Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah identitas negara

makalah identitas negara

Ratings: (0)|Views: 1,566|Likes:
Published by vathur

More info:

Published by: vathur on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/01/2013

pdf

text

original

 
1
BAB I
IDENTITAS NASIONAL
Pada hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhanya sendiri , manusiasenantiasa membutuhkan orang lain . pada akhirnya manusia hidup secara berkelompok kelompok . Aristoteles, seorang filsuf yunani mengatakan manusia adalah
 zoon politicon
, yangartinya manusia adalah mahluk yang berkelompok Negara dan bangsa memiliki pengertian yang berbeda . Apabila Negara adalahoraganisasi kekuasaaan dari persekutuan hidup manusia maka bangsa lebih menunjuk padapersekutuan hidup manusia itu sendiri.Cirri khas yang dimiliki Negara juga merupakan identitas dari Negara yang bersangkutan.Identitas identitas yang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa .untuk menbgkaji tentang identitas nasional, maka uraian pada bab ini mencakup1.
 
Hakikat bangsa2.
 
Identitas nasional3.
 
Hakikat Negara4.
 
Bangsa san Negara Indonesia5.
 
Identitas nasional Indonesia
A.
 
HAKIKAT BANGSA
Konsep bangsa memiliki 2 ( dua ) pengertian (Badri Yatim, 1999) , yaitu bangsa dalampengertian sosiologis antropologisdan bangsa dalam pengertian politis1.
 
Bangsa dalam arti sosiologis antropolisBangsa dalam pengertian sossiologis antropolis adalah persekutuan hidup masyarakat yangberdiri sendiri yang masing masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuanras,bahasa,agama, dan adat istiadat . jadi mereka menjadi satu bangsa akrena disatuka olehkesamaan ras, budaya,keyakinan,bahasa ,dan sebagainya. Ikatan demikian disebut ikatan
 
2
primodial persekutuan hidup masyarakat semacam ini dalam suatu Negara dapat merupakanpersekutuan hidup yang mayoritas dan dapat pula persekutuan hidup minoritas.Misalnya amerika serikat terdiri dari bangsa negro, bangsa Indian , bangsa cina , bangsayahudi, dan lain lain ya yang dahulunya merupakan kaum pendatang2.
 
Bangsa dalam arti PolitisBangsa dalam pengertian politik adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama danmereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dankedalam jadi, mereka diikat oleh kekuasaan politik yaitu, NegaraJadi, bangsa dalam arti politik adalah bangsa yang sudah bernegara dan mengakui sertatubduk pada kekuasaan dari Negara yang bersangkutan setelah mereka bernegara , terciptalahbangsa.Bangsa dalam arti sosiologi antropologi sekarang ini lebih dikenal dengan istilah ethnic ,duku, atau suku bangsa , namun , kita masih mendengar istilah bangsa dalam arti sosiologisantropolgis untuk menunjuk pada persekutuan hidup tersebut3.
 
Cultural Unity dan Political UnityBangsa pada dasarnya memiliki dua arti yaitu bangsa dalam pengertian kebudayaan (culturalunity) dari bangsa dalam pengertian politik kenegaraan( political unity) (AT Soegito, 2004) cultural unity adalah bangsa dalam pengertianantropologi/sosiologi, sedangkan political unity adalah bangsa dalam pengertian politik kenegaraanCultural unity terjadi karena suatu masyarakat itu merupakan satu persekutuan hidupberdiri sendiri yang merasa satu kesatuan dalam hal ras , religi, bahasa, sejarah, dan adat istiadat. mereka yang tergabung dalam cultural unity mungkin merupakan persekutuan yang mayoritasatau minoritasCultural unity sudah menyebar dibanyak Negara, yang hal ini disebabkan oleh adanya migrasi,akulturasi, dan naturalisasi
 
3
Para anggota political unity berdiam di satu daerah yang disebut suatu wilayah yang sama ,yang merupakan satu pemerintahan serta tunduk pada kekuasaan tertinggi . bersatunya merekadalam political unity, tetapi berdasar pada unsure etik. Contoh political unity bangsa Indonesia,bangsa inida, dan bangsa Malaysia. Unsure unsure yang mewnyatukan mereka sebagi unity baik cultural unity maupun political unity merupakan identitas kebangsaaan bagi mereka4.
 
Proses pembentukan bangsa NegaraSecara umum dikenal adanya dua proses pembentukan bangsa Negara yaitu model ortodoksdan model mutahir ( ramlan surbakti,199). Pertama , model ortodoks yaitu bermula dari adanyasuatu bangsa terlebih dahulu, untuk kemudian bangsa itu membentuk satu Negaratersendiricontoh bangsa yahudi berupaya mendirikan Negara Israel untuk satu bangsa yahudiKedua model mutahir. Yaitu berawal dari adanya Negara terlebih dahulu yang terbentuk melalui proses tersendiri , sedangkan penduduk Negara merupakan sekumpulan suku bangsa danras contohnya adalah kemunculan Negara amerika serikat pada tahun 1976Kedua model ini berbeda dalam empat hal. Pertama, ada tidaknya perubahan unsure dalammasyarakat , model ortodoks tidak mengalami perubahan unsure karena satu bangsa membentuk satu Negara model mutahir mengalami perubahan unsure karena dar banyak kelompok sukubangsa menjadi satu bangsa . kedua, lamanya waktu yang singkat saja yaitu hanya membentuk struktur pemerintahan , bukan pembentkan identitas cultural baru model mutahir memerlukaneaktu yang lama karena harus mencapai kesepakatan tentang identitas cultural yang baru. Ketiga,kesadaran politk masyarakat pada model ortodoks muncul setelah terbentuknya bangsa Negarasedangkan dalam model mutahir kesadaran plitik muncul mendahului bahkan menjadi kondisiawal terbentuknya bangsa dan Negara . keempat, derajat partisipasi politik dan rezim politik pada model ortodoks, partisipasi politik dan rezim politik dianggap sebagai bagian terpisah dariproses integrasi nasional pada model mutahir , partisipasi politik dan rezim politik merupakanhal yang tak terpisahkan dari proses integrasi nasional

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->