Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kontrak Sosial, dan Perkembangan Politik di Indonesia

Kontrak Sosial, dan Perkembangan Politik di Indonesia

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,203 |Likes:
Published by Fikri Zaenuri
this is my opinion about political view in indonesia..

this is my opinion about political view in indonesia..

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Fikri Zaenuri on Dec 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

 
KONTRAK POLITIK, STRATEGI JITU PASANGAN HADE
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu ada dua kubu yang seharusnyasaling bersinergi antara satu dengan yang lainnya. Mereka adalah pemimpin dan rakyatyang dipimpinnya. Keduanya memiliki porsi yang tidak jauh berbeda untuk membangunmasa depan negaranya.Dalam konteks demokrasi modern seperti yang berlangsung saat ini, Pilkadasecara langsung merupakan sebuah sarana untuk menguji sejauh mana kedekatanemosional yang dimiliki oleh para calon pemimpin dengan masyarakat yang akandipimpin nantinya. Ketika para calon pemimpin tersebut berhasil menghilangkan jarak yang ada, mereka akan semakin cepat mendapatkan tempat di hati para pemilihnya.Kedekatan kultural sosial budaya yang dimilikinya dengan daerah pemilihan jugamenjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan seorang calon pemimpin dalammemperoleh suara sebanyak-banyaknya dalam pemilihan tersebut.Berbagai faktor yang menentukan tersebut berhasil disatukan dan dilekatkankepada pasangan HADE (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf) yang diusung oleh PKS danPAN dalam menghadapi Pilkada Jawa Barat kali ini. Hasil terakhir dalam penghitungansuara menunjukkan pasangan HADE masih memimpin perolehan suara dengan total 39%, mengalahkan pasangan AMAN (Agum Gumelar-Numan Abdul Hakim) dengan 35 %dan Pasangan Da’I (Dani Anwar-Iwan Sulandjana) dengan perolehan 26 % suara.Jangka waktu kampanye yang relatif singkat berhasil dimaksimalkan oleh pasangan HADE untuk mendekatkan diri mereka dengan calon rakyat yang akandipimpinnya nanti. Dengan mengedepankan jargon perubahan yang akan dilakukan, serta penggunaan kata kiasan
hade
yang dalam bahasa sunda berarti bagus membuat pasanganini yang sebelumnya dipandang sebelah mata, justru memimpin perolehan suara dalamPilkada Jawa Barat periode 2008-2013.Harus diakui bahwa kemenangan yang diperoleh pasangan ini tidak terlepas darimesin politik yang bekerja dengan sangat keras dan juga keberhasilan mereka untuk meyakinkan para pemilih pemula untuk menjatuhkan pilihannya terhadap pasangan ini.
 
Figur Ahmad Heryawan sebagai ketua PUI dan juga popularitas Dede Yusuf yang dikenalsebagai artis membuat pasangan ini dipilih oleh sebagian besar kaum ibu-ibu. Namun terlepas dari berbagai faktor di atas, fenomena kemenangan pasangan ini juga ditentukan oleh strategi pasangan ini dalam melakukan kontrak politik dengan berbagai elemen masyarakat yang ada di wilayah Jawa Barat. Dan kenyataan di lapanganmembuktikan bahwa mereka adalah satu-satunya pasangan yang melakukan kontra politik dalam Pilkada kali ini dengan masyarakat Jawa Barat. Disadari atau tidak, strategiini telah meyakinkan kaum muda, kalangan akademisi, dan berbagai elemen masyarakatlainnya yang menginginkan adanya perubahan dalam taraf hidup mereka untuk menjadilebih baik dan sejahtera lagi. Dan apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun mereka tak mampu mewujudkan visi dan misinya, mereka berani dan siap untuk diberhentikan dari jabatannya masing-masing.Menurut J.J Rousseau dalam bukunya yang berjudul
du Contrat Social 
, dalamkehidupan berbangsa dan bernegera dibutuhkan sebuah kontrak antara penguasa danrakyat yang dipimpinnya. Menurutnya, mencari suatu bentuk asosiasi yangmempertahankan dan melindungi pribadi dan milik setiap anggota asosiasi dengan segalakekuatan bersama, dan di dalam asosiasi itu masing-masing yang menyatu dalamkelompok hanya patuh pada dirinya sendiri, dan tetap bebas seperti sediakala. Hal inilahyang dapat diselesaikan lewat kontrak sosial.Oleh karena itu kedudukan masing-masing individu dalam bernegara adalah samadan setara. Hal ini terjadi karena dalam kontrak sosial tidak ada seorang individu punyang menyerahkan dirinya kepada orang lain dan semua orang memiliki hak yang sama.Hal ini mengakibatkan kekuasaan yang ada bukanlah milik satu orang tertentu, melainkanmilik seluruh masyarakat. Hasil yang ditimbulkan dari teori ini adalah masing-masingdari individu menyerahkan diri dan seluruh kekuasaan untuk kepentingan bersama, di bawah pimpinan tertinggi yaitu kehendak umum, dan di dalam korps kita menerimasetiap anggota sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keseluruhan. Berbagai haltersebut menghasilkan kesimpulan bahwa pemerintahan yang baik adalah pemerintahyang membiarkan masyarakatnya berkembang biak dan tersebar tanpa merasa dijajaholeh pihak lain.
 
Adanya konflik yang terjadi di masyarakat yaitu konflik yang realistis dan yangnon-realistis, menjadi salah satu latar bagi masyarakat untuk memilih calon pemimpinnya. Konflik yang realistis adalah konflik yang berasal dari kekecewaanterhadap tuntutan-tuntutan khusus yang terjadi dalam hubungan sosial dan ditujukankepada objek yang dianggap mengecewakan. Sedangkan konflik yang non-realistisadalah konflik yang terjadi karena adanya kebutuhan untuk meredakan ketegangan danditujukan tidak secara langsung kepada objek yang dianggap mengecewakan. Nampaknya realitas ini disadari oleh pasangan HADE dan pada akhirnya mereka berani untuk melakukan kontrak politik tersebut. Kenyataannya adalah, pasangan inimampu mengalahkan pasangan yang memiliki hubungan dengan kekuasaan masa lalu(Dani Anwar sebagai Gubernur Jawa Barat, maupun Numan Abdul Hakim sebagaiWagub Jawa Barat). Dengan melakukan kontrak politik, pasangan HADE tidamemposisikan diri sebagai pemimpin maupun wakil dari suatu kelompok sosial,melainkan sebagai pemimpin dari masyarakat dimana kehendak umum menjadi kekuasantertinggi di dalamnya.Oleh: Fikri ZaenuriAlumnus FIB UI

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dayto Av liked this
muh-arwani-9038 liked this
Dedi Supriyadi liked this
Titin Setiawati liked this
Ilham Miftahur liked this
Halim Stpu liked this
Halim Stpu liked this
Jonosambeng liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->