Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
METODE PEMBELAJARAN SEJARAH

METODE PEMBELAJARAN SEJARAH

Ratings: (0)|Views: 259 |Likes:

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Syachrial Ariffiantono on May 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

 
 1
METODE PEMBELAJARAN SEJARAH
Sejarah Tak Sekedar Narasi
 Pembelajaran Sejarah di sekolah, senantiasa memiliki persepsi yang kurang baik.Ketertarikansiswa terhadap mata pelajaran sejarah selalu dianggap rendah.Bahkan, Sejarah dianggap sebagaisalah satu mata pelajaran yang membosankan.Kecenderungan yang muncul adalah, persepsibahwa sejarah itu tidak memiliki manfaat atau kegunaan.Pada era globalisasi yang dihadapi saat ini, tak pelak para pembelajar dan bangsa ini mengejarkemoderenisasian.Sains dan teknologi menjadi tujuan utama yang dikejar untuk mengikutituntutan jaman.Sehingga tak dapat dipungkiri pelajaran Ilmu Sosial, terlebih sejarah, kurang
diminati lagi. Pola pikir bangsa ini telah tertuju hanya pada prospek pekerjaan lalu bagumam, “
Apakah ilm
u tersebut berguna bagi pekerjaanku mendatang?” Namun, bagaimanapun juga tidak 
ada ilmu yang tak berguna seperti halnya sejarah.Bahkan seorang tokoh besar bangsa ini yaitu
 presiden pertama Indonesia, Sukarno, pernah berkata bahwa,”
Negara yang besar tidak akan
melupakan sejarahnya.”Bila suatu Negara melupakan sejarahnya sendiri bagaimana
Negara tersebut dapat menunjukkan identitasnya? Notabene bangsa Indonesia adalahNegara yang besar, apabila lupa akan sejarah kebudayaannya, tak menutup kemungkinan jika budaya-budayanya akan dicuri bangsa lain
. Sehingga menjadi satu pembelajaran besar
agar bangsa Indonesia lebih “melek” sejarah.
 Namun, saat ini Sejarah masih saja dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan dantidak menarik, karena harus menghafalkan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di masalampau, yang antara lain: mencakup nama-nama raja, kerajaan, dan angka tahun, sementara IPSdianggap sebagai mata pelajaran yang kurang penting (dinomorduakan), karena di dalamnyaterdapat materi sejarah. Pendek kata, suatu hal yang pasti adalah minat siswa terhadap matapelajaran sejarah lebih kecil dibandingkan dengan minat siswa terhadap mata pelajaran yangdianggap penting (Ilmu Alam dan Ilmu Pasti). Kondisi ini diperparah dengan adanya anggapanbahwa sejarah dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak ada gunanyanya karena yangdipelajari adalah peristiwa pada masa lampau, sehingga dianggap tidak dapat memberikansumbangan yang berarti dalam kehidupan kekinian dan apalagi masa depan.Pelajaran sejarah juga sering dianggap sebagai pelajaran hafalan pada rangkaian angka tahun danurutan peristiwa yang harus diingat kemudian diungkap kembali saat menjawab soal-soal ujian.Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri, karena masih terjadi sampai sekarang Sehingga pelajaran
 
 2
sejarah menjadi suatu pelajaran yang membosankan (Siswo Dwi Martanto, 2009). Lalubagaimana pembelajaran sejarah agar menarik dan diminati oleh kalangan pelajar?Permasalahan Dalam Pembelajaran SejarahBeberapa hal yang umumnya menjadi permasalahan dalam pembelajaran sejarah di kalanganpelajar diantaranya adalah masalah tujuan pembelajaran sejarah, metode pembelajaran, materipelajaran, profesionalisme guru, minat siswa, dan lain sebagainya.Yang pertama adalah masalah tujuan pembelajaran sejarah yang terkadang dilupakan dari sangpengajar. Kesuksesan suatu pembelajaran hanya terindikasi dari nilai yang didapat olehmurid.Tak peduli murid tersebut dapat memahami makna sejarah yang sesungguhnya atau puntidak.Pembelajaran sejarah hanya dianggap sebagai formalitas yang harus disisipkan dalamkurikulum sekolah.Soekarno memberikan penilaiain terhadap sejarah, bahwa sejarah tidak terbatas hanya menghafal angka tanggal dan tahun melainkan bagaimana kita dapatmenginterpretaskan dan menganalisa suatau sejarah (Solichin Salam, 1966: 135).
Tujuan pembelajaran sejarah sendiri meliputi tiga aspek.Yakni dapat menghafal tokohdan waktu suatu peristiwa, dapat mengetahui kesalahan yang lalu agar tidak diulangikembali dan dapat memecahkan masalah terkini dengan kejadian yang telah terjadi.Namun penekanan pembelajaran yang disampaikan masih sebatas menghafal nama, tokohdan tanggal suatu peristiwa saja.
 Kedua, adalah masalah metode pembelajaran sejarah yang dimana siswa biasanya hanya menjadipeserta pembelajaran sejarah yang pasif, dan guru dianggap sebagai sumber ilmu utama dalamkegiatan pembelajaran.Dan hal tersebut masih sulit untuk dirubah hingga saat ini.Karena haltersebut telah mengakar dalam sistim pendidikan kita. Dengan kata lain, metode pembelajaransejarah sanagat mempengaruhi tujuan pembelajaran sejarah itu sendiri. Sejarah bukan sekedarnarasi, tidak hanya kisah-kisah menyenangkan. Karena itu pendekatannya tak harus selalu dariilmu sejarah, tetapi juga dapat memanfaatkan bantuan antropologi, sosiologi, dan disiplin lainyang bisa membantu ( Julius Paul, 1995:188 ).Permasalahan yang lainnya adalah masalah materi pelajaran sejarah yang disajikan begitu rumitdan mengulang pelajaran yang sudah diajarkan.Hal tersebut mengakibatkan pelajaran sejarahhanya dihafalkan saja tanpa pemahaman yang cukup.Hal ini sangat kontras dengan tujuanpembelajaran sejarah yang membutuhkan pemahaman siswa agar dapat diterapkan lebih lanjutdalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contohnya adalah dalam
 
 3
kurikulum tingkat SMA dan SMP yang materinya hampir sama. Materi tersebut dapat dilihatpada materi kelas satu SMP dan kelas dua SMA semester satu yang materinya hampir sama ( SriSyamsiar, 1995:26). Hal ini mengakibatkan materi sejarah terkesan sangat banyak danmonoton.Sehingga hal ini sangat membosankan bagi siswa untuk dipelajari.
Selain itu masalah profesionalisme guru juga memiliki andil besar dalam pemahamansiswa mengenai sejarah. Guru memiliki andil besar dalam proses pembelajaran murid-muridnya. Apabila seorang guru mengajar dengan gaya yang membosankan, maka murudtersebut akan merasa bosan dan malas untuk mengikuti pelajaran sejarah. Dan hal itusangat fatal, mengingat minat siswa sangat penting dalam proses belajar mengajar.
Minat siswa dipengaruhi oleh dua faktor.Yang pertama ialah
minat
dari dalam diri siswa itusendiri. Karena tanpa adanya minat yang mendorong dari dalam siswa tersebut makapembelajaran sejarah tidak akan tersampaikan dengan baik. Kedua, adalah
metode ataupelajaran sejarah yang disampaikan
.Hal tersebut dapat mempengaruhi ketertarikan siswadalam mempelajari sejarah tersebut.Minat siswa juga dapat dipengaruhi oleh penempatan jam pelajaran sejarah yang biasanya seringdiletakkan di akhir pelajaran. Hal tersebut menjadikan siswa tersebut lebih fokus pada keinginanuntuk segera pulang, atau pelajaran Sejarah yang ditempatkan di tengah-tengah pelajaran yangrumit, seperti Matematika dan Fisika. Matematika ulangan dan Fisika ada PR, maka sejarah-pun
 jadi “korban” kepusingan siswa yang kemudian diwujudkan dengan tid
ak konsentrasinya siswaterhadap pelajaran sejarah
Solusi Untuk Pembelajaran Sejarah
 Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sejarah yang efektif danefisien, seperti: metode tanya jawab, metode karya wisata, metode bermain peran (role playing),dan lain-lain ( Sri Syamsiar, 1995: 26). Pengajaran dalam bentuk tanya jawab akan memberikesempatan kepada murid-murid untuk merefleksikan keingintahuan dan kebutuhannya akaninformasi yang lebih lengkap. Pada saat yang sama, dengan meminta jawaban atas kuncipertanyaan, guru bisa mengetahui kemajuan kelas tersebut. Metode pembelajaran dengan karyawisata bertujuan untuk mendekatkan pembelajar sejarah dengan objek pembelajaran, sehinggasiswa dapat mengetahui secara langsung bukti sejarah yang telah diajarkan oleh guru. Bermainperan (role playing) yakni memainkan peranan dari peran-peran yang sudah pasti berdasarkankejadian terdahulu, yang dimaksudkan untuk menciptakan kembali situasi sejarah/peristiwa masa

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
joko_prasetiyo liked this
Sammy Don liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->