Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
25Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pasukan elite dan khusus indonesia

pasukan elite dan khusus indonesia

Ratings:

4.43

(14)
|Views: 32,619|Likes:
Published by yahyapandega

More info:

Published by: yahyapandega on Dec 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

02/01/2013

 
M. FAJRIN, SH
YM : mohd_fajrin
Berita Ini di Ambil di : www.bluefame.comIngin Menyumbang Dalam Bentuk Pulsa ?
Kirim Pulsa Anda Ke Nomor 081345498789 Seberapapun Anda Kirim Saya Hargai
PASUKAN ELITE DAN KHUSUS DI INDONESIA
1. KOPASSUS
Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari BalaPertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuankhusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat,pengintaian, dan anti teror.Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannyasebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapaoperasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII,operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasanG30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasansandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasipembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya.Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya,sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memilikimoto Berani, Benar, Berhasil.Sejarah KopassusKesko TT III/SiliwangiPada tanggal 15 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan KomandoTentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando iniberasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) diMaluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi(Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E.Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergeraktangkas dan cepat.Komandan pertama saat itu adalah Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantankapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten RokusBernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi danlangsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).KKADPada tanggal 18 Maret 1953 Mabes ABRI mengambil alih dari komando Siliwangi dankemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).RPKADTanggal 25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen PasukanKomando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad IdjonDjanbi.Tahun 1959 unsur-unsur tempur dipindahkan ke Cijantung, di timur Jakarta. Danpada tahun 1959 itu pula Kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para
 
M. FAJRIN, SH
YM : mohd_fajrin
Berita Ini di Ambil di : www.bluefame.comIngin Menyumbang Dalam Bentuk Pulsa ?
Kirim Pulsa Anda Ke Nomor 081345498789 Seberapapun Anda Kirim Saya Hargai
Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat itu organisasi militer itu telah dipimpin olehMayor Kaharuddin Nasution.Pada saat operasi penumpasan DI/TII, komandan pertama, Mayor Idjon Djanbiterluka, dan akhirnya digantikan oleh Mayor RE Djailani.Puspassus ADPada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat PasukanKhusus AD (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama limatahun. Sebenarnya hingga tahun 1963, RPKAD terdiri dari dua batalyon, yaitubatalyon 1 dan batalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1dikerahkan ke Lumbis dan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia,sedangkan batalyon 2 juga mengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia, makakomandan RPKAD saat itu, Letnan Kolonel Sarwo Edhie -karena kedekatannyadengan Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani, mengusulkan 2batalyon 'Banteng Raider' bentukan Ahmad Yani ketika memberantas DI/TII di JawaTengah di upgrade di Batujajar, Bandung menjadi Batalyon di RPKAD, masing-masing Batalyon 441"Banteng Raider III", Semarang ditahbiskan sebagai Batalyon 3RPKAD di akhir tahung 1963. Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436"Banteng Raider I", Magelang menjadi Batalyon 2 menggantikan batalyon 2 lamayang kekurangan tenaga di pertengahan 1965. Sedangkan Batalyon 454 "BantengRaider II" tetap menjadi batalyon di bawah naungan Kodam Diponegoro. Batalyon inikelak berpetualang di Jakarta dan terlibat tembak menembak dengan Batalyon 1RPKAD di Hek.KopassandhaTanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando PasukanSandi Yudha (Kopassandha).Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Merekamelakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Padatanggal 7 Desember 1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama keDili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. SementaraAngkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peranpasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yangbergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolaus Lobato pada Desember1978. Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao, yangbersembunyi di Dili bersama pendukungnya.KopassusDengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, namaKopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengannama Kopassus hingga kini.ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus.Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2,Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grupdari tiga Grup menjadi lima Grup.• Grup 1/Parakomando — berlokasi di Serang, Banten
 
M. FAJRIN, SH
YM : mohd_fajrin
Berita Ini di Ambil di : www.bluefame.comIngin Menyumbang Dalam Bentuk Pulsa ?
Kirim Pulsa Anda Ke Nomor 081345498789 Seberapapun Anda Kirim Saya Hargai
• Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah• Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat• Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur• Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta TimurDetasemen 81, unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-gruptadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassusyang berpangkat Brigjen menjadi Komandan Jendral (Danjen) Kopassus yangberpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini.Struktur Satuan KopassusPerbedaan struktur dengan satuan infanteri lainStruktur organisasi Kopassus berbeda dengan satuan infanteri pada umumnya. Meskidari segi korps, para anggota Kopassus pada umumnya berasal dari Korps Infanteri,namun sesuai dengan sifatnya yang khusus, maka Kopassus menciptakan strukturnyasendiri, yang berbeda dengan satuan infanteri lainnya.Kopassus sengaja untuk tidak terikat pada ukuran umum satuan infanteri, hal initampak pada satuan mereka yang disebut Grup. Penggunaan istilah Grup bertujuanagar satuan yang dimiliki mereka terhindar dari standar ukuran satuan infanteripada umumnya (misalnya Brigade). Dengan satuan ini, Kopassus dapat fleksibeldalam menentukan jumlah personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar5000 personel), atau lebih sedikit.Lima Grup KopassusSecara garis besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima Grup, yaitu:• Grup 1/Para Komando — berlokasi di Serang, Banten• Grup 2/Para Komando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah• Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat• Grup 3/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur• Satuan 81/Penanggulangan Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta TimurKecuali Pusdikpassus, yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, Grup-Grup lainmemiliki fungsi operasional (tempur). Dengan demikian struktur Pusdikpassusberbeda dengan Grup-Grup lainnya. Masing-masing Grup (kecuali Pusdikpassus),dibagi lagi dalam batalyon, misalnya: Yon 11 dan 12 (dari Grup 1), serta Grup 21 dan 22(dari Grup 2).Jumlah personelKarena Kopassus merupakan pasukan khusus, maka dalam melaksanakan operasitempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personelinfanteri biasa, dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai daripeleton hingga batalyon. Kopassus jarang sekali (mungkin tidak pernah) melakukanoperasi dengan melibatkan kekuatan satu batalyon sekaligus.Istilah di kesatuan

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
yudi hidayat liked this
Graham Wilson liked this
Muhammad Andi liked this
Ima Wilma liked this
Giri Bores liked this
Fathur Rohman liked this
Bds Ats liked this
Achmad Zainudin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->