilangan tersebut; memberikan tugas berupa lembarkerja memasangkan benda sesuai lambang bilangannya atau melingkari benda sesuailambang bilangannya; dan mengulas kembali hasil karya anak yang paling baik sertamemberikan penguatan kepada anak yang hasil karyanya baik berupa pemberianstempel bintang di tangannya.
5.
 
Anak yang tidak bisa menceritakan kembali isi cerita yang telah didengarnya 
Program video ini menggambarkan upaya seorang guru Taman Kanak-kanak yangberusaha mengatasi masalah anak yang tidak bisa atau belum bisa menceritakankembali isi cerita yang telah didengarnya. Cara-cara yang dilakukan guru adalahdengan beberapa langkah, yaitumengkondisikan posisi duduk anak agar semua anak dapat melihat dan menyimak guru dengan jelas dan posisinya nyaman, sebelumbercerita, guru meminta anak untuk menyimak cerita dengan sungguh-sungguh danmenawarkan kepada anak akan adanya penghargaan bagi mereka yang bisa menjawabpertanyaan guru tentang isi cerita yang akan disampaikan, guru memilih cerita yangmenarik, guru bercerita dengan intonasi, mimik dan gerak tubuh yang lebih ekspresif,guru menggunakan alat peraga ketika bercerita, di akhir cerita, guru melontarkanpertanyaan kepada anak tentang isi cerita, selanjutnya guru memberi kesempatansecara individual kepada anak untuk menceritakan kembali apa yang telah diceritakanoleh guru.
 
6.
 
Anak yang sulit mengemukakan pendapat 
Program video ini berisi strategi seorang guru Taman kanak-kanak yang mengalamimasalah pada anak didiknya. Masalah tersebut adalah anak kesulitan dalammengemukakan pendapatnya. Cara yang dilakukan guru tersebut diantaranya adalahdengan melatih anak secara terus menerus dan perlahan untuk mengemukakanpendapatnya. Misalnya dengan melontarkan beberapa pertanyaan tentang hal-hal yangdisukai anak, memperlihatkan gambar kepada anak dan meminta anak menyampaikanpendapatnya tentang gambar tersebut. Cara lainnya adalah dengan meminta anak menggambar bebas, kemudian meminta anak untuk menceritakan gambar hasilkaryanya di depan kelas. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan meminta anak membawa mainan atau buku kesayangannya dari rumah dan memintanyamenceritakan tentang mainan dan buku kesayangannya itu di depan teman-temannya,tentu saja tahap awal guru memancing dengan pertanyaan seputar mainan atau bukutersebut.
7.
 
Anak yang sulit mengungkapkan ketidaksetujuannya secara verbal 
Pada program video ini Anda dapat menyaksikan apa yang dilakukan seorang guruTaman Kanak-kanak ketika ia menghadapi kejadian dimana sorang anak memukul/menangis karena tidak setuju dengan perlakuan temannya. Dalam videotampak guru tersebut menghampiri anak yang memukul/menangis kemudian iameminta anak berhenti memukul/menangis (tenang). Jika anak masih belum tenang(masih marah/menangis), guru memeluk anak tersebut, kemudian ia bertanya dengansuara lembut dan bersahabat mengapa anak memukul/menangis. Selanjutnya, gurutersebut berusaha mendamaikan anak dengan temannya yang membuatnyamemukul/menangis. Guru juga memberitahu anak yang memukul/menangis tersebutagar menyatakan apa yang ingin dia ungkapkan dengan kata-kata, dan bukan dengancara memukul/menangis supaya temannya mengerti. Selanjutnya guru juga memintaanak untuk melapor atau menceritakan kepada guru jika ada teman yang menggangguatau membuatnya kesal.
8.
 
Mengatasi anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar 
Pada program video ini diperlihatkan bagaimana cara seorang guru mengatasimasalah pada anak yang belum bisa memegang pensil dengan benar. Cara yangdilakukan adalah dengan melatih motorik halus anak secara bertahap. Diantara cara-cara yang dapat dilakukan adalah dengan memindahkan air dari mangkok satu kemangkok lainnya menggunakan spon, membuka dan menutup gembok kunci,membuka dan memasangkan kancing baju.
9.
 
Anak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak.
 Program video ini berisi strategi seorang guru Taman Kanak-kanak dalam mengatasianak yang takut menangkap bola pada saat kegiatan pengembangan fisik-motorik anak di TK. Strategi yang dilakukan guru tersebut adalah sebagai berikut. Pada tahapawal guru memberikan bola yang terbuat dari kain berbulu dan memberikanpengertian dengan sabar bahwa bola tersebut aman. Langkah selanjutnya anak diajak meraba bola dengan kedua tangannya agar anak dapat merasakan tekstur bolatersebut. Langkah berikutnya adalah dengan memberikan bola tersebut kepada anak untuk memegang dan memainkannya sendiri secara bebas. Biarkan anak melakukankegiatan ini beberapa kali. Dan akhirnya secara perlahan guru tersebut mengajari anak melempar bola dengan benar ke arah guru atau sebaliknya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->